Cinta Palsu Menjadi Nyata

Cinta Palsu Menjadi Nyata
1. Seorang Renesmee


__ADS_3

Seorang gadis cantik yang memiliki rambut panjang berwarna coklat terang, ia baru saja keluar dari gedung kampus. Gadis itu terlihat senang dan berjalan sedikit cepat sambil mendekap beberapa buku yang ia bawa. Rambutnya yang dikuncir satu bergerak ke kanan dan ke kiri saat gadis itu berjalan riang.


“Nessie!!”


Mendengar namanya dipanggil, gadis itu berhenti berjalan dan menoleh ke belakang. Ternyata teman kampusnya yang memanggilnya. Ia pun tersenyum dan melambaikan tangan kanannya. “Hei, Alice!!” Nada suaranya berseru riang pada temannya.


Alice melangkah cepat dan merangkul gadis bernama Renesmee itu. “Wajahmu terlihat begitu senang, ada apa? Apa yang terjadi? Apa kau tidak akan memberitahuku?”


“Hahaha, banyak sekali pertanyaanmu.” Kata Renesmee. Mereka berdua melanjutkan berjalan kaki menuju gerbang utama kampus.


“Mengapa kau terlihat senang?”


“Aku baru saja selesai membayar uang semester kuliahku. Langsung saja kulunasi sampai semester selanjutnya. Aahh, aku sangat lega sekali, Alice. Akhirnya aku bisa membayar biaya kuliahku dengan hasil kerja kerasku sendiri.” Kata Renesmee yang sangat senang.


Alice tersenyum pada Renesmee. “Huft, mengapa kau suka sekali bekerja keras? Padahal orang tuamu itu termasuk kaya. Ternyata masih ada orang sepertimu di dunia ini. Sudah sangat jelas bahwa kau memiliki orang tua yang berkecukupan dalam hal keuangan, namun kau masih saja keras kepala dengan caramu sendiri.”


Renesmee tertawa renyah. “Jika aku tidak begini, maka aku tidak bisa menutut ilmu di sini!!”


“Hmm, jika aku menjadi kau, sudah pasti aku memilih untuk menjadi seorang CEO. Lagi pula, menjadi seorang CEO itu sangat menguntungkan. Kau bisa meneruskan bisnis keluargamu. Tapi kau justru memilih menuntut ilmu untuk bisa menjadi seorang dokter spesialis kulit. Apa kau tidak lelah? Dengan caramu ini, kau selalu kesulitan sendiri di sini.” Kata Alice yang mengutarakan pendapatnya.


Mendengar pendapat Alice, tentu saja Renesmee tidak setuju. “Justru itu aku nekat merantau di kota ini. Lebih baik aku berusaha keras untuk mewujudkan cita-citaku, dari pada aku berada di sebuah perusahaan besar dengan keadaan sangat tertekan dan terpaksa melakukan semua hal. Alice, lebih baik aku menjadi miskin dari pada menuruti perkataan orang tuaku. Aku sudah sangat lelah jika harus menuruti keinginan mereka. Mereka tidak pernah memahamiku.”

__ADS_1


"Tapi, bukannya menjadi CEO perempuan itu lebih menyenangkan? Abaikan saja sikap orang tuamu. Ketika kau menjadi CEO dan kau seorang perempuan, hal itu pasti akan membuat para pria berkelas dan tampan akan mendatangimu..hihii.."


"Dasar!! Hanya ada pria saja di dalam kepalamu ya hahahaha. Alice, sebagai anak pertama dan aku seorang perempuan, maka dari itu aku tidak kuat menerima tugas berat itu. Dan mereka tidak pernah mendukung mimpiku. Itu sangat menyiksa!" Ujar Renesmee yang menggebu-gebu.


Alice pun mengangguk pelan. “Ah, iya. Lebih baik kau berada di sini meskipun orang tuamu memblokir semua kartu kreditmu. Terkadang kita sebagai manusia memang tidak bisa melakukan suatu hal dalam keadaan terpaksa. Kondisi itu memang sangat menyiksa.”


