
setelah menempuh perjalanan selama kurang lebih 40 menit dari kediaman Wijaya, akhirnya Yaya sampai di salah satu hotelnya yang berada di Jakarta tak begitu jauh dari kediamannya.
Setibanya di tempat tujuan Yaya langsung memarkirkan mobil mewahnya di dalam parkiran khusus CEO, selanjutnya Yaya berjalan menuju lobby hotel. saat tiba di lobby hotel tiba-tiba ada seseorang dari belakang Yaya yang memanggil namanya membuat Yaya spontan melihat ke arah sumber suara.
"Emzz Dika" sapa Yaya
"hai... tumben lo ke hotel, terus Kenapa nggak ngabarin gue sebelum ke hotel" tanya Dika sembari berjalan menghampiri Yaya sebelum mereka masuk ke dalam hotel. di dalam hotel semua karyawan yang secara sengaja atau tidak sengaja bertemu dengan Yaya dan Dika membungkukkan badannya atau menundukkan pandangannya sebagai salam dan tanda hormat terhadap atasannya, Yaya dan Dika pun menjawab salam atau sapaan karyawannya dengan cara tersenyum kepada bawahannya.
Dika adalah Manager hotel Yaya, selain Dika seorang manajer Dika juga merupakan sahabat yang cukup dekat dengan Yaya. segala macam urusan hotel Yaya percayakan semuanya kepada Dika.
"iya gue nggak ngabarin lo, gue dengar dari Siska Katanya lo lagi sibuk banyak kerjaan.... Sorry banget karena gue lo jadi banyak kerjaan" ucap Yaya sembari menumpuk bahu kekar Dika.
"ahhh lo santai aja itu memang kerjaan gue, lagian lo kayak sama siapa aja"
"Iya gue tahu, tapi tetep aja gue jadi nggak enak sama lo. karena gue sibuk di rumah sakit kerjaan hotel Jadi lo yang urus"
"udah nggak usah sungkan, lo tinggal bikin gaji gue aja kalau gitu"
"emang dasar ya lo nggak pernah berubah di otak kau cuman ada uang uang uang dan uang aja, tapi lo tenang aja gue akan naikin gak jelas dua kali lipat dari sebelumnya. tapi itu hanya untuk bulan ini lo banyak banget lembur karna gue"
"lo beberan ya" ucap Dika memastikan ucapan Yaya.
"Iya anggap aja itu bonus dari gue, dan tanda Maaf gue ama Istri lo karena udah nyita waktu lo buat dia" ucap Yaya.
sembari terus berjalan menuju lift khusus yang akan membawanya menuju ke lantai 30 hotelnya dimana ruangan Yaya dan Dika berada. Setibanya di lantai 30 Yaya dan Dika berpisah dan menuju ruangannya masing-masing.
tanpa terasa hari sudah semakin siang tanda sebentar lagi akan menunjukkan waktu untuk makan siang. namun di dalam ruang Yaya masih bergelut dengan pekerjaan pekerjaannya.
tok tok tok
"masuk" ucap Yaya
"Permisi mbak maaf, ini ada berkas dari Pak Dika katanya harus segera ditandatangani oleh Mbak" ucap Siska pada Yaya
"Ya sudah sini berkasnya, biar sekalian aku periksa dan kamu silahkan kembali" ucap Yaya pada Siska sekretarisnya.
"baik mbak" jawab Siska sebelum akhirnya meninggalkan ruangan Yaya.
di dalam ruangannya Yaya sangat disibukan dengan pekerjaannya yang sudah menumpuk. perlahan-lahan pekerjaan Yaya mulai terselesaikan satu persatu.
"huhhh..... Ya ampun Gue capek banget, badan gue rasanya pengen remuk" ucap Yaya sembari merenggangkan tangan dan badannya setelah merenggakan badannya Yaya melihat jam tangannya yang ternyata sudah menunjukkan pukul setengah dua siang.
__ADS_1
"yaa ampun udah jam seguni, gue lupa makan siang mendingan gue makan aja dulu" ucap Yaya yang berbicar sendiri dan bersiap lalu keluar dari ruangannya.
"Siska, selanjutnya apa jadwal saya?" tanya Yaya saat berada didepan ruangnya otomatis didepan meja Siska sekertarisnya.
"ini mbak nanti jam 14.30 mbak ada pertemuan sama klien"
"Baik kalau gitu saya masih punya waktu 1 jam, saya mau keluar untuk makan siang nanti kamu jangan lupa Ingatkan saya untuk pertemuan saya dengan klien takutnya saya tidak ingat" ucap Yaya pada Siska.
