Cinta Palsu Menjadi Nyata

Cinta Palsu Menjadi Nyata
4. Tawaran Henry dan Kedatangan Ayah


__ADS_3

Renesmee benar-benar kehilangan kata-kata. Kedua matanya hanya bisa berkaca-kaca, kedua tangannya terkepal kuat di atas meja kafe, lalu… braakkk!! Gadis itu menggebrak meja kafe seraya berdiri dari duduknya.


“Kau adalah seorang pria asing yang datang sebagai pelanggan di kafe ini. Lalu kau tiba-tiba memintaku untuk menuruti perintahmu. Dan sebagai pelayan kafe, aku menuruti permintaanmu karena aku tidak mau ada keributan atau kau akan menuntut kafe ini karena aku menolak perintahmu. Tapi apa yang kau lakukan barusan? Kau menjadikanku calon istri di hadapan kedua orang tuamu? Apa kau gila??? Kau tidak memikirkan bagaimana kehidupanku? Hei, bahkan aku tidak mengenalmu sama sekali!!!”


Renesmee benar-benar marah, dadanya kembang kempis saat berkata panjang lebar dengan nada suara yang tinggi.


Suasana kafe itu sudah sepi, karena kafe itu telah resmi disewa oleh Henry khusus malam ini saja. Dan pria itu masih duduk diam seraya bersedekap dada, ia sama sekali tidak terganggu dengan Renesmee yang sedang marah seperti itu.


Bahkan Evan dan pelayan kafe yang lain pun hanya bisa diam berdiri di belakang area kasir. Sedangkan Joshua, pria itu sedang berdiri di ambang pintu kafe. Ia memang kembali ke kafe untuk mengambil dompetnya yang tertinggal di lemari loker, namun tanpa sengaja ia menyaksikan apa yang sedang terjadi pada Renesmee.


Melihat Henry tidak membalas amarahnya, Renesmee merasa kacau dan mengusap wajahnya dengan gusar. “Apa kau bisu dan tuli? Kau baru saja membuat masa depanku berantakan. Bahkan aku seperti tersihir, tidak bisa mengatakan yang sebenarnya terjadi pada kedua orang tuamu!!” Kata Renesmee lagi. Suaranya meninggi, ia benar-benar semarah itu pada Henry.


Kedua orang tua Henry memang sudah meninggalkan kafe itu, tidak lama setelah mereka mendengar kabar baik dari Henry bahwa ia akan menikahi Renesmee dalam waktu dekat.


Orang tua Henry pergi begitu saja karena mengira Henry sedang ingin makan malam bersama sang kekasih dalam keadaan tenang dan privasi. Jadi mereka berdua tidak menginginkan makan malam bersama kali ini. Namun, mereka berdua menagih janji pada Henry, untuk membawa Renesmee makan malam di rumah mereka secara resmi.


Ouh, sepertinya Renesmee harus menghadapi masalah yang lebih besar.


“Kalau begitu, lakukan peranmu sampai selesai, Esme.” Kata Henry dengan sangat santai.


Joshua yang mendengar perkataan Henry, ia hanya mengernyitkan dahi. Tentu saja Joshua sedang menahan amarahnya. Menurutnya, tidak seharusnya Henry berkata seperti itu.

__ADS_1


Mendengar perkataan Henry, Renesmee mendengus pelan. Ia menertawakan apa yang dikatakan Henry. “Apa? Kau hendak menyewaku untuk berperan sebagai kekasih dan kemudian menjadi istrimu? Memerankan posisi itu sampai selesai, begitu katamu? Apakah mulutmu itu terbiasa berkata arogan seperti itu? Dan apa kau juga terbiasa menyewa orang dengan uang yang kau anggap seperti sampah?!!”


“Esme, tadi aku hanya memintamu melakukan sesuatu. Kau bersedia melakukan permintaanku. Kau berdiri di sampingku, tersenyum pada kedua orang tuaku, dan kau berperan bagus layaknya seorang aktris yang handal. Lalu, mengapa tidak kau lakukan saja sampai akhir? Aku akan menceraikanmu setelah enam bulan.” Kata Henry. Ia benar-benar tidak peduli dengan reaksi Renesmee. Ia memang sangat tenang saat berbicara, namun tatapannya seperti memaksa Renesmee.


