Cinta Sebatas Angan

Cinta Sebatas Angan
Getaran Cinta


__ADS_3

Siang ini hujan begitu betah membasahi bumi membuat udara yang tadi panas menyengat kulit menjadi sedingin salju. Sesuai dengan perasaan ku saat ini hehe. Aku pun tertawa dalam hati sambil senyum senyum sendiri sambil berkhayal liburan bersama Ibnu sambil berpegangan tangan layaknya sepasang kekasih.


"Bu Andin " Panggil siswi ku.


Aku masih belum sadar dalam khayal ku.


"Bu Andin " Sambil menggoyangkan tanganku.


"Iya, ada apa nak " Jawabku.


"Ibu dari tadi aku manggil nggak dengar " ucap siswi ku jengkel.


"Maaf ya nak Ibu nggak fokus tadi " ucapku.


"Sekarang udah mau jam pulang pulang para murid udah nungguin hasil penilaian Ibu dari prakarya tadi" Ucap Murid Ku.


"Maaf ya nak tadi Ibu ke toiletnya lama, makasih udah ingetin Ibu" ucapku.


Aku dan murid ku berjalan menuju kelas.


"Baiklah para murid Ibu sekalian peringkat terbaik pada hasil pra karya hari ini adalah.


Dita, Joni dan Indra ditunggu ya minggu depan hadiah terbaik dari Ibu. Mari kita belajar hari ini dengan bersyukur dan mengambil hal baik. Semua murid di silakan pulang ke rumah masing-masing jangan kelayapan ya. Ucap ku pada semua murid.


Semua murid bersalaman dan satu-persatu keluar kelas untuk pulang. Aku pun kembali menuju ruangan guru. Aku bersiap-siap untuk pulang dan ponselku berbunyi. Terlihat nada ponsel ku berbunyi terlihat panggilan dari Ibnu. Tumben pria ini menghubungi diwaktu yang tepat pas waktu pulang sekolah.


Aku : Halo


Ibnu : Hai, apa kabar ndin?


Aku : baik, kamu gimana?


Ibnu : Baik, bisa lihat ke jendela sebentar?


Aku melihat keluar melalui jendela, terlihat Ibnu melambaikan tangan ke arahku. Apa lagi yang akan dia lakukan padaku kenangan baik apa buruk.


Aku : Ngapain kamu diluar bukannya lagi sakit.


Ibnu : kamulah obatnya, malam ini aku milikmu temani aku.


Aku : Ih dasar lelaki hidung belang, tunggu aku di depan.


Aku berjalan menuju gerbang sekolah menghampiri mobil Ibnu. Ibnu dengan cekatan membukakan pintu untuk ku. Aku memasuki mobil dengan perasaan yang berbunga-bunga.


Ibnu memasuki mobil dan menghidupkan mesin mobil. Dalam perjalanan kami berbincang tentang sekolah tanpa disadari ada motor melintas di depan mobil membuat kami terkejut dan Ibnu memutar stir aku pun terseret menyender menyentuh pundak Ibnu.


"Kamu amankan ndin" tanya Ibnu khawatir.


"Lumayan, kamu gimana Ibnu " ucapku.


"Masih syok, maaf ya ndin zaman sekarang banyak nggak benar orang bawa kendaraan"


"Iya aku paham untung kamu jago bawa mobilnya"ucapku menenangkan Ibnu.


Aku merapikan hijab ku dan memperbaiki posisi duduk ku. Ibnu kembali melajukan mobilnya dan mengajak ku ke sebuah tempat wisata di kota yang mana tempat ini sering ku datangi dengan Oki. Waduh kenapa saat bersama Ibnu malah ingat Oki. Ia memarkirkan mobil dan kembali membukakan pintu untuk ku. Kami berjalan menuju tepi pantai.


" Kita nikmati sore ini di sini ya ndin" ucap Ibnu dengan lembut.


"Iya sambil melihatnya birunya air pantai " ucapku.


"Kirain sambil lihatin aku" ucap Ibnu menggodaku.


"Tunggu bentar ya" Ibnu berjalan menuju sebuah outlet memesan makanan dan minuman untuk kami berdua. Ibnu dan aku duduk di tempat yang ada di tepi pantai.


"Maafkan aku ya ndin soal waktu itu" ucap Ibnu sambil memegang tanganku.


