
Siang itu kami semua guru seni sekolah yang ada di kota ini melakukan pertemuan yang biasa diadakan satu kali dalam tiga bulan. Semua guru sharing ilmu dan saling memberikan masukan kepada guru yang satu dan yang lainnya walaupun kami berbeda sekolah namun satu tujuan mencerdaskan generasi bangsa yang cinta akan seni dan budaya Indonesia. Diakhir pertemuan ada ajang pembuktian kreatifitas saat itu kami diberi tugas membuat prakarya dari tanah liat. Kami diberi kebebasan untuk membuat sebuah objek yang berbahan dari tanah liat. Setiap kelompok berisi lima orang kebetulan aku satu kelompok dengan Mila. Penilaian dari hasil karya diumumkan.
"Pemenang dari lomba kreatifitas pada kesempatan ini adalah kelompok dari Ibnu " Ucap panitia penyelenggara.
Kelompok lain tertunduk lesu, Ibnu maju kedepan memberikan sambutan kemenangannya.
"Terima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada kami semoga ini bisa menjadi pelajaran untuk kita semua agar mau berkarya lebih baik lagi dan tidak boleh menjatuhkan orang lain, walaupun kita tamatan sekolah seni sekalipun.
Acara selesai dan kamipun membubarkan diri.
Aku ke toilet dan berpapasan dengan Ibnu
" Belajar lagi ya buk, percuma tamatan selolah seni tapi nggak bisa berkarya malah kalah lagi"
Ibnu berkata sambil menyindir ku.
Semenjak itulah aku berdoa agar tidak bisa kenal dengan orang seperti dia.
Pertemuan selanjutnya aku kami tidak bertemu lagi dengannya. Tuhan mengabulkan doaku untuk tidak lagi bertemu dengannya.
Desas desusnya ia mengundurkan diri dari tempat mengajar karna urusan pribadi. Bodo Amat nggak mau tahu aku urusannya. Hidupku mulai tenang nggak ada sang pria sombong itu lagi.
***
Semesta ternyata kurang berpihak kepada ku dengan menghadirkan dia sebagai guru baru di sekolahku lebih kurang lima bulan berlalu hari libur yang ku tunggu pun datang.
"Pagi tante ." Sapaku.
"Pagi ndin, happy nih moodnya" ucap tante Diana.
"Iya dong, satu minggu ini kan libur sekolah bisa bebaskan diri dulu dari ngajar" Jawabku.
"Bagus deh sekalian bisa refreshing buat kamu biar wajahnya ceria lagi, tante ada tiket kapal nih buat dua orang terserah kamu mau pergi sama siapa sekalian udah ada free hotel 1 malam buat 2 kamar".
" Wah serius tan. "Teriaku senang.
" Iya, nih ambil ntar tante berubah pikiran "
Tante memberikan tiket itu kepadaku.
"Ya udah tante berangkat dulu, jangan lupa bersih-bersih rumah belajar jadi ibu rumah tangga"
Tante berlalu dan menutup pintu.
Aku mulai membersihkan halaman rumah dari dapur sampai teras rumah. Keringat bercucuran membasahi tubuh ku. Panas seperti ini enaknya minum es teler gila. Aku mencoba chat Oki apakah dia sekarang off kerja.
Aku : Hy Oki, sibuk nggak?
Setelah selang satu jam pesanku belum juga dibalas. Mungkin dia lagi kerja pikirku. Seharian dirumah malampun datang aku memesan makanan cepat saji melalui jasa pesan antar melalui aplikasi online food.Bel rumah berbunyi.
"Pesanannya kak"
__ADS_1
Aku berlari keluar membuka pintu.
"Iya bang, berapa ya aku bayar pakai aplikasi aja ya" Ucapku .
"Udah dibayar kak sama temennya sekalian diberi kopi sama yang bayarin" Jawab kurir.
"Siapa yang bayarin bang" Tanyaku
"Lupa namanya kak"
"Makasih ya bang".
Ajaib sekali dapat durian runtuh dihari libur dapat makanan gratis dari orang tak dikenal.
Akupun makan Nasi goreng seafood yang dibeli dengan lahapnya sambil main media sosial. Notifikasi chat masuk dari Ibnu.
Ibnu : Enaknya dibayarin
Rasanya mau muntah melihat chat dari Ibnu ini ternyata yang bayarin dia kok bisa-bisanya. Aku udah habiskan lagi cuma tinggal kopi saja yang belum diminum.
Aku : kok tau aku yang pesan?