“Kau pikir aku adalah wanita murahan yang mudah kau beli begitu saja? Kau bahkan----”


“Aku tidak membelimu, Esme. Aku hanya menyuruhmu berperan sebagai kekasihku dan menjadi istriku, kau akan terikat kontrak denganku, lalu aku akan membayarmu sesuai perjanjian yang akan kita buat nanti. Aku tahu kau bukan barang, kau adalah seorang wanita yang memiliki harga diri. Tentu saja aku tahu perihal itu. Aku hanya ingin kau berperan seperti tadi, lalu kau akan menerima gaji besar dariku setiap bulannya. Akan kuturuti juga kemauanmu. Aku tidak bermaksud menyusahkanmu dan aku akan menjamin hal itu. Hei, mengapa kau sangat marah? Bahkan kau hanya seorang pelayan kafe. Hanya saja kau nanti akan bekerja untukku, bukan menjadi pelayan kafe lagi.” Kata Henry. Setelah cukup acuh sejak tadi, kini pria itu banyak mengatakan sesuatu.


Renesmee menghembuskan napas panjangnya. Ia menatap Henry dengan tajam.


Saat menatap pria itu sedikit lama, Renesmee menyadari sesuatu. Setelan baju Henry serba berwarna hitam. Mulai dari celana, kaos dalam, jas, dan kacamata. Renesmee mengingat sesuatu dalam kepalanya. Tadi sore, ia mencoba melihat foto seorang pria dari ponsel milik Alice.


Kedua mata Renesmee langsung melebar. Kemudian ia menutup bibirnya dengan tangan kanannya. Jadi, sekarang ia sedang menghadapi seorang Henry Sebastian yang sempat ia cela bahwa pria itu terlihat sangat arogan?


Henry mengernyitkan dahinya saat melihat ekspresi Renesmee yang berubah menjadi terkejut. “Ada apa denganmu?”


“K-kau… kau adalah Henry Sebastian yang---”


“Apa kau baru menyadari siapa aku sebenarnya? Lalu segera beri keputusan sekarang juga. Apa kau bersedia menjadi kekasih bayaran untukku?”


“A-apa??!!”

__ADS_1


Henry tersenyum miring. “Ternyata yang tuli adalah kau, bukan aku. Aku tidak suka mengulangi perkataanku. Dan kurasa, kau sudah terlanjur terjun ke dalam duniaku. Jadi kau tidak bisa menolak tawaranku. Ah, kurasa ini bukan sebuah tawaran, namun sebuah tuntutan untukmu.”


“Aku tidak mengatakan iya. Aku tidak akan bersedia menjadi kekasih bayaran untukmu!! Pikirkan saja beban hidupmu sendiri, dan sebaiknya jangan ganggu aku. Aku tidak akan pernah menginjakkan kedua kakimu ke rumahmu!!” Kata Renesmee. “Ternyata kau benar-benar pria yang sangat arogan!!”


Henry justru terkekeh kecil. “Jangan membuat keadaan ini begitu sulit, Esme. Bagaimana pun juga, mulai besok kau tidak akan bekerja di kafe ini.”


Kedua mata Renesmee kembali melebar. Tidak, ia tidak kaget dengan perkataan Henry. Namun ia terkejut melihat kedatangan ayahnya yang sudah berdiri di ambang pintu masuk kafe.


Iya, seorang pengusaha terkenal bernama Radityo. Ia adalah ayah Renesmee. Dan ia datang bersama dua orang pengawal bertubuh kekar, untuk memaksa Renesmee keluar dari kafe itu.


“Sudah saatnya kamu kembali ke rumah, Nessie!” Kata Radityo. Tatapan matanya pun terlihat sangat tegas.


Renesmee langsung menggelengkan kepalanya. Sedangkan Henry cukup terkejut dan ia langsung berdiri dari duduknya. Pria itu menyaksikan apa yang sedang terjadi, dan ia berusaha melindungi Renesmee.


Tentu saja Renesmee terus menggelengkan kepalanya. Ia meminta tolong pada Evan maupun Joshua. Namun mereka berdua kalah menghadapi dua pengawal itu. Dan akhirnya, Renesmee berhasil diseret keluar dari kafe itu.


Henry menghela napasnya, ia tadi juga berusaha melindungi Renesmee. Karena ia mengira bahwa Radityo adalah orang jahat yang menculik Renesmee. Henry tidak tahu bahwa Radityo adalah ayah Renesmee.


“AKU AKAN MENJEMPUTMU, ESME!!” Kata Henry dengan berteriak kencang. Ia melihat mobil berwarna putih itu pergi begitu saja, dan Renesmee ada di dalam mobil itu.


*****

__ADS_1


__ADS_2