Cinta Sebatas Angan

Cinta Sebatas Angan
Siapakah dia


__ADS_3

Pagi ini aku berangkat ke sekolah tidak menggunakan angkot lagi tapi sudah dijemput oleh Ibnu.


"Permisi tante, Izin berangkat bareng Andin ya"


Ucap Ibnu


"Iya, hati-hati kalian berdua" Jawab tante Diana.


Di dalam mobil aku memandangi kendaraan yang berlalu-lalang memadati jalannya kota seribu ruko ini.


"Kita beli sarapan dulu ya ndin " Ucap Ibnu.


"Ehmm... Boleh juga" Jawabku.


"Kamu mau dibungkusin apa? " tanya Ibnu.


"Kwetiau goreng aja " jawabku.


"Oke kwetiau gorengnya dua ya mbak, kali ini aku yang traktir".


" Beneran nggak papa nih" ucapku menggoda.


"Iya, sebagai hadiah kamu hari ini mau berangkat kerja bareng aku".jawab Ibnu sambil tersenyum.


Diperjalanan kami berbincang tentang keadaan murid dan program mengajar yang akan dilaksanakan, tak terasa kami sudah sampai di gerbang sekolah.


" Aku turun disini aja ya, nggak enak dilihat para murid" ucapku.


"Oke" jawab Ibnu.


Ibnu menghentikan mobilnya di depan gerbang aku berjalan kaki kedalam halaman sekolah dan Ibnu pergi memakirkan mobilnya.


Nada ponselku berbunyi dari nomor tak dikenal


"Assalamu'alaikum, Halo".


" Benerkah kami berbicara dengan nona Andini Syofiana" Tanya si penelpon.


"Kamu diterima di EO kami sebagai Juri Event"


"Serius mbak, padahal sudah lama loh aku daftar nya kirain nggak diterima"


"Selamat bergabung bersama kami, ditunggu kedatangannya pada hari sabtu jam 10.00 pagi di Mall ya nona, semoga kita bisa bekerja sama dengan baik" Ucap si penelpon.


"Baik, Terima kasih saya akan datang"


Bersyukur sekali hari ini aku dilimpahi keberuntungan yang tak disangka, kerja diantar Ibnu dan registrasi ku diterima di sebuah EO terkenal di kota ini.


Aku memasuki ruang guru dan memakan sarapan yang dibeli tadi kebetulan hari ini aku hanya mengajar dua jam mata pelajaran jadi bisa agak bersantai. Enak sekali rasanya sarapan dengan kwetiau goreng ini membuat perutku kenyang.


"Sarapan sendiri aja" Suara Mila menghampiri mejaku.


"Iya, tadi aku ngeliat kamu kirain tidak hadir hari ini" ucapku.


"Ngomong-ngomong hari ini kamu kelihatan senang banget" Tanya Mila.


"Senang selalu dong" Jawabku .


"Beda dari hari biasanya, ada cerita baru ya hayo... bareng si pria itu"


"Hai, Bu Mila udah sarapan " Sapa Ibnu.


"Duh dia muncul lagi (gumamku dalam hati) Udah Pak Ibnu, yaudah kalau gitu saya masuk kelas dulu"


Ibnu datang diwaktu yang tepat karna aku belum siap untuk cerita dengan semua kejadian yang terjadi sebelum ini.


"Kamu udah sarapan ndin"


"Udah barusan".jawabku.


" Sorry tadi aku ada urusan bentar jadinya lama masuk keruangan"


"Iya, aku tadi udah laper banget" Ucapku.


Tadi Ibnu ngapain ya sampai lama masuk keruangan. Sudahlah aku tidak mau terlalu memikirkannya ingat Andin dia hanya patner kerja satu sekolah. Aku mencoba bersifat profesional seperti biasa agar terlihat tidak canggung. Jam masuk kelas ku sudah tiba, aku bergegas untuk masuk ke kelas lima hari ini.


"Selamat pagi anak-anak "


"Pagi Ibu" Jawab para murid.


Diatas meja sudah ada bingkisan berisikan coklat dan makanan ringan lainnya.


"Ini makanan buat siapa? "


"Buat Bu Andin" Jawab beberapa murid.


"Terima kasih ya anak-anak lain kali Ibu yang akan traktir kalian " Ucapku.


"Ditunggu ya buk".


" Iya, oke selanjutnya kita masuk ke materi membuat prakarya karna sebentar lagi sekolah kita akan mengadakan lomba membuat prakarya tingkat murid, kali ini bahannya dari kardus bekas. Semua murid berhak untuk ikut dan membuat karya apa yang penting bisa menjelaskan tema dan mendeskripsikan karya yang dibuat" ucapku.


"Bahannya disediakan sekolah nggak buk" tanya salah satu murid.


