Cinta Sebatas Angan

Cinta Sebatas Angan
Kejujuran


__ADS_3

Malam ini aku mengundang Mila untuk datang kerumah untuk memilih mana hadiah yang dia mau. Jujur karna kesibukan mengajar aku tidak memiliki begitu banyak teman wanita hanya Mila yang ku anggap dekat dengan ku. Bel dirumah berbunyi sepertinya tante tidak ada dirumah aku keluar kamar mrmbukakan pintu untuk Mila.


"Mana hadiah buatku, lansung kekamar aja yuk" ajak ku.


Setiba dikamar aku mengeluarkan semua isi belanjaan ku.


"Coklat ini, baju ehmm apalagi ya... " Mila sibuk memilih hadiah.


"Ini sepatu kembaran aku beliin buat kamu modelnya sama tapi warnanya beda kok" ucapku.


"Makasih ya Andin, kamu baik banget".


" Btw ada cerita apa pas lagi liburan"


"Biasa aja " Jawabku.


"Bohong nih... " Mila menggodaku.


"Group guru seni pada heboh tau"


"Heboh kenapa" Tanyaku.


"Lihat status Ibnu"


"Ya Tuhan..., bener-bener ya Ibnu"


"Lah kok marah " ucap Mila.


"Dia ngambil foto tanpa sepengetahuan aku malah langsung upload ke media sosial tanpa izin, nyebelin nggak sih". Ucapku kesal.


" Harusnya kamu seneng berarti dia nyaman dekat kamu maknya lansung di publish " Mila mencoba memenangkan ku.


"Dia mungkin, aku sih nggak"


"Udah ah nggak usah bahas dia dulu ngerusak mood aja" ucapku.


"Oke, oke yang penting aku dapat hadiah liburan dari kamu"


"Besok lansung aku pakai kebetulan ada upacara bendera ".


Tak lama Mila pun pulang dan aku merapikan semua barang bawaan ku yang tanpa disadari ternyata banyak juga. Tak lupa aku memasukan coklat kesukaan tante ke dalam kulkas. Kami walau beda umur tapi punya kesukaan yang sama. Sebelum tidur aku sempatkan melihat galeri foto di ponselku, ternyata setelah aku cek ada foto selfie berdua bersama Ibnu. Dilihat-dilihat dia tampan juga, aduh apaansih jangan sampai aku tergoda pada pria sombong seperti dia. Nada chat masuk berbunyi di ponselku.


Ibnu : udah tidur ndin?


Aku balas nggak ya chat nya, kalau nggak balas aku yang penasaran.


Aku : Bentar lagi


Ibnu : Marah ya sama aku


Aku : Iya


Ibnu : Masalah foto


Aku : Ehmm


Ibnu : Aku minta maaf banget ya, saking senengnya nggak sadar fotoin kamu dan diupload ke status, sampai bikin heboh digroup.


Aku : Ehm


Ibnu : kamu nggak mau, please...


Aku : lihat besok hatiku mau maafin atau nggak, aku ngantuk mau tidur.


Ibnu : Good night, mimpi indah ya.


Ku tarik selimut sambil berfikir, kenapa pria yang baru ku kenal ini dengan berani mengupload foto ku di media sosial nya.


Apakah aku spesial dimata dia, atau ada yang nyuruh dia untuk upload fotoku.


***


Pagi ini kami melaksanakan upacara bendera layaknya sekolah dasar pada umumnya pada awal semester ibu kepala sekolah memberikan pengarahan tanpa merasakan panas pagi sudah mulai meresap ke dalam kulit. Semangat yang menggelora hingga hampir memotong mata pelajaran yang pertama.


Para murid mencari seribu alasan untuk keluar barisan karna bosan mendengar pengarahan yang terlalu lama dari kepala sekolah. Setelah upacara selesai kami para guru masuk kedalam ruang rapat dan para murid masuk kedalam kelas. Saat rapat aku sengaja tak melihat ke arah Ibnu karna masih kesal terhadap perbuatan nya, dari sudut mata terlihat pandangannya tak lepas memperhatikanku seolah mengemis penerimaan maaf dariku. Rapat selesai kami berkumpul diruangan guru dimeja masing-masing. Mila pamer kepadaku dengan memakai sepatu pemberianku.


"Bagus kan dindin" Ucap Mila.


"Iya bagus dikaki kamu" jawabku.


"Bu Andin " Sapa Ibnu.


