Cinta Sebatas Angan

Cinta Sebatas Angan
Rasa Yang Terpendam


__ADS_3

Hari ini aku berangkat mengajar seperti biasanya aku datang ke sekolah dengan hati dan wajah yang harus selalu bahagia karena itulah resiko seorang guru. Setelah mengajar aku merasakan hal yang aneh dari tadi pagi tidak melihat Ibnu dia nggak ada kabar.


"Ngapain bengong ndin? " tanya Mila.


"Nggak ah " jawabku.


"Cariin dia ya" tanya Mila lagi.


"Dia siapa " Jawabku malu.


"Siapa lagi  kalau bukan Ibnu, dia sakit" Ucap Mila.


"Sakit apa Mila? " tanya ku ingin tahu.


"Sakit mau menikah " Jawab Mila.


"Ha yang bener" Ucap ku dengan kaget.


"Gitu banget ekspresi nya nggaklah sakit lamanya kambuh dan sekarang lagi dirawat di rumah sakit " ucap Mila.


"Kita besuk yuk" ajak ku.


"Oke nanti kita ketemu di Mall sekalian beli buah-buahan buat dia" Ucap Mila.


"  Oke" Jawabku.


Heran kenapa Mila terkesan menghindar padahal kita satu sekolah kenapa harus berangkat ke Mall terpisah. Sepertinya Mila menyembunyikan sesuatu dari aku. Aku membuka laptop dan mengerjakan bahan yang akan ku ajarkan dihari berikutnya. Tanpa disadari waktu sudah menunjukan pukul tiga  aku bersiap untuk menuju Mall tempat ku berjanji dengan Mila. Setelah sampai di  Mall aku menuju food court tempat menjual buah-buahan. Setelah tiga puluh menit berlalu Mila tak juga muncul aku menelfon nya untuk memastikan keberadaan nya.


Mila : Udah sampai di Mall ndin?


Aku : udah, kamu dimana kok nggak ada


Mila : Tunggu bentar ntar lagi aku kesana


Aku : Mil...


Mila mematikan telfon dari ku dengan buru-buru dan tidak mau memberi tahu dimana keberadaan nya hal ini semakin membuat ku penasaran terlebih tadi aku juga mendengar suara pria. Tak lama Mila datang dengan nafas yang terengah-engah.


"Maaf ya ndin lama" Ucap Mila


"Kamu dari mana " Tanyaku kesal.


"Tadi ada ketemu teman dulu bentar" Jawab Mila.


"Pacar baru kamu? " tanyaku.


" Belum baru pendekatan, yuk kita milih buahnya" jawab Mila terkesan mengalihkan pembicaraan.


Aku menghela nafas panjang agar tidak terbawa emosi. Kami berdua memilih buah-buahan yang akan disusun dalam keranjang. Setelah membayar ke kasir Mila masih sibuk dengan ponselnya membuat ku semakin tidak nyaman. Naluri ku mengisyaratkan bahwa aku mengenal calon pacar baru Mila.


" Sudah datang ndin taksinya onlinenya " Ucap Mila.


"Oke kita keluar" Jawabku datar.


Didalam mobil kami bercengkrama membicarakan gosip terkini selebriti agar tidak monoton kami sampai didepan rumah sakit.


Dan menanyakan ruang tempat Ibnu dirawat di resepsionis. Kami berdua yang menggunakan hijab entah kenapa terkesan asing didalam rumah sakit ini mungkin. Sebelum memasuki kamar rawat inap dari kaca terlihat wanita paruh baya yang berdoa sambil mengepalkan tangan. Jiwa ku tersentak melihat pemandangan ini dan dada ku sesak ternyata kita seamin namun tak seiman.


Aku berusaha menguatkan diri walau di dalam hati sudah berkecamuk.


"Selamat sore permisi tante, kami teman mengajar Ibnu" ucapku ramah.


"Mari silakan masuk, maaf Ibnunya baru istirahat silahkan duduk".ucap Ibu Ibnu.


Mila dan aku duduk di sofa dan  meletakkan buah yang tadi kami beli


" Baik tante, kalau boleh tahu Ibnu sakit apa ya tante? " tanyaku.


"Ibnu mengidap penyakit jantung keturunan dari papanya, kalau boleh tahu nama kalian berdua siapa ya biar kita saling mengenal" ucap Ibu Ibnu yang memakai blouse set serba putih.