"Bahannya disediakan oleh masing-masing murid lagian bahannya mudah didapatkan dirumah kita rata-rata punya kardus bekas kan"


"Baik, sekarang ibu coba pratekan "


Aku pun menjelaskan tentang tema dan deskripsi karya kepada muridku yaitu saat ini aku membuat salah satu bentuk rumah Adat daerah yang ada di Indonesia. Kelas pun selesai aku kembali keruangan guru.

__ADS_1


"Udah mau pulang Ndin " ucap Mila.


"Ntar lagi Mil masih ada yang harus aku kerjakan, kenapa " tanyaku.


"Kepo nih akunya soal yang tadi pagi"


"Nanti kalau udah siap aku cerita ke kamu"


"Ingat loh harus cerita, ya udah aku pulang dulu, soalnya udah ada yang jemput"


"Siapa yang jemput kamu" Tanyaku.


"Ada deh"


Mila berlalu tanpa jawaban yang pasti aku harus menyelesaikan program pembelajaran ini agar nanti mudah dan pengaplikasian nya pada murid. Setelah selesai aku sejenak membuka ponsel dan terlihat panggilan dari Oki sebanyak dua kali. Tumben aku nelfon aku setelah sekian lama. Aku mencoba hubungi kembali tetapi tidak diangkat. Aku mematikan laptop dan bersiap untuk pulang.


"Pulang bareng yuk Bu Andin" ucap Ibnu menghampiri mejaku.


"Aku bisa pulang sendiri" jawabku.


"Diluar hujan, ntah kapan akan berhenti terlebih jarak rumah kamu juga jauh gimana? "


"Iya juga sih, tapi nggak ngerepotin Bapak nih"


"Jangan panggil bapak "


"Kamu juga manggil Ibu"


"Iya hehehe, nggak ngerepotin lagian rumah kita juga searah"


"Oke, apa boleh buat".


Aku sampai didepan rumah dan hujan pun telah mereda.


" Makasih ya udah nganterin".


"Iya, besok kita berangkat bareng lagi ya"


"Lihat besok aja". Jawabku.


Aku masuk rumah dan pergi membersihkan diri. Malam ini hujan turun dengan derasnya.


Tante Diana ternyata sudah mempersiapkan makan malam untuk ku.


" Ndin, yuk makan malam" Panggil tante.


"Iya, tan" Ucapku.


"Hmmmm... Wangi sekali masak apa hari ini tante "


"Lihat aja dan makan dulu gih".


" Gimana ndin ngajarnya, lancar"


"Lancar kok tante" jawabku.


"Hubungan dengan Ibnu lancar juga nggak "


Aku pun tersedak mendengar ucapan tante.


"Kamu pelan-pelan dong makannya, minum dulu" ucap tante.


"Ada yang salah dengan pertanyaan tante".


"Nggak tan, kaget aja sedang makan nanyain dia" Ucapku.


"Dia baik kan orangnya, nyaman nggak kamu sama dia", tanya tante.


" Sejauh ini biasa aja tante lagian juga kami juga patner kerja nggak lebih"


"Tante harap ada yang jagain kamu apalagi tante kadang jarang dirumah"


"Iya tan" Jawabku dengan agak terpaksa.


Makan malam selesai aku kembali ke kamar dan menyender disofa. Tiba-tiba kangen orang tua di kampung aku menghubungi mama.


" Assalamu'alaikum ma"


"Walaikumsalam"


"udah lama nggak nelfon mama biasanya tiap minggu"


"Maaf mama akhir ini sibuk banget, mama apa kabar, sehat kan"


"Alhamdulillah sehat, kamu gimana ? "


"Sehat ma, kayaknya aku baru bisa pulang akhir tahun mama soalnya sekarang aku sudah diterima sebagai juri event di sebuah Mall jadinya full sabtu dan minggu"


"Iya, nggak papa yang penting kamu bisa jaga diri jangan sampai kelelahan" Ucap mama.


"Iya Ma" Jawabku.


"Sebentar lagi umur kamu udah dua puluh enam tahun, menurut mama sebaiknya kamu sudah mulai membuka hati untuk mendapatkan pendamping hidup. Apalagi kamu hidup jauh dari orang tua, biar mama tenang disini. " Ucap mama menasehati ku.


"Iya mama, ntar kalau ada orang yang tepat aku kasih tau mama. Ya udah mama tidur dulu biar bisa istirahat"


"Iya, mama tutup telfon nya ya"


Mama menutup telfon yang diakhiri dengan salam. Mendengar ucapan mama juga ada benernya sudah lama mengajar disini aku tak sadar sudah biasa hidup mandiri tapi setelah bertemu Oki rasanya hidupku begitu berwarna, dengan dia aku bisa menjadi diri sendiri. Berbeda dengan Ibnu dimana aku harus menjaga setiap ucapan dan perilaku seolah burung didalam sangkar. Hari ini sungguh penuh kejutan semoga malam ini aku diberikan mimpi indah oleh Tuhan.