"Maaf untuk apa?" tanyaku pura-pura amnesia.


"Saat kamu melihat aku dan Jeni sungguh itu khilaf ndin " ucap Ibnu meyakinkan ku.


"Mengapa harus minta maaf lagian itu hak kamu" ucapku menahan amarah.


"Aku paham ndin itu hak aku nurani menolak saat kejadian itu" ucap Ibnu.

__ADS_1


"Menolak apa doyan" ucapku.


"Pesanannya datang kak" ucap pelayan.


"Terima kasih" Ucap Ibnu.


"Beneran ndin aku nggak sadar" Ibnu kembali berusaha meyakinkan ku.


"Santai aja kali lagian kita cuman teman nggak usah baper" ucapku mencairkan suasana.


"Kasihan makanannya di anggurin " ucapku.


"Kamu maafin kan" ucap Ibnu lagi.


"Iya aku maafin tapi nggak lupa ya" ucapku sambil tertawa.


"Yah itu namanya dendam " ucap Ibnu.


"Iya aku maafin, puas"


"Lepasin tangganya nggak enak dilihat orang" ucapku sambil melotot.


"Iya... iya "


"Senangnya hati ini denger kamu udah maafin aku, beberapa hari ini nggak tidur nungguin balasan chat dari kamu tapi tak ada hasil. Akhirnya aku mutusin buat ketemu kamu dan siap menerima konsekuensinya. Makasih ya ndin semoga kita bisa terus seperti ini. Lihat ndin remaja berdua itu" ucap Ibnu mrngejek ku.


"Dasar remaja zaman sekarang apa apa selfi, apa apa bikin status" ucap ku meledek remaja yang barusan kami lihat.


Ibnu menggeser kursinya disamping ku. Dengan santainya mengeluarkan ponselnya dan mengambil gambar kami berdua dengan kamera depan.


"Senyum dong ndin" ucap Ibnu.


"Oh iya " ucapku kaget.


"Boomerang" ajak Ibnu.


"hmm " Jawabku.


"Akhirnya kita punya foto berdua ya ndin seru nih, lain kali bikin lagi ah" ucap Ibnu dengan senang.


Detak jantungku semakin cepat saat berada di samping Ibnu terlebih perlakuan Ibnu saat ini membuat khayalanku tadi seakan sebentar lagi jadi kenyataan. Kami menikmati matahari terbenam dengan terdiam tanpa kata mensyukuri nikmat Tuhan menciptakan alam yang indah.


"Udah mau malam yuk jalan lagi " ajak Ibnu.


"Mau kemana lagi, aku belum mandi loh bau nih" ucapku


"Semprotin parfum aja biar wangi he he he " ucap Ibnu mengejek ku.


"Yah berarti emang bau dong " ucapku .


"Nggak masih wangi yuk jalan lagi " ajak Ibnu tanpa sadar menarik dan menggandeng tangan ku. Aku pun tanpa sadar pun menikmatinya hingga parkiran mobil. Kami sampai diparkiran mobil.


"Apaan sih main gandeng aja anak gadis orang " ucapku pura-pura kesal.


"Maaf ndin nggak sadar lembut ya tangan kamu" ucap Ibnu.


"Dasar genit " ucapku kesal.


Kami memasuki mobil dan menuju tempat berikutnya kami berhenti di sebuah hotel mewah. Wah perasaan mulai nggak tenang pikiran buruk menghantui.


"Yuk turun ndin" ajak Ibnu.


"Ngapain ke hotel awas ya kamu macam-macam tak tonjok " ucapku seraya mengancam.


"Tenang ndin aku nggak seburuk pikiranmu " ucapan Ibnu seraya menenangkan ku.


Kami turun dan memasuki lobi hotel dan memasuki lif lansung menuju sebuah resto yang ada di roof top hotel ini.


Kami pun menuju tempat duduk yang telah diarahkan pelayan resto. Ternyata tanpa sepengetahuan ku Ibnu sudah reservasi meja kami dan memesan makanan nya. Aku terpana pergi ke tempat semewah ini hanya memakai baju kerja untung aku memakai blazer warna merah ku agar tak terlihat seragam kerja.


Pesanan kami datang appetizer dua mangkok sup. Seiring pesanan datang terdengar sayup suara live musiknya menyebutkan nama Andini Syofia. Aku pun spontan melihat pada sang vokalis.