"Perkenalkan tante saya Andin dan teman saya Mila " ucapku


"Iya tante saya Mila teman mengajar Ibnu" ucap Mila


"Baik, kalian panggil saja tante Maria , Andin bukannya keponakannya Diana? tanya tante Maria dengan semangat.


"Iya tante saya keponakan tante Diana" Jawabku pelan.


"Salam ya buat Diana, keponakan nya tak kalah cantik dari tantenya, Ibnu sering cerita loh tentang kamu" ucap tante Maria.

__ADS_1


"Cerita yang baik-baik kan tan" ucapku malu.


"Pertanda nih ndin" ucap Mila menggodaku.


Aku mencubit Mila agar tidak merusak suasana.


"Tenang aja biar jadi rahasia ibu dan anak saja " ucap tante Maria.


" Ini buah-buahan dari kami untuk Ibnu tante " ucap Mila.


"Makasih ya kalian udah repot bawain ini, Ibnu pasti seneng menerimanya" ucap tante Maria sambil tersenyum.


"Ya udah tante kami permisi dulu takutnya nanti malah ganggu istirahatnya Ibnu" ucap ku sungkan.


"Sekali lagi terima kasih ya kalian sudah meluangkan waktu kesini" ucap tante Maria.


"Kami permisi dulu ya tante" Ucap kami berdua.


"Hati-hati ya" ucap tante Maria.


Kami berjalan menyusuri lorong rumah sakit menuju pintu keluar dari arah yang berlawanan wanita berambut panjang dengan setelan serba hitam berjalan ke arahku.


"Kamu juga kesini ndin" tanya Jeni.


"Iya Jen" jawabku datar.


"Besuk Ibnu juga" tanya Jeni dengan gaya sombongnya.


"Iya, aku duluan ya " ucap ku buru-buru.


"sampai jumpa besok ya" ucap Jeni sambi berjalan melewati ku.


"Kamu amankan ndin" tanya Mila.


"Aman kok, emangnya ada apa? " tanyaku.


"Dia kan dulu tunangannya Ibnu" ucap Mila dengan semangat.


"Kamu tahu dari mana Mil" tanyaku.


"Makanya kamu update dong ndin jangan liat video lagu terus, dia selebgram di kota ini hampir semua orang tahu dia seorang penyanyi dan pengusaha muda yang kaya raya"   Mila menjelaskan dengan menggebu.


Malam ini sepertinya aku tidak pulang ke rumah karena sudah malam takutnya terjadi apa-apa dijalan. Aku memutuskan menginap di rumah Mila dan memberitahu tante agar tidak khawatir.


Aku : Halo tan.


Tante Diana : Iya ndin kamu dimana


Aku : aku nggak pulang malam ini tan, menginap di rumah Mila soalnya tadi abis besuk Ibnu.


Tante Diana: Ibnu sakit apa


Aku : sakit jantung tan


Tante: Ya sudah kalau gitu, hati-hati ya .


Dalam perjalanan Mila menceritakan tentang Jeni kepadaku dengan semangat nya tanpa dia tahu hati ku didalam hancur berkeping-keping mengetahui dia yang sebenarnya. Apalah daya bagi ku yang hanya wanita perantauan sederhana yang hidup berjuang menafkahi diri sendiri di kota ini berbanding terbalik dengan Jeni yang cantik, pintar dan kaya raya.


***


Siang ini aku menjadi juri di Mall tempat biasa kali ini EO mengadakan lomba dance antar pelajar se kota ini.


"Sendiri aja ndin" tanya kak Andika.


"Iya kak " jawabku datar.


"Mana cowok yang kemarin " tanya kak Andika lagi.


"Nggak ada kabar kak dianya" jawabku simpel.


"Apapun yang terjadi tetap melangkah maju ya ndin selagi kamu muda dan sehat " ucap Kak Andika menyemangati ku.


"Baik makasih ya kak, aku kedepan dulu "


Aku berjalan menuju kursi juri disana sudah terlihat Jeni yang duduk dengan elegannya.


Diriku dengannya bagai siang dan malam sangat jauh berbeda. Aku tak berhak untuk menghakimi Jeni karena keegoisan diriku sendiri.


"Hy Jen, udah duluan datang" sapa ku ramah.

__ADS_1


"Hy ndin, ketemu lagi yuk duduk" ucap Jeni.


Kami berdua duduk melihat MC membuka acara dan menilai peserta lomba dance yang peserta merupakan pelajar sungguh energik nya mereka.


"Yang ini bagus ya ndin gerakannya" ucap Jeni.


"Iya Jen" jawabku berbisik.


