Cinta Sebatas Angan

Cinta Sebatas Angan
Senja itu


__ADS_3

Senja itu aku duduk sendiri di sebuah halte menunggu angkot ditengah hiruk-pikuk kota industri yang dihiasi dengan polusi.


"Tet.... tet.... " .Suara klakson angkot seolah meneriaki ku.


"Angkot kak? ".Tanya sopir angkot.


" Iya bang". Jawabku dengan sumringah.


Bersyukur hari ini aku dapat pulang ke rumah tepat waktu.Karna lelahnya hari ini hampir aku lupa pemberhentian halte selanjutnya. Ku ketok jendela dengan uang koin seribuan.


"Depan Mall bang" .Teriak ku.


"Baik kakak" .Jawab sopir angkot.


Huh... Aku harus menunggu angkot lagi untuk sampai kerumah, tak lama angkot berikutnya datang. Sesampai dirumah aku pun membersihkan diri, sholat dan makan malam.


Beginilah hari- hari yang aku lalui hidup di perantauan jauh dari kedua orang tua demi melanjutkan hidup di negeri seribu ruko ini.


Berangkat kerja saat ayam berkokok pulang ke rumah saat ayam sudah kembali ke kandangnya.


Semua ini aku lakukan demi menggapai sebuah impian menjadi wanita karir yang ku harapkan. Sakit dan senang ditanggung sendiri terlebih aku juga tinggal dirumah tante yang berbaik hati memberikan tempat berteduh untuk ku.


Malam ini aku harus membuat video perkenalan untuk persyaratan melamar pekerjaan di sebuah Event Organizer (EO) di Mall terkenal di kota ini.


Hai, perkenalkan namaku Andini Syofiana biasa di panggil Andin umurku 25 tahun hobi ku bernyanyi dan menari selain itu juga bisa sebagai stage manager.


Itulah sedikit video perkenalan ku yang malam ini harus dikirim ke email penyelenggara event.


Malam semakin larut aku tarik selimut untuk tidur karena besok harinya aku juga harus mengantri mengantar formulir pendaftaran untuk event ini.

__ADS_1


***


Aku berlari menyusuri keramaian Mall yang saat itu di penuhi para generasi milenial yang menyaksikan event- event yang ada dan mengantri di depan meja pendaftaran.


"Masih dibuka kak pendaftarannya? " Tanyaku dengan nafas yang masih terengah -engah.


"Masih, silahkan berikanĀ  formulirnya disini nanti kami hubungi kembali". Jawab petugas.


Hari ini adalah hari Minggu yang merupakan kesempatan bagi pelajar menikmati hidup karna libur. Mall yang ku datangi merupakan Mall terkenal di kota ini karna merupakan perlintasan untuk kita bisa melancong ke negara tetangga. Disini kita bisa menjumpai orang orang dari berbagai negara, menurut ku ini juga merupakan salah satu daya tarik Mall ini. Ketika libur kerja aku sering makan siang di Mall ini karna walaupun Mall terkenal namun makanan di restorannya cukup terjangkau dengan kantong gadis perantauan sepertiku.


Di siang yang terik ini nikmatnya makan stik sapi lada hitam dengan es campur gila di sebuah resto ternama di Mall ini. Saat aku mulai menikmati hidup ponsel ku berdering.


"Halo, ada apa?",


" Wah lansung nge gas aja, lagi dimana ndin "


"Di resto biasa"


Telfon pun dimatikan tanpa pamit Dia adalah Oki yang hobinya kadang bikin kesal diriku setiap ngomong tanpa basa-basi mungkin karna kami berasal dari daerah yang sama. Tapi bertemu dikota ini karna sama-sama mengadu nasib. Tak berapa lama ia pun muncul di depan mataku.


"Pesan satu steak ayam dan es teler gila ya kak " Ucap Oki.


"Tau-tau aja ya kamu jam makan siang ".Tanyaku.


" Hahhahahahhaha, kebetulan aku lagi off suntuk di kosan makanya ingat kamu"


"Bilang aja kamu lagi cari makan siang gratis".


" Fix tebakannya benar"

__ADS_1


Oki adalah teman pria yang ku kenal secara lansung di kota ini. Ia melihat kontak ku saat temannya berkenalan dengan melalui aplikasi dating. Tak kusangka bukan temannya yang bertemu denganku tetapi malah dia yang menemui ku. Mungkin Tuhan mengirim kan dia sebagai teman di kota Metropolitan ini agar bisa menjaga diriku. Dia adalah pria yang berparas tampan dan humoris. Sifat humoris dia yang selalu dapat menghiburku dikala aku sedang gelisah dan sedih. Setelah makan siang kami melanjutkan untuk jalan-jalan mengitari kota dengan sepeda motornya.


Kami mengunjungi sebuah tempat wisata sebagai tempat untuk bersantai. Tempat yang cukup nyaman dikelilingi laut yang biru, di tengahnya ada taman bermain yang diselingi dengan resto yang berjualan jajanan street food. Pemandangan yang tak kalah hebat adalah melihat para pasangan sejoli menikmati pemandangan ini dengan berfoto ditepi pantai.


"Coba kalau kita yang foto kayak gitu pasti bagus " tanya Oki.


"Kamu foto kayak gitu sama pasangan kamu aja".Jawabku.


" Hmmmm iya kebetulan besok pacarku di tempat kerja ulang tahun nih, bantu pilihin kado buat dia ndin".


Oki sengaja mengajak ku untuk membelikan kado agar aku cemburu. Aku menjawab dengan santai.


"Yuk, kita beli di Mall yang dekat sini saja".


Oki berjalan dengan bingung karna aku menjawab tanpa ragu, kali ini dia kesal gagal membuatku cemburu.


Kami sampai di Mall yang dituju aku sibuk memilihkan hadiah yang bagus untuk pacar Oki namun dia malah sibuk menelfon di pintu toko.


"Iya kamu diam- diam aja ya jangan sampai dia tahu kalau... "


"Dia tahu apa?".suara ku mengejutkan Oki.


" Nggak ada, kamu ngagetin aja udah dipilih mana yang bagus untuk pacarku.


"Baju dan sepatu ini bagus sesuai sama kayaknya sama yg kamu jelasin tadi"


"Oke bungkus".


Oki lansung membawa kekasir dan membayar belanjaan. Hati ku masih bertanya tadi kok pas aku muncul telfonnya lansung dimatiin ya.

__ADS_1


Masih jadi tanya dalam hatiku ini.


***


__ADS_2