Ibnu : kebetulan aku lagi pesan juga disana untuk bawa pulang, nggak sengaja liat pesanan kamu.
Aku : alesan. Tapi makasih ya kapan-kapan aku traktir makan.
Ibnu : ok ditunggu bu andin.
Hari libur pertamaku rusak karna chat dari Ibnu. Maunya apa nih orang selalu menghantuiku.
***
Tak lama keluar seorang pria yang ternyata Randi teman sekamar Oki.
"Walaikumsalam, ada Andin dan Mila tumben kesini, cari siapa? Tanya Randi.
"Oki nya kemana udah lama nggak ketemu, di chat nggakdi balas dan ditelfon nggak diangkat" Ucapku.
"Kalian belum tau, Oki sudah empat hari dirumah sakit, semalam aku baru dari sana nggak nemenin dia "
Kami pun menanyakan dimana tempat Oki dirawat dan bergegas mengunjungi tempat itu.
Kami sampai dirumah sakit yang dituju.Dari luar kamar kami mendengar tangisan seorang wanita. Setelah masuk keruangan tempat Oki dirawat aku melihat dua orang perempuan sedang duduk disamping tempat tidur yang diatasnya ada Oki yang sedang tertidur dengan tangan terinfus.
"Oki kenapa ya bu? ".tanyaku
" Oki terluka saat menyelamatkan Nina ndin" Jawab ibunya.
Aku dan Mila bingung Nina siapakah dia.
"Saya Nina kak rekan kerja Oki, Oki terluka karna nolongin saya"
__ADS_1
Kami berdua mengangguk dan diam seribu bahasa sambil memandang Oki yang tertidur.
Tak lama kami pun pulang dalam perjalanan menuju rumah hatiku gelisah kenapa Oki tega mengorbankan nyawa demi wanita ini. Sebegitu penting kah dia. Dadaku sesak tapi aku tak berhak berpikir seperti ini karna aku hanya teman.
"Kenapa diam saja dari tadi ndin" Tanya Mila.
"Nggak ada apa-apa Mila" Jawab ku.
"Cemburu" Ucap Mila
"No.. no " Ucapku.
"Oke kalau nggak mau jujur, kalau udah tenang cerita ke aku "
"Ehmmm" Jawabku.
Setelah tiba dirumah aku pun membersihkan diri dan istirahat sejenak. Rasa penasaran ku belum hilang melihat sosok wanita tadi. Aku harus menunggu sampai Oki sembuh agar tidak jadi tanda tanya.
"Pulang dari luar kok cemberut, ada masalah apa ndin, cerita ke tante"
"Nggak tan" Jawabku singkat.
"Baik ngga mau cerita, ingat apapun masalah ada solusinya, ya udah tante ke kamar dulu.
Hujan pun turun menemaniku yang dipenuhi tanda tanya di malam itu.
***
Waktu libur ku tinggal dua hari sayang tiket dari tante tak ku pergunakan tapi mau ajak siapa. Mila pasti nggak mau karna ada paspor. Notif ikasi chat masuk.
Ibnu : Liburan kemana bu Andin.
Sebel deh disaat seperti ini kenapa selalu muncul dia. Jadi heran dia punya ilmu apa peramal kali ya. Waktu udah mepet terpaksa aku balas chat nya.
Aku : Rencana ka negara tetangga Pak.
Ibnu : Wah kebetulan berangkat kapan?
Aduh ini kebetulan atau takdir sih sebelumnya pesen makanan sekarang tempat liburan juga iya.
Aku : Rencana besok pagi pak.
Ibnu : Kita berangkat bareng yuk Bu Andin?
Aku : Besok pagi aku kabari ya pak.
Aku pun mempersiapkan semua barang untuk kepergian besok karna hanya pergi dua hari jadi tidak perlu banyak membawa barang takutnya nanti malah banyak belanjaan dari pada barang sendiri. Malam ini aku tidur lebih awal agar besok bisa bangun tepat waktu.
***
Alarm membangunkan diriku di pagi ini, lalu bergegas mempersiapkan diri dan lansung berangkat tanpa sarapan. Sesampai di terminal tiket kapal aku harus mengantri karna sekarang akhir pekan. Aku menaiki kapal dan duduk di kursi paling depan sambil memakai kaca mata hitam agar tidak silau karna sinar matahari.
__ADS_1
Melihat air laut yang tenang dan biru membuat angan melambung ke awan lebih kurang dua puluh menit aku sampai di dermaga pemberhentian. Pundaku terasa aneh seolah ada sesuatu.
***