Suara riuh penonton membuat semakin serunya event kali ini tak butuh lama kami menentukan pemenang pada event lomba dance tingkat pelajar kali ini.


"Kita makan dulu yuk ndin" ajak Jeni.


"Aku masih kenyang Jen" jawabku terkesan menolak.


"Ayuk pesan cemilan aja sekalian ngobrol-ngobrol" ajak Jeni memaksaku.


"Baik kalau gitu" jawabku dengan berat hati.


Kami menuju sebuah resto ada didekat pelaksanaan event tadi.


"Pesan apa ndin kali ini aku yang traktir" ucap Jeni.


"Kamu ulang tahun ya mau traktir aku segala " ucapku.


"Nggak ah anggap aja ini sebagai perkenalan resmi kita sebagai seorang teman " ucap Jeni.


"Oke, aku pesan Milkshake Greentea dan Chicken Blackpepper" ucapku.


"Aku Milkshake greentea dan Spageti Seafood" ucap Jeni.


Tak lama pesanan kami datang kami menyantap makanan dengan lahapnya.Makanan disini sungguh enak lain kali aku akan datang kesini lagi.


"Kamu nyaman nggak berada di dekat Ibnu" tanya Jeni.


"Maksud kamu apa nanya hal itu" ucapku dengan nada marah.


"Aku tahu apa yang kamu rasakan  ndin, Ibnu selalu menceritakan tentang kamu. Setiap wanita yang mendapat perlakuan spesial dari dia pasti beruntung, tapi hanya aku yang tidak menghargai hal itu" ucap Jeni.


"Aku mengecewakan kepercayaan dia dengan menikah dengan sahabat nya sendiri"


"Jadi kamu wanita yang buat kehidupan Ibnu hancur" tanyaku menahan emosi.


"Bener ndin, aku terlalu egois tanpa memikirkan hubungan kami yang sudah lima tahun penuh perjuangan, akhirnya pernikahan ku dengan sahabatnya tidak bertahan lama kami berpisah. Aku menyadari selama ini Ibnu adalah kekasih terbaik yang pernah ku miliki.


Sekarang aku berusaha memperbaiki keadaan walaupun sulit. " Ucap Jeni dengan menahan air mata.


"Setiap manusia pasti punya salah Jen, penyesalan selalu datang diakhir jadikan semuanya pelajaran terbaik dalam hidup kamu untuk lebih baik lagi" ucapku menyemangati Jeni.


"Aku tahu sekarang di hati Ibnu hanya ada kamu, terlihat dari perilaku dan ceritanya semua ada kamu".ucap Jeni.


" Kamu jangan berpikir berlebihan Jen, aku hanya sebatas teman kerjanya tidak lebih.


ucap ku menenangkan Jeni.


"Aku sudah mengenal Ibnu dari kecil ndin, dia tak pernah bersifat seperti itu kepada wanita terlebih saat kita bertemu di Mall kala itu dia meninggalkan makanannya demi mengejar kamu" ucap Jeni.


"Aku nggak percaya Jen bukannya kalian menikmati makan berdua" ucapku menahan diri.


"Beneran ndin, aku sendiri kaget lihat kejadian itu" ucap Jeni.


Pembicaraan kami pun berakhir karna hari sudah beranjak sore. Dalam waktu yang sikat kami menjadi akrab ternyata Jeni tak seperti yang aku pikirkan. Kami saling menukar nomor telfon dan saling follow di media sosial.


Aku pun pulang ke rumah menaiki angkutan umum untuk sampai di rumah aku membersihkan diri. Aku melewatkan makan malam karena sudah kenyang makan di Mall.


Ada notifikasi pesan masuk di ponsel ku.


Ibnu : Makasih ya ndin udah aku makan jeruknya.


Tak terbendung rasa bahagia ku membaca pesan dari Ibnu. Di satu sisi aku teringat cerita tentang Jeni tadi siang. Kegalauan menghantui batinku.Aku membalas pesan ibnu.


Aku : Iya, gimana kondisi kamu?


Ibnu : Udah agak mendingan, palingan sebentar lagi kita bisa makan bersama lagi.


Aku : Cepat sembuh ya.


Jantungku berdegup kencang membaca pesan dari Ibnu yang tak sabar makan bersama denganku. Mimpi aku semalam dapat pesan seperti ini. Semoga hari esok akan lebih bahagia lagi dari ini dan Tuhan memberkahi kehidupan ku.


***

__ADS_1


__ADS_2