__ADS_1


Seorang wanita dengan rambut hitam panjang terurai serta dihiasi makeup diwajah nya menghampiri dengan wajah kesal.


"Perempuan nggak bermoral, berhijab tapi ngerebut pacar orang, denger ya kamu nggak akan bisa dapetin dia selagi ada aku, camkan itu".


Perempuan ini mendorong badanku dan pergi tanpa rasa bersalah. Akupun terbangun ditengah malam dengan keringat bercucuran. Ya Tuhan siapakah wanita tadi siapakah orang yang dia maksud. Sungguh mengerikan sekali sikap wanita ini untung ini hanya mimpi.


Aku melanjutkan tidurku hingga tak sadar sudah menunjukkan jam sembilan pagi. Aduh kepalaku pusing dan merasakan badanku panas. Sepertinya aku demam hari ini terpaksa tidak hadir kesekolah. Aku meminta izin kepada Ibu Kepala Sekolah.


"Ndin, kamu nggak ngajar" Ucap tante membuka pintu kamar ku.


"Nggak, tan kayaknya demam tapi tadi udah minta izin kok"


"Tunggu bentar tante ambilin roti dan obat dulu"


Tante masuk kamar kembali sambil membawakan roti dan obat demam untukku.


"Kamu, nggak papa sendiri dirumah atau tante minta Ibnu temenin "


"Nggak papa tan, palingan nanti abis tidur bentar panasnya turun" Ucapku.


"Yaudah tante berangkat dulu".


Akhirnya aku tumbang juga karna sibuk mencari nafkah tanpa memperhatikan diri sendiri. Coba sekarang punya pasangan enak kali ya diperhatikan dan dimanja. Disaat sakit seperti ini sempat-sempatnya otak aku memikirkan hal tak penting seperti ini. Ponselku berdering terlihat panggilan dari Ibnu.


"Halo" Jawabku lemas.


"Kamu sakit ndin" Tanya Ibnu.


"Hmm"


"Aku kerumah ya bawa kamu ke dokter" Ucap Ibnu.


"Nggak usah, palingan ntar sembuh"


"Aku khawatir, kamu kenapa-kenapa"


"Udah mengajar dengan baik ya Pak Ibnu, nggak usah terlalu mikirin saya"


Aku segera menutup telfon agar tidak ada pembicaraan lagi, mataku mulai terpejam dan terlelap setelah meminum obat demam.


Jam di dinding menunjukan pukul lima aku tidur terlalu lama karna demam. Dari kamar terdengar suara tante sedang berbincang dengan seorang pria.


"Tante lihat kekamar dulu ya" ucap tante.


Tante membuka pintu kamar dan duduk disampingku.


"Ada Ibnu diluar mau besuk kamu nih dia bawain apel dan jeruk, kamu mau temui dia"


"Boleh tan, sekalian mau nanyain disekolah ada kabar apa"


"Tante tunggu diluar ya" ucap tante.


Aku mengganti pakaian dan keluar kamar menemui Ibnu diruang tamu.


"Tante tinggal dulu ya Ibnu mau masak dulu" ucap tante.


"Iya tante" Jawab Ibnu


"Makasih ya buahnya"


"Iya, gimana kondisi kamu"


"Udah agak mendingan " Jawabku.


"Kamu istirahat saja dulu beberapa hari agar bisa fit kembali"


"Palingan lusa aku sudah bisa ngajar lagi bosan dirumah sendirian"


"Aku temenin kamu gimana "


"Nggak usah nanti murid kamu terlantar nggak ada gurunya lagian kamu juga gantiin jam aku"


"Eh iya ya, besok pulang sekolah aku kesini lagi, izin pulang dulu cepat sembuh ndin dan kalau perlu sesuatu kabari aku " Ucap Ibnu


"Oke, tan Ibnu mau pulang"


"Aku pulang dulu tan"


"Hati-hati Ibnu" Teriak tante dari dapur.


Tante menghampiriku dengan penuh rasa penasaran.


"Tadi Ibnu ngomong apa ndin" Tanya tante Diana.


"Ngomong tentang sekolah tante" Jawabku.


"Nggak ada niat dia buat nemenin kamu"tanya tante lagi.


" Ada, dia kan gantiin jam ngajar aku kasihan murid nggak ada gurunya " Jawabku dengan cepat agar tante menghentikan pertanyaan nya.


"Seneng dengernya udah ada tanda - tanda dia menaruh hati sama kamu"


"Ih apaan sih tante, aku laper mau makan"


"Yaudah kita makan malam dulu"


Kami menyantap malam yang barusan dimasak tanteku. Masih teringat di ingatanku wajah wanita yang melabrak ku sudahlah nanti malah membuat hilang selera makan.


***

__ADS_1


__ADS_2