
hari ini adalah hari pertama Yaya bekerja setelah pulang dari London tepatnya bekerja di RS GREN WIJAYA milik keluarganya sendiri sebelumya Yaya sudah pernah bekerja di RS GREN WIJAYA namun itu sebelum kepergian ia berangkat ke London.
didalam kamar terlihat seorang gadis sedang bersiap siap untuk berangkat bekerja ia memasukan segala keperluannya kedalam tas yang ia letakan diatas meja. setelah selesai bersiap ia menuruni anak tangga dari lantai dua menuju meja makan.
"pagi Ma, kak" sapa Yaya setelah sampai dimeja makan
"pagi sayang" jawab semuanya secara bersamaan.
"Ma, Papa mana?" tanya Yaya saat melihat Papanya tidak ada
"Papa ada pertemuan jadi Papa berangkat kekantor"
"emzz...pasti pertemuan penting ya Ma sampai sampai Papa ngak sempet sarapan"
"kayak gitu" ucap Mama
"kalau Kak Rangga sama anak-anak mana Kak?" tanya Yaya pada kak Rina saat tidak melihat sosok kakak ipar dan keponakannya.
"mas Rangga ada pertemuan penting pagi ini jadi dia berangkat lebih pagi, kalau anak akan udah berangkat sama ayahnya" anak akan yang dimaksud disini adalah David dan Rara anak Rina dan Angga yang berusia 8 dan 5 tahun.
"ow gitu....kakak nggak kebutik?" saat melihat kakak-nya itu berpakaian bisa.
"enggak kakak lagi capek habis acara fesyen show kemaren"
beberapa hari ini memang Rina berada diluar negeri mengikuti acara fesyen show yang diselenggarakan di paris dan Rina baru pulang kemaren sore.
"ow gitu ya udah kalau gitu kakak istirahat aja... sekalian Yaya pamit mau berangkat kerja" Yaya bangkit dari tempat duduknya lalu mecium pipi kiri dan kanan Mama dan Rina yang dibalas dengan ciuman balik.
Yaya berjalan menuju garansi rumah menghampiri mobilnya kesayangannya. dan selang empat puluh lima menit mengendarai mobil kesayangan itu dengan kecepatan sedang Yaya-pun sampai di parkiran khusus dokter di RS GREN WIJAYA,..
setelah sampai dirumah sakit Yaya langsung menuju Ruangan yang sudah disiapkan untuknya. pagi ini Yaya memulai pekerjaannya dengan semyuman, Yaya terbilang jarang tersenyum setelah kejadian dua tahun lalu yang membuat dirinya menjadi wanita yang lebih cuek dan dingin apa lagi terhadap pria.
saat Yaya sedang memeriksa pasien ada beberapa dokter yang sedang berbincang-bincang sembari memperhatikan Yaya yang sibuk dengan pasiennya.
"dia siap?" tanya seorang dokter pria yang usianya 30 tahun bernama Marsel.
"dia dokter baru disini" jawab seorang wanita bernama Seli berusia 26 tahun.
disisi lain Yaya sedang berbincang-bincang dengan dokter Vira sahabat Yaya yang berusia 25 tahun. Vira dan Yaya merupakan sahabat sejak kecil sebab keluarga Yaya dan Vira sangatlah dekat, sama sama pembisnis dan memiliki perusahaan besar yang terkenal itulah yang membuat Yaya dan Vira menjadi sahabat sejak kecil hingga saat ini.
Yaya dan Vira saling berpelukan dan berbincang bincang sembari tertawa bahagia karna akhirnya bisa ketemu setelah lama tak bertemu.
__ADS_1
"itukah perempuan yang tadi pagi" ucap seorang dokter pria bernma Alvin berusia 30 tahun kepada kedua temanya Seli dan Marsel
"lo kenal dia?" tanya Seli
"nggak"
"trus lo tau dia?"
flasback on
"siap itu"
"iya siap itu"
"wahh mobilnya mewah sekali"
"kira kira siap dokter dokter yang pakai mobil mewah itu"
seperti itu lah omongan omongan beberapa dokter yang baru keluar dari mobilnya yang hendak menuju masuk namun terhenti seketika melihat mobil mewah masuk parkiran khusus dokter itu sembari melihat siapa yang ada didalam mobil tersebuat.
banyak dokter dokter yang menunggu siapa sosok didalam mobil super mewah itu sebab sebelumnya tidak ada dokter yang menggunakan mobil semewah itu kerumah sakit. orang orangpun menunggu keluarganya sosok dalam mobil itu terlihat semua orang sangat penasaran dengan sesosok yang didalam molil itu. tak berselang lama keluarlah seorang wanita cantik tinggi kulit putih dengan pakaian yang cukup elegan.
