
Siang ini matahari sungguh menyengat kulit mengharuskan ku untuk memakai pakaian nyaman agar tidak kepanasan. Aku menunggu angkot di halte dekat rumah ku untuk berangkat ke Mall tempatku bekerja. Dari jauh terlihat motor Oki yang hendak menghampiri ku.
"Mau kemana ndin" tanya Oki dengan semangat.
"Ke Mall biasa" Jawabku.
"Aku antar ya kebetulan juga mau ngadem , lagian sudah sekian purnama tak jumpa kamu jadi kangen" Ucap Oki sambil menggoda ku.
"Yuk" aku menaiki motor Oki hitung-hitung bisa hemat ongkos. Bersama Oki serasa aku menjadi diri sendiri, kami mencari jalan pintas agar sampai dengan cepat dan tidak terkena macet maklum sekarang akhir pekan. Kami sampai di basement Mall Oki memakirkan motornya.
"Duh, pegel " ucapku sambil memegang pinggang.
"Kenapa ndin? Tanya Oki.
" Pegel pinggang ku naik motor besar ini" Jawabku.
"Makanya pegangan dong ndin" Ucap Oki.
" huh, cari kesempatan yuk masuk" Ajak ku.
Kami memasuki mall aku pergi kebagian tempat kantor EO ku bekerja.
"Belum telat kan Kak" tanyaku.
"Belum ndin kebetulan kamu datang awal waktu diwaktu kerja hari pertama" Jawab Kak Andika. Dia adalah manager di EO ini berwajah tampan dan berbadan tegap serta sangat ramah. Aku sudah mengenalnya lumayan lama karna sering bertemu dalam event hiburan kebetulan aku sebagai penyanyi.
"Ini siapa ndin"
" Temen kak" Jawabku.
"Izin dulu ke temennya kita briefing dulu diatas bersama tim" Ajak Kak Andika.
"Oki kamu nggak papa kan aku tinggal atau kamu mau muter-muter dulu soalnya aku mau kerja dulu" Ucapaku manja.
"Iya nggak papa lagian tadi niatannya cuma mau nganter kamu, its okay smangat ya" Jawab Oki dengan kaku.
Kayaknya Oki nggak senang aku tinggal ya gimana lagi namanya aku juga kerja baru masuk pula ya harus ikuti peraturan.
Aku mengikuti briefing bersama tim sambil menikmati makan siang di sebuah resto di Mall ini. Kak Andika menjelaskan tentang tata tertib event ini. Aku mendengar dan menyimak dengan baik.
"Andin kamu bertugas sebagai juri event walau terdengar mudah kamu harus objektif dan menghadapi masalah apapun dengan tenang" Kak Andika menasehati ku.
"Baik, kak saya akan coba dan belajar"
"Oke, mari kita bersama merayakan kedatangan Andini Syofiana yang telah bergabung bersama EO kita.
Jam sudah menunjukan pukul dua siang kami bersiap turun ke lantai satu untuk memulai acara.
Hari ini EO mengadakan lomba menyanyi antar pelajar. Aku menjadi juri untuk pertama kalinya di event ini.
" Ndin ini temen yang akan jadi patner juri kamu" Ucap kak Andika
__ADS_1
"Perkenalkan saya Jeni, salam kenal ya ndin"
Ucap wanita cantik baju merah berambut panjang dengan tinggi semampai ini.
"Salam kenal juga Jeni" jawabku canggung.
Kami duduk berdua memperhatikan peserta lomba. Peserta lomba ada yang menyanyi dengan bagus ada yang menyanyi dengan sekedarnya.
"Wah yang ini fales sayang padahal suaranya bagus " Ucapku.
"Yang penting paket komplit ndin" jawab Jeni.
"Menurut ku penilaian harus objektif Jen" Ucapku agak kesal.
"Kita lihat nanti aja " Jawab Jeni ketus.
Semua peserta sudah tampil kami mendiskusikan siapa yang akan menjadi pemenang pada even kali ini. Kak Andika juga ikut dalam diskusi, kami adu argumen dengan alot karena Jeni ngotot memenangkan wanita cantik yang tadi bernyanyi dengan fales.
Aku dan Kak Andika tidak setuju dia menjadi juara. Akhirnya kami memutuskan dia menjadi juara kedua. Penyebutan pemenang diumumkan oleh pembawa acara.
"Juara pertama adalah no lot 5" Ucap pembawa acara.
Semua penonton bersorak senang terdengar sesumbar suara dari para penonton.
