
setelah mendengar kabar Reno kecelakaan aku segegar kekuar dari kamar sembari berlari.
"Ma.. Mama"
"iya sayang, kenapa kok teriak-teriak" Mama keluar dari taman belakang rumah dan aku langsung memeluk Mama sembari menangis.
"sayang-sayang kamu kenapa" Mama panik melihat ku menangis.
"Ma... Reno...Ma"
"iya Reno kenapa, Reno kecelakaan"
"apa... tenang sayang tenang, Mama percaya Reno baik-baik aja" Mama mencoba menenangkan aku. setelah aku lumayan tenang aku dan Mama-pun berangkat pergi kerumah sakit.
setelah sampai dirumah sakit aku langsung berlalari mencari ruangan Reno.
"Mbak Ruangan Reno yang baru aja dibawa diruangan berapa ya"
"pasien atas nama Reno ada di ICU Mbak lurus saja dari sini" susternya menunjukan arahnya. setelah mengetahui ruangan Reno aku berlari aku melihat ada Mama dan Kakaknya Reno disana aku langsung menghampiri Mama-nya Reno.
"Tan gimana keadaan Reno" aku bertanya kepada Mamanya Reno.
"kata dokter Reno harus dioperasi ada pembekuan darah di kepalanya"
setelah mendengar ucapan Mama Reno badan ku langsung lemas aku langsung terduduk dan menangis rasanya tidak bisa berkata apa-apa lagi.
Mamanya Reno langsung memelukku dan mengelul pundak untuk membuat ku lebih tenang.
"sayang kamu harus kuat, Kamu harus percaya Reno akan baik-baik aja"
setelah menunggu jalanya operasi selama 14 jam akhirnya operasinyapun selesai dan dokter keluar dari ruangan operasi.
"dok gimana keadaan Reno?" aku beserta keluarganya Reno menunggu jawaban dari dokter.
"operasi berjalan lancar,...tapi ada komplikasi dikepalanya yang membuat pasien akan sulit untuk sadar kembali"
"apa maksud dokter Reno koma?" aku yang langsung mengerti ucapan dokter.
"iya, untuk sekarang pasien dalam keadaan koma, kita akan terus memantau keadaan pasien"
setelah mendengar penjelasan dokter air mata ku mengalir begitu saja, badan ku rasanya tidak mampu lagi berdiri.
"terus kapan Reno akan sadar kembaki dok?" tanya Mama Reno dengan penasaran.
"kita tidak tau buk kapan sekiranya anak ibu akan sadar kembali, yang biasa kita lakukan sekarang hanyalah berdoa untuk kesadaran anak ibu.
****
sudah lebih dari satu minggu Reno mengalami koma dan taklupa pula aku selalu menemaninya setiap hari. rasanya setiap hari-hari yang ku lalui sekarang terasa hampa tanpa bisa mendengar ceritanya Reno. tapi aku berusaha untuk tetap tegar tak lupa juga setiap hari aku berdoa kepada tuhan untuk kesadaran Reno.
sama seperti hari sebelum-belumya aku bersiap pergi kerumah sakit.
__ADS_1
"Maaa, aku berangkat kerumah sakit dulu ya" dengan raut wajah murung.
"Kak Rehan kapan datangnya?" aku yang melihat Kak Rehan sedang sarapan.
"barusan aja, kamu mau nemuin Reno"
"iya kak"
"gimana keadaan Reno sekarang?"
"masih sama aja kak belum ada kemajuan"
"ya udah kalau gitu Yaya berangkat dulu ya Kak, Ma"
"iya kamu hati-hati dijalannya"
"emzz"
aku pergi meninggalkan Kak Rehan dan Mama yang masih mengobrol.
"Rehan Mama nggak kuat rasanya kalau liat adik kamu, semenjak Reno kecelakaan dan koma Mama belum pernah liat adik kamu senyum apalagi ketawa"
"iya Mama, Rehan juga perhatin tapi ini memang hal yang sulit yang harus Yaya hadapi"
"ya udah Rehan berangka kerja dulu ya Ma"
****
"Sayang, kamu tau nggak aku udah dapetin sertifikasi izin praktik sekarang aku udah jadi dokter dirumah sakit ini, aku pengen banget rayain keberhasilan ini sama kamu. kamu kapan mau bangunnya sayang aku udah nggak sabar pengen liburan lagi bearang kamu, dengerin cerita kamu" aku selalu bercerita banyak hal yang aku alami atau hanya sekedar membacakan majalah bisnis untuk Reno sebab Reno sangat suka majalah Bisnis. semua ini aku lakukan hanya sekedar untuk menghibur ku dan aju juga a berharap suatu hari Reno bisa mendengar ku dan segera bangun.