"baik Mbak nanti akan saya ingatkan" ucap Siska pada Yaya yang hanya dibalas anggukan oleh Yaya sebelum iya pergi.
setelah beberapa saat Yaya sudah menyelesaikan makan siangnya di saat dia menikmati minumannya tiba-tiba handphonenya berbunyi yang menandakan ada pesan masuk segera ia memeriksa handphonenya yang ternyata itu pesan dari sekretarisnya yang mengingatkan waktu untuk sebentar lagi akan tiba dengan cepat Yaya membayar makanannya dan pergi dari restoran menuju hotelnya kembali.
setelah 1 jam setengah rapat dilaksanakan dengan kedua belah pihak melakukan diskusi yang cukup panjang akhirnya duanya sepakat untuk melakukan kerjasama.
"Dika, selanjutnya aku serahkan pada mu... dan kamu Siska nanti kirimkan laporannya ke Email saya, saya harus kerumah sakit sekarang" ucap Yaya
"baik mbak" ucap Siska
"ya sudah kalau gitu saya permisi" ucap Yaya lalu pergi meninggalkan ruangan pertemuanya menuju ruanganya untuk mengambil beberapa berkas yang akan ia bawa pulang sebelum akhirnya ia menuju rumah sakit.
****
"permis dokter Yaya" ucap Marcell Yaya yang baru selesai mengobati pasien yang datang.
"ini Dokter apakah Dokter bisa membantu saya melakukan operasi"
"oprasinya kapan dok?" tanya Yaya pada Marcell
"tiga puluh menit lagi dok"
mendengar ucapan dokter Marcell Yaya melihat jam tangannya dan terlihat sedikit berpikir sebelum menjawab ucapan Marcell.
"Baiklah dokter saya akan membantu operasi dokter, kalau gitu saya permisi dulu untuk bersiap-siap" ucap Yaya pada Marcell sebelum akhirnya meninggalkan Marcell.
setelah selesai bersiap menuju ruangan operasi untuk membantu Marcell melakukan operasi. setelah 3 jam lebih lakukan operasi akhirnya operasi pun selesai dengan hasil yang cukup memuaskan.
"dokter Makasih ya atas bantuannya" ucap Marcell pada pada Yaya saat mereka baru saja keluar dari ruangan operasi.
"ya sama-sama dokter Marcell" ucap Yaya sembari tersenyum kepada Marcell.
" Oh iya dokter Yaya, bagaimana kalau kita makan malam bersama dokter pastikan bekum makan?" ucap Marcell.
__ADS_1
Yaya terlihat sedikit berpikir lalu melihat jam tangannya yang menunjukkan kan pukul 17.45.
" Boleh dok" ucap Yaya kemudian Yaya dan Marcell berjalan bersama menuju kantin, namun saat mereka berjalan datanglah seorang suster menghampiri Yaya dan Marcell.
"maaf dokter Marcell, dokter Yaya sebelumnya tapi disana ada teman dokter Yaya yang sendari tadi menunggu dokter" ucap suster tersebut kepada Yaya.
"teman saya?" ucap Yaya untuk memastikan.
"iya dok, dia sudah menunggu dokter sejak tadi"
"baik lah kamu boleh pergi" ucap Yaya.
"Yaya" ucap seorang pria yang sendari tadi memperhatikan Yaya dan Marcell dari kejauhan akhirnya menghampiri mereka dan mendekat pada Yaya.
"Deva" ucap Yaya yang melihat sosok pria yang kini berada disampingnya.
"Emzz.. kamu sudah selasai operasinya?"
"iya"
"ow iya Deva, kenalkan ini dokter Marcell dan dokter Marcell kenalkan ini Dava" ucap Yaya memperkenalkan kedua orang yang sedang berhadapan tersebut.
"Deva" ucap Deva memperkenalkan dirinya sembari mengulurkan tangannya kepada Marcell.
"Marcell" ucap Marcell pada Deva sembari membalas salamnya
"Oh iya Yaya apa kamu bisa ikut denganku" ucap Deva pada Yaya, Yaya terlihat sangat binggung dan berfikir sejenak.
"tapi..."
"emzzz tidak apa apa dokter Yaya, dokter bisa pergi dengan teman dokter" ucap Marcell kepada Yaya.
"maafkan saya dok...mungkin lain kali kita bisa makan bersama" ucap Yaya pada Marcell yang merasa tidak enak denggan Marcell.
"iya tidak apa apa kalau gitu saya permisi dulu"
"sekali lagi saya minta maaf dok Marcell" ucap Yaya sebelum Dokter Marcell pergi meninggalkan Yaya dan Deva yang masih mengobrol sebelum akhirnya Dava dan Yaya pun pergi menuju ruangan Yaya.
didalam kantin Marcell terlihat sedang bergelut dengan pikirannya sendiri.
"siapa pria yang bersama dokter Yaya barusan, kelihatannya dia cukup dekat dengan dokter Yaya. apa ia dia pacar dokter Yaya ahhh tapi tidak mungkin yang aku tau dari Feri dokter yang tidak memiliki pacar tidak memungkinkan Feri bohongan pada ku secara dia mengertinya dari Vira sahabat dokter Yaya Jadi tidak mungkin Vira berbohong pada Feri" guna Marcell dalan hatinya
__ADS_1
****