"Akhirnya lomba ini bersih dari nepotisme, lain kali juga aku mau ikut event di Mall ini " ucap pria ini.
Hatiku bertanya memang selama ini penilaian lomba yang diadakan bagaimana.
"Selamat ya ndin, acara pertama kamu sukses" ucap kak Andika.
"Aku permisi dulu ya Kak, udah dijemput Ibnu"
Ucap Jeni dengan nada jutek.
Nama Ibnu terasa tidak asing ditelinga ku untuk mengobati rasa penasaran aku mengikuti Jeni pelan - pelan dari belakang.
Apa aku nggak salah lihat pria berbaju kaos merah yang mengandeng Jeni adalah Ibnu yang satu sekolah denganku. Sudahlah mungkin aku salah liat ucapku dalam hati.
"Aku izin pulang dulu ya Kak" Ucapaku pada Kak Andika.
"Makasih ya Ndin, nanti feenya ditransfer" Ucap Kak Andika sambil tersenyum.
"Oke Kak" jawabku.
Aku berjalan menuju keluar Mall karena jam sudah menunjukan pukul lima sore. Tiba-tiba Oki datang mengagetkan ku.
" Aku antar pulang ya Ndin" Oki muncul di hadapanku.
"Ih kamu ngagetin saja, kemana aja tadi? " tanyaku.
"Muter-muter dan merhatiin kamu" ucap Oki.
__ADS_1
"Kok aku ada liat kamu " ucapku senang sambil Ibnu.
"Orang yang nonton ramai mana mungkin kamu bisa melihat keberadaanku " ucap Oki
"Iya juga sih" ucapku.
" Tapi tenang di hatiku tetap ada kamu" ucap Ibnu merayu.
"Mulai gombalin aku ya, yuk pulang " ajak ku.
"Kita mampir di toko minuman dulu ya beli minuman kesukaan kamu " ucap Oki.
"Kamu tau aja aku lagi haus"
Kami mampir ke outlet milkshake yang sudah jadi langganan kami berdua, aku memesan green tea dan Oki memesan choco latte.
"Aku yang traktir ya kebetulan gaji pertama ku sudah masuk " ucapku sambil membayar minuman di kasir.
"Makasih ya ndin, sering-sering ya" ucap Oki menggodaku.
Kami bercengkrama sambi minum tanpa sadar sudah sampai di basement. Oki menaiki motor besar Oki tak terbayangkan pinggang ku akan sakit setelah turun dari motor.
"Bu guru pegangan aja ntar jatuh lho" ucapku Oki meledek ku
"Nggak ah ntar kelihatan sama pacar kamu" ucapku.
"Pacar aku kan kamu" jawab Oki tanpa pikir panjang.
" Kepedean banget kamu" ucapku dengan tersipu malu.
Kami menikmati udara sore di perkotaan yang dipenuhi kendaraan karena bertepatan dengan para buruh pabrik berganti shif kerja. Ketika bersama Oki aku merasakan kenyamanan tanpa canggung untuk bersikap dan dia selalu membuatku tersenyum dengan tingkahnya.
Akhirnya tak terasa waktu berjalan kami sampai di depan rumah.
"Makasih ya pangeran berkuda besi" ucapku menggoda Oki.
"Sama-sama Princes, ya sudah masuk sana " jawab Oki sambil tertawa .
Bersyukur hari ini aku menjalani hari dengan tenang dan damai pekerjaan baru dihari pertama berjalan lancar. Aku masuk rumah dan membersihkan diri dan bersiap untuk makan malam.
"Tante liat hari ini kamu senang banget habis jalan sama Ibnu ya" ucap tante dimeja makan.
"Nggak ah tan aku abis jalan sama Oki" jawabku datar.
"Oh, kirain sama Ibnu kapan-kapan kenalin dong ke tante" ucap tante.
"Ehm iya tan" Jawabku sambil mengunyah makanan.
Kami pun diam sejenak dan menyelesaikan makan malam aku pergi ke kamar untuk beristirahat sejenak dari aktivitas hari ini.
Masih terbayang di pelupuk mata saat Ibnu menggandeng tangan Jeni di Mall tadi. Apakah hubungan Jeni dengan Ibnu sepertinya mereka terlihat sangat dekat. Apa aku tanyakan lansung sama Ibnu pas hari senin ya. Nanti malah dia kepedean bilang aku cemburu.
__ADS_1
Aku menarik selimut dan memejamkan mata semoga malam ini mimpi indah dan besok bangun dengan ceria.
***