"Sayang aku pamit dulu ya mau kerja, nanti aku kesini lagi setelah tugas" tak lupa sebelum pergi aku mencium keningnya Reno seperti biasanya.
****
sudah 2 bulan Reno koma namun sampai sekarang Reno tidak ada perubahan sama sekali.
kring....kring....
"halo Kak kenapa?" aku menerima panggilan dari Kak Reno.
"sayang kamu kerumah sakit sekarang ya Reno lagi kritis"
"Reno kritis" handepone ku langsung terjatuh tubuh ku terasa dingin setelah mendengar ucapan Mama Reno.
"halo.... halo.... sayang"
setelah mendengar kabar Reno kritis aku langsung pergi kerumah sakit.
"Tante, Kak, Om.. gimana keadaan Reno" Tanya ku sangat khawatir.
tidak ada yang bisa menjawab pertanyaan ku, yang aku lihat semua orang yang berada dikamar itu hanya menangis.
__ADS_1
tampa berkata apa-apa Mama Reno langsung memeluk ku dan berkata.
"Reno udah nggak ada sayang"
"maksudnya Tante apa, tante becanda" aku yang tak percaya ucapan Tante dan menjawab dengan nada marah dan rasa yang bercampur aduk seluruh tubuh ku rasanya takbisa digerakan lagi air mata tiba tiba mengakir begitu saja.
Mama Reno langsung meneluk ku namun aku melepaskan pelukannya dan berbalik memeluk Reno.
"sayang buka dong mata kamu, ini udah dua belan sejak kamu koma, sekarang udah saatnya kamu bangun kalau kamu masih nggak mau bangun aku akan marah sama kamu, aku nggak bakalan mau ngomong lagi sama kamu, sayang plis kamu bangun dong sayang, aku cinta banget sama kamu aku nggak tau harus gimana kalau nggak ada kamu" aku menangis tersedu-sendu sembari memeluk Reno.
"Sayang kamu harus ikhlasin kepergian Reno" tante yang berusaha menenangkan aku.
"enggak Tan Reno....Reno masih ada" aku yang berusha menyangkal ucapan Mama Reno.
"sayang bangun dong aku janji aku nggak akan marah-marah lagi, kalau kamu nggak bisa nemuun aku juga nggak papa, aku nggak akan ngeluh lagi kalau kamu nggak punya waktu ketemu aku... aku janji"
"udah sayang kamu harus kuat demi Reno, Reno nggak akan suka liat kamu kayak gini" Mama Reno memeluk ku dengan erat untuk menenangkan ku
****
"sayang apa kamu nggak mau kerumah Reno, semuanya udah menunggu dibawa, Kak tau ini berat untuk kamu lewatin tapi kamu harus kuat, percaya " ucapan Kak Rina yang menghampiri ku dan memeluk ku yang sedang menangis didalam kamar.
tanpa berkata apa-apa aku langsung memeluk Kak Rina.
"sayang Kak tau ini berat buat kamu tapi ini hari terakhir kamu bisa liat Reno jadi ayo kita berangkat kerumahnya Reno"
"emzz"
****
akhirnya proses pemakamanpun selesai semua berjalan dengan lancar sampai selesai.
"sayang kita pulang ya" ucap Mama yang memeluk ku selama proses pemakaman berlangsung.
"enggak Ma, kalian pulang aja duluan aku masih pengen disini bentar lagi"
"tapi sayang"
"udah Ma, biarin aja Yaya disini dulu, kita tunggu dimobil aja" ucap Kak Rina membujuk Mama.
"ya udah Mama tunggu dimobil ya"
"emzz"
setelah semuanya pergi aku aku dulu dipinggi makam Reno hanya sekedar berbincang-bincang dimakannya Reno.
"sayang kamu istirahat dengan tenang ya disana, aku janji aku nggak bakalan lupain kamu, kamu adalah segala-galanya buat aku, aku berterimakasih banget sama tuhan yang sudah mempertemukan aku dan kamu dan walaupun hanya sesaat kamu sudah membuat aku bahagia, kamu udah kasih aku kebahagiaan selama ini.
****
__ADS_1