“Iya, maka dari itu berhentilah membahas hal itu. Aku bosan sekali mendengarmu bertanya hal yang sama padaku. Padahal sudah tiga tahun kita menjadi teman. Hanya kurang satu tahun lagi kita lulus kuliah, setelah itu kita akan menghadapi banyak rintangan. Mulai dari masa koas, menjadi dokter residen, sampai akhirnya kita bisa menjadi dokter resmi di sebuah rumah sakit besar. Aahh, itu adalah impianku. Aku ingin menolong banyak orang, dari pada duduk manis menghadap meja kaca yang berisi banyak tumpukan dokumen.” Kata Renesmee.


“Hahahaha, aku setuju denganmu. Baiklah, sampai jumpa besok. Kurasa kau harus segera berangkat ke kafe. Jika nanti malam aku memiliki waktu luang, maka aku akan menghampirimu di kafe.” Kata Alice sambil melambaikan tangan kanannya.


Renesmee mengangguk dan balas melambaikan tangannya pada Alice.


Renesmee atau bisa dipanggil Nessie. Sebenarnya ia berasal dari kota Jakarta di provinsi Jawa Barat. Namun ia nekat pergi jauh ke provinsi Jawa Timur dan menuju kota Surabaya untuk bisa kuliah kedokteran di sebuah kampus yang cukup ternama.


Di dalam keluarga Radityo, tidak ada yang mendukung Renesmee menjadi dokter. Karena keluarga itu dikenal sebagai keluarga bisnis di kalangan masyarakat setempat.


Tiga tahun yang lalu, Renesmee nekat saja pergi ke kota Surabaya. Meskipun ia harus mengalami banyak sekali masalah dan rintangan. Tapi ia berhasil melewati semua itu dan hidup dengan keadaan baik-baik saja di Surabaya. Gadis itu bekerja paruh waktu di sebuah kafe. Saat libur kuliah, Renesmee akan membantu pemilik kafe untuk menginput data dan membuat laporan mingguan.


Renesmee memang pintar dalam beberapa hal dan ia juga sangat cekatan dalam mengerjakan sesuatu. Beruntung ia dipertemukan banyak orang yang baik di kota itu.


“Nessie! Kau baru saja sampai?”

__ADS_1


Renesmee langsung mengangguk ketika ditanya seperti itu oleh seorang pria bernama Joshua. “Iya, kau baru saja membuang sampah di gang kecil?”


Joshua mengangguk. “Iya, aku sudah membersihkan tempat sampah. Jadi kau tinggal menggunakannya saja nanti.”


“Wah, terima kasih Jojo.” Jojo adalah panggilan akrab dari Renesmee pada Joshua.


“Hahaha tidak perlu berterima kasih. Kita memang bekerja di sini dan kita harus membagi tugas. Ah, Sherly tidak masuk hari ini. Dia sakit perut karena salah minum susu. Jadi kau mungkin perempuan sendiri di antara para pelayan kafe yang lain.” Kata Joshua.


Maksud Joshua, Renesmee malam ini akan menjadi satu-satunya perempuan di antara para pelayan kafe laki-laki.


Tentu Renesmee hanya mengangguk kecil. “Iya, tidak apa-apa. Mungkin aku hanya akrab pada Evan saja.”


Joshua terkekeh pelan. “Jika ada yang berani menggodamu lagi, katakana padaku besok. Beritahu aku siapa yang menggodamu.”


“Hahaha, tidak ada yang berani menggodaku, Jo. Kalau begitu aku masuk ke dalam untuk berganti pakaian, kau jangan pulang dulu. Tunggulah beberapa menit sampai aku sudah siap.”


Joshua pun mengangguk. “Oke, silakan masuk nona cantik.”


Renesmee mendengus pelan dan terkekeh mendengar perkataan Joshua. Ia masuk ke dalam kafe dan langsung menuju ke sebuah ruangan kecil. Ruangan khusus tempat pelayan kafe menaruh barang mereka dan bisa berganti pakaian di dalam sana. Dan tentu saja ruangan untuk perempuan dan laki-laki disediakan secara berbeda.


Malam ini, Renesmee harus bekerja lebih keras karena temannya yang bernama Sherly tidak masuk kerja. Ah, sepertinya besok ia akan merasakan sakit punggung setelah bangun tidur. Hal itu memang kerap terjadi jika Renesmee merasa kelelahan.

__ADS_1


*****


__ADS_2