"Iya Pak " jawabku dengan wajah masam.


"Bisa bicara sebentar, saya tunggu di meja saya buk " Ucap Ibnu.


"Bentar ya Mila "


Aku berjalan menuju meja Ibnu.


"Mau bicara apa Pak Ibnu, buruan saya masih ada kerjaan ".

__ADS_1


" Bisa ngomong baik - baik nggak Bu Andin, duduk dulu tenangkan diri " ucap Ibnu.


"Saya biasa aja kenapa disuruh nenangin diri ".


Ucapku ketus.


" Baiklah seperti nya sekarang bukan waktu yang tepat sepulang sekolah saya tunggu di cafe seberang halte tempat biasa Ibu nunggu angkot.


"Ehm.. "


Aku bersiap untuk masuk ke kelas karna selain guru seni disekolah ini aku juga merupakan seorang guru kelas.


"Selamat pagi Anak - anak"


"Pagi Bu " Jawab muridku dengan semangat.


"Mari kita awali semua kegiatan hari ini dengan berdoa menurut kepercayaan masing-masing.


" Berdoa selesai".


Aku menjelaskan tentang tata tertib dan motivasi kepada para murid agar lebih giat belajar di semester dua ini. Suara berisik menganggu telinga kiri ku.


"Apaan sich, coba liat"


"Nggak ach malu".


" Ada Apa Haris" Panggil ku.


"Nggak ada apa-apa Bu"Jawabnya.


" Sini silahkan maju kedepan"


"Iya Bu.


Haris maju kedepan kelas dengan rasa takut.


" Coba liat apa ditangan kamu"


"Nggak ada apa-apa Bu".


" Milih berdiri sampai kelas berakhir atau memberikan yang ada ditangan kamu"


"Ini Bu.


Haris memberikan sebuah kertas kecil. Aku membuka gulungan kertas itu dan mendapati tulisan Aku suka kamu Sheila. Aku ikut tertawa dalam hati melihat tingkah muridku tapi aku harus tetap menjaga wibawa.


" Sheila silahkan maju kedepan "


"Saya Bu"


"Kamu sudah liat tulisan ini" tanyaku.


"Belum Bu"


"Kalian sering ketemu diluar sekolah? " Tanyaku lagi.


Sheila tak dapat menjawab dan tertunduk malu.


"Baiklah, dengan ekspresi kamu Ibu sudah tahu jawabannya"


"Ibu tidak melarang kalian berteman dengan lawan jenis tapi ingat ada batasnya, apalagi diumur kalian seharusnya harus rajin belajar bukan malah seperti ini"


"Lain kali ibu tidak hal ingin terjadi lagi, di umur sekarang kalian pikirkan dulu bagaimana untuk sukses setelah dewasa nanti, tak lama lagi kalian akan masuk ke bangku SMP. Kalian harus bisa menjaga diri dan pergaulan kalian karna begitu banyak godaan yang akan membuat kalian hancur kalau tidak hati-hati dalam melangkah".


" Silahkan kalian kembali ke tempat duduk"


"Baik Bu, maafkan kami Bu"


"Iya, jangan dilangi lagi" Jawabku.


Waktu berjalan dan kelas berakhir aku bersiap diri untuk pulang.


"Bu Andin, jangan lupa ya", ucap Ibnu.


"Iya Pak". Jawabku.


Sampailah aku di depan cafe yang dituju.


" Masuk Bu, mau apa bu sekalian saya pesankan"


"Spagetti dan Milshake Greentea" Jawabku.


Ibnu pergi kekasir dan lansung membayar pesananku lumayan sore ini makan gratis.


"Pesannya datang makan dulu ndin"


"Ndin" Ucpaku.


"Ini udah diluar sekolah bolehkan"


"Oke" Jawabku.

__ADS_1


"Kamu marah kenapa? "


"Nggak ada"


"Kita udah enam bulan kenal ngga usah bohong"


"Apa hubungannya" Tanyaku


"Ada"


"Hubungan kita berdua"


Aku pun berhenti makan dan berdiri meninggalkan meja.Tiba-tiba Ibnu memegang tanganku.


"Jangan pergi ndin, please denger dulu penjelasan aku " Bujuknya.


Dalam hati ke berkata bikin malu saja nih orang mana cefe nya lagi ramai lagi ribut disini nanti malah viral. Akhirnya aku duduk kembali dalam keadaan kesal.