"wahh siap dia"
"wahh cantik banget"
"wahh bidadrai"
"tapi siapa dia?"
"entah lah mungkin dokter baru"
flasback off
"jadi gitu, tapi gue juga belum tau dia siapa, tapi dia seperti dokter bedah"
disisi lain Yaya dan Vira sedang berada di kantin rumah sakit sedang asik ngobrol, ada banyak pasang mata yang memperhatikan mereka sesekaki secara Vera sangat dikenal dirumah sakit itu. Vera dikenal sebagai anak pengusaha sukses pintar cantik dan baik hati. banyak yang merasa heran kenapa Yaya terlihat sangat dekat dengan Vera apa lagi Yaya adalah dokter baru dirumah sakit itu.
sebelumnya Yaya memang bekerja dirumah sakit itu namun Yaya hanya bekerja sementara waktu itu sebelum memutuskan pergi ke London.
"kamu gimana kabarnya sekarang"
"biak gue tu seneng banget tau akhirnya gue bisa balik lagi kerja disini"
__ADS_1
"iya gue juga seneng banget pas tau lo kerja disini lagi, gue kira lo bakalan mutusin tinggal di London"
"enggak lah, lo kan tau Mama dari dulu kurang suka gue tinggal di luar negeri"
"ya pantes la Ya Mama lo nggak suka lo tinggal diluar negeri lo kan anak bungsunya"
"iya sih, sebenarnya gue juga berat ninggalin keluarga gue lagi waktu itu, lo kan tau waktu gue udah menyelesaikan S1 gue. gue sama sekali nggak ada rencana tinggal di luar negeri lo tau kan waktu itu gue pengen serius sama Reno" tiba tiba wajah Yaya berubah menjadi sedih.
"udah udah Ya, Reno udah bahagia sekarang dan lo juga harus bahagia" ucap Vera sembari memegang tangan Yaya diatas meja sebagai tanda penyemangat.
"iya lo bener, gue juga udah mau lupain kejadian itu"
"nah gitu dong, itu namanya baru sahabat gue"
"emzz... ow iya lo sekarang gimana gue dengar dari yang lain lo udah nggak ganti ganti pacar lagi" ucap Yaya yang mengetahui sahabatnya itu sering gonta ganti pasangan.
"iya gue udah serius, lagian usia gue bukan usia buat main main lagi saat ini"
"bagus de kalau gitu, tapi kenalin dong sama gue" ucap Yaya dengan senyum diwajahnya.
"ia nanti gue kenalin, dia juga dokter di rumah sakit ini"
"wahh beneran?" ucap Yaya yang sedikit terkejut namun ada senyum diwajahnya.
"iya nanti gue kenalin"
tanpa mereka sadari sendiri tadi ada yang memperhatikan mereka dari kejauhan.
"hai sayang" sapa seorang laki laki yang berdiri disambung meja Yaya dan Vera.
"hai sayang" ucap Vera dan bangkit dari duduknya lalu mencium pipi lelaki itu.
"apa boleh kita duduk disini" ucap pria itu.
"ya tentu boleh dong sanyag" Vera mempersilahkan dua pria itu duduk dan tak lama kemudian pun kedua pria itu duduk.
"ow iya Yaya ini pacar gue namanya Feri dia dokter syaraf disini..dan ini dokter Marsel dia dokter bedah juga disini sama seperti lo"
"dan ini sahabat gue namanya Yaya dia dokter baru disini, sebelumnya Yaya sudah pernah bekerja disini namun itu cuma sebentar sebelum Yaya melanjutkan studinya di diluar negeri" ucap Vera memperkenalkan Yaya pada kedua dokter tersebut.
"Feri" ucap Feri sembari mengulurkan tangan untuk bersalaman
"Maesel" ucap Marsel mengulurkan tangan untuk bersalaman
__ADS_1
"Sintia panggil saja Yaya" ucap Yaya sembari bersalaman dengan kedua pria tersebut.
****