"Kami persilahkan kepada saudara Ibnu mempersembahkan sebuah lagu untuk mbak Andini Syofia" panggil sang vokalis.

__ADS_1


"Aku ke sana sebentar kamu makan duluan ya" ucap Ibnu.


Aku masih tercengang melihat Ibnu berjalan menuju panggung dengan gagahnya.


"Lagu ku ini ku persembahkan untuk Andini Syofia dengan judul Kesempurnaan Cinta" ucap Ibnu.


Ibnu pun menyanyikan sebuah lagu dari Rizki Febian dengan indahnya. Getar cinta kah ini tanpa ada tanda khayalan ku terwujud dalam waktu ku sekejap. Tak lama makanan inti datang Main course steak sapi dan spagetti seafood. Ibnu kembali ketempat duduk diiringi tepuk tangan dari para pengunjung resto. Harus diakui suara Ibnu memang bagus tak jauh beda dengan suara Rizki Febian.


"Bagus nggak ndin suara ku" ucap Ibnu dengan nada sombong.


"Lumayan lah, enak didengar " jawab seraya sedikit memuji.


"Yuk makan lagi, dagingnya enak " ucap Ibnu.


Tak lama datanglah makanan penutup dessert ice cream dan beberapa kue.


Aku melahap dengan nikmatnya maklum gadis perantauan jarang makan mewah seperti ini kecuali saat ada event.


"Semangat banget makannya, izin ya" ucap Ibnu sambil menyeka makanan sisa di ujung bibir ku.


"Ehm makasih, jadi malu akunya " ucapku tersipu malu.


Kami memandang kota dari atas ini sungguh tak pernah terbayangkan bisa di situasi saat sekarang. Serasa tak ingin berakhir hari ini.


Ponsel ku berdering terlihat nada panggil dari Tante Diana.


Aku : Ya tan


Tante Diana: Lagi dimana ndin


Aku : Makan sama Ibnu tan, bentar lagi pulang.


Tante Diana: Oh gitu tante tunggu ya nggak enak pulang larut malam dilihat tetangga.


Aku : Ok, baik tan.


Ibnu menyadari tante yang menghubungi dia pun mulai bergegas untuk pulang.


"Yuk pulang ndin, ntar kalau telat nggak dibolehin ketemu kamu" Ajak Ibnu.


"Oke" ucapku.


Kami masuk lif dan menuju basement menaiki mobil didalam mobil aku berkata.


"Terima kasih ya kamu udah bikin aku happy hari ini" ucapku sambil tersenyum.


"Aku yang harus mengucapkan terimakasih sama kamu udah mau menemui dan menemani ku, aku harap semoga bisa terus seperti ini " ucap Ibnu seolah-olah memberi harapan untuk ku.


Karena terlalu asyik mengobrol sambil kami sudah sampai di tujuan.


"Aku masuk dulu ya hati-hati nyetirnya" ucapku.


"Aku antar ke atas ya" ucap Ibnu


"Nggak usah, buruan pulang kamu masih pemulihan" ucapku dengan membujuk.


"Iya naik tangga dulu" ucap Ibnu.


Aku menaiki tangga dan membalikan badan kebelakang Ibnu melambaikan tangan dan pulang. Aku memasuki rumah dan melihat tante yang sudah ketiduran menungguku.


"Bangun tan, aku udah pulang maaf ya tan" ucapku seraya membangunkan tante Diana.


"Oh kamu sudah bangun, syukurlah tante ke kamar dulu" ucap tante sambil bangun dan masuk kamar.


Aku masuk kamar dan membersihkan diri serta bersiap untuk tidur. Aku chat Ibnu menanyakan sudah dirumahnya atau belum.


Aku: Sudah sampai rumah


Ibnu : Sudah, aku tidur dulu mimpi indah ndin sampai ketemu besok.


Aku : Oke.


Aku terbujur di atas kasur dan menarik selimut sambil memandang loteng kamar. Ibnu memang berbeda dengan Oki dari sifat dan perlakuannya terhadapku. Sungguh getaran di hati ini masih terasa belum pernah aku diperlakukan seperti tadi oleh seorang pria terlebih dia adalah pria yang ku kagumi. Ku menadahkan tangan berdoa dan perlahan memejamkan mata.

__ADS_1


***


__ADS_2