"Duduk dulu, Oke kamu makan dulu habis itu kita baru ngomong"


Aku memakan dengan lahapnya karna terbawa emosi.


"Laper banget ya"


"Mau ngomong apa" tanyaku.


"Sebelumnya aku mau minta maaf sama kamu soal kejadian waktu itu, jujur aku udah kenal kamu jauh sebelum kita satu sekolah"


"Ehmm" Jawabku sambil menyedot minuman ku.


"Tante Diana adalah orang yang mengenalkan ku dengan kamu, kita sudah sering bertemu saat perkumpulan guru seni. Tapi hanya sekedar tahu nama. Suatu ketika aku terpuruk karna kekasihku menikah dengan pria lain, kami sudah menjalani hubungan sekitar lima tahun dan mempersiapkan segalanya untuk bersama namun dia malah meninggalkanku dan pergi bersama pria lain yang ternyata temanku sendiri"


"Oh" Jawabku terkesan mengejek.


"Aku kehilangan arah hingga berhenti mengajar disekolah sebelumnya dan tanpa sadar melakukan percobaan bunuh diri dikama, untung kakaku datang menyelamatkan ku dan aku masih hidup sampai hari ini"


"


Wajahku hanya mendengarkan dengan datar curhatan dari Ibnu, karna hatiku yang masih belum iklas memafkan.


"Tante Diana adalah teman satu kantor kakaku mereka mengajakku untuk lebih kenal dengan kamu. Awalnya aku tidak yakin tapi seiiring waktu berjalan aku malah nyaman didekat kamu. Kejadian sebelumnya jujur sudah diatur oleh tante Diana semua demi kebaikan kamu, sekali lagi aku minta maaf sudah masuk kehidup kamu tanpa permisi" Ibnu bercerita dengan serius sambil terus memandang wajahku.


"Aku masih belum bisa menerima semua keadaan ini, karna semua serba tiba-tiba kamu muncul dan tahu aku pergi ke negara tetangga. Aku pulang dulu, makasih traktiran nya"


"Sudah malam angkot juga tidak ada lagi kearah tempat tinggal kamu, kali ini biar aku yang antar kamu kerumah" Ucap Ibnu.


Apalah daya diriku yang tidak punya kendaraan sendiri harus menunggu angkot dua kali setiap pulang kerja demi keselamatan ku terpaksa pulang diantar pria ini, hitung-hitung hemat ongkos.


"Iya bener juga, kamu ngobrol nya lama keburu malam deh" ucpaku jengkel.


"Iya, yuk masuk mobi".


Didalam mobil aku hanya diam sambil berfikir setelah ini aku harus bersikap bagaimana dengan pria ini, kebetulan lagu didalam mobil sesuai dengan perasaan ku saat ini. Ku memandang ke luar menikmati suasana malam kota. Tanpa sadar aku sudah sampai didepan rumah.


" Sudah, sampai ndin" Ucap Ibnu.


"Kamu bisa tahu rumah aku" Tanyaku.


"Tadi kan sudah aku bilang semua sudah diatur tante Diana"


"Ehmm, makasih udah anterin" ucapku.


"Sampai ketemu besok ya"


Aku membuka pintu dan masuk rumah dengan wajah lelah serta hati yang resah.


"Sudah pulang ndin"


"Ehm, iya tan" Jawabku.


"Jutek banget, marah ya sama tante"


"Iya" Jawabku.


"Maafin tante ya, sebelum nya tidak memberi tahu kamu soal Ibnu"


"Dia sudah cerita kok"


"Syukur lah tante nggak harus jelasin lagi, semoga hubungan kalian bisa berjalan dengan lancar ya dan pelan-pelan saling mengenal satu sama lain"


"Ibnu adalah pria yang baik dan bisa jagain kamu, tante harap kamu jangan marah lagi ya"


"Iya tan" Jawabku.


"Senyum dong"


"Ehm"


"Ya udah bersihin dulu sana, bau matahari kamunya "


"Enak aja tante ngomong"

__ADS_1


Aku pergi ke kamar dan membersihkan diri dan sholat. Aku keluar dan duduk diteras ditemani makanan ringan sambil memikirkan pertemuan sore tadi. Ku lihat malam ini bintang bersinar dengan indahnya seolah memberi sinyal bahwa pertemuan tadi pertanda awal yang baik tentang hubungan ku dengan Ibnu.


***


__ADS_2