
Virginia membeku melihat sosok Wiliam berada di depannya...ini benar-benar Wiliam, mantan kekasihnya semasa sekolah dulu..
Bagaimana bisa Wiliam menemukannya...??
''Bagaimana bisa...kau...''
Wiliam mendekati Virginia membenturkannya di pintu dan menatapnya dengan tajam...
''Aku mencarimu selama ini Vir...aku mencarimu...kau tau betapa aku merindukanmu..''
''Mengapa kau mencariku....kita sudah lama lost kontak..dan mengapa...''
Wiliam tersenyum...mengambil jemari Virginia dan menggenggamnya..cincin pernikahan itu tak luput dari pandangan matanya hingga Wiliam mengeraskan tatapannya..
''Aku...akan membebaskanmu dari pernikahan atas nama hutang ini Virginia..''
Deg!!!!
Virginia membeku..itu artinya selama ini Wiliam tau apa yang terjadi dengannya termasuk pernikahannya...benarkah begitu..? Virginia menyentuh pelipisnya dan menghela nafas..
''Wiliam...''
Pria itu menatap Virginia dengan tajam..jemarinya naik dan menyentuh mata Virginia yang basah..
''Kau tak perlu mengatakan apapun...aku tau kesakitanmu Vir...''
''Terlambat William...aku sudah menikah dan Zayden dia tak akan melepaskanmu...''
''Lalu kau mau hidup selamanya bersama pria kejam itu Vir...aku tak akan membiarkannya...''
Virginia mengangguk.....
''Kakak....kakaku...aku bergantung...''
''Sssshhutt...aku tak akan memaksamu Virginia...tapi kau tau jika aku selalu ada untukmu...aku bersedia menggantikan peran pria kejam itu...termasuk melunasi semua hutangmu dan kakakmu Drake...aku mengenalnya,...aku cukup menghormatinya...Vir....''
''Aku sudah menikah Wiliam...yah,....mungkin saja dia akan berubah...''
Wiliam membeku mendengar ucapan Virginia..
''Apa kau mencintai si brengsek itu...bahkan dia tidak pernah menghargaimu sedikitpun Virginia...''
''Aku tau....'' airmata Virginia menetes..
Wanita itu menyentuh lengan Wiliam dan menggenggamnya dengan gemetar....
''Aku tak ingin menghancurkan pernikahanku sendiri....aku akan bertahan dan jika aku sudah tak sanggup maka aku akan menyerah dan pergi...dan saat itu terjadi aku tak akan merasa bersalah atau kesal...karna aku tak akan kembali kepadanya..''
Disaat yang sama airmata Virginia menetes pelan...
sementara Wiliam hanya terdiam ia lalu menganggukan kepalanya..
''Baik jika itu keputusanmu Virginia tapi jika aku menemukan bahwa Zayden menyakitimu di depanku maka...aku tak akan tinggal diam....aku tak akan pernah membiarkannya Virginia...''
__ADS_1
Virginia menganggukan kepalanya..
''Besok adalah resepsi pernikahanku...''
''Aku di undang Virginia...dan aku akan datang dan melihat sendiri bagaimana dia memperlakukanmu, dan aku tak akan mengampuninya jika dia menyakitimu sedikit saja...''
Virginia mengangguk setuju...walau airmatanya tetap saja menetes...
''Wiliam terimakasih...''ucap Virginia dengan mata yang basah....
Wiliam tersenyum...
''Kau punya aku sekarang dan jangan ragu menghubungiku Virginia...''
''Terimakasih Wiliam aku...harus pergi...''ucap Virginia lalu tersenyum dan melangkah meninggalkan ruangan itu meninggalkan Wiliam yang hanya bisa mengepalkan tangannya...sungguh ini sangat menyakitkan namun ia akan melihat sendiri bagaimana hubungan mereka dan jika dia mendapati jika Zayden menyakiti Virginia maka..ia tak akan tinggal diam...
**********
Virginia membeku ketika sampai dirumah dan saat itu semua lampu di matikan...tubuhnya gemetar membayangkan apa yang akan terjadi kepadanya..ia tau benar kalau Zayden akan sangat marah...
Yah....dia bahkan menghabiskan waktu selama 3 jam di luar rumah dan Virginia tau semua tak akan baik-baik saja...tapi ia yakin kalau Zayden akan memberinya hukuman..
''Nyonya Virginia silahkan turun...''ucap sang supir..
Sementara Virginia meragu...ia sungguh takut sekali...menghadapi Zayden saat ini..akhirnya mau tidak mau Virginia turun dari mobil dan melangkah memasuki rumah...dan saat itulah dia menemukan Zayden sedang mengawasi pengerjaan sebuah gaun mewah dan tampak mahal yang akan dipakai Virginia di pesta nanti...
Virginia membeku di tempatnya..bagaimana ini...??
''Virginia...''
Zayden bangkit dari sofa dan melangkah mendekati Virginia yang berdiri dengan rapuh...menatap matanya dengan tajam...
''Aaa...aku minta maaf Za...Zay..aku pulang sedikit terlambat...Drake dia....''
''Ssssttt...aku sama sekali tidak marah kepadamu Virginia...''
''Tapi aku terlambat....''
''Sssst....aku mengerti bahwa kau butuh waktu untuk becengkrama dengan Drake...aku mengerti...''
Virginia sampai melebarkan matanya tak percaya..seperti bukan Zayden....
''Kau tidak marah....''
''Awalnya aku khawatir tapi supi meyakinkanku bahwa kau baik-baik saja dan mungkin terlalu asyik dengan kakakmu jadi kau melupakan waktu untuk pulang...''
Virginia melonggarkan tenggorokannya..ia menatap Zayden lagi...pria itu lalu menyentuh wajah Virginia dengan lembut dan membelai rmbutnya...
''Istirahatlah...besok kau perlu tenaga lebih untuk resepsi kita sayang...''
''Yah...aku mengerti Zayden...''
''Kalau begitu masuklah Virginia...''
__ADS_1
''Bagimana denganmu...''
''Aku masih ingin melihat kerja mereka...aku akan naik sebentar lagi....mandilah dan siapkan dirimu karna aku ingin menyentuhmu malam ini sayangku...'' bisik Zayden penuh penekanan..
Virginia menghela nafas...entah mengapa ia sedikit ngeri kalau Zayden menyebut percintaan...tubuhnya sedikit ngilu....
''Baiklah...terimakasih Zayden....''
''Ya..sayangku...''
Virginia lalu melangkah meninggalkan Zayden yang langsung merubah tatapannya menjadi beku...jemarinya mengepal seiring ia menggertakan giginya...
Beraninya Virginia melawan perintanya..beraninya dia...padahal..Zayden sudah memperingatkannya namun apa yang terjadi...??
Virginia melakukan kesalahan dan selalu ada hukuman bagi yang bersalah bukan...??
Zayden mengepalkan tangannya lalu melangkah memasuki lift...sembari melonggarkan dasinya ia menaikan sudut bibirnya..sudah saatnya memberi hukuman,,,
**********
Virginia keluar dari toilet masih mengenakan handuk tipisnya..ia mendekati cermin dan menatap tubuhnya yang berbau harum dan segar...Virginia kemudian merenung disana...
Mengapa sikap Zayden aneh...dia tak marah sama sekali..bahkan berkata-kata lembut..senyum kecil tergambar jelas di wajah Virginia...
Apakah Zayden memang sudah berubah lebih baik, mungkinkah dia sadar sekarang kalau Virginia adalah istrinya...?? ada rasa bahagia di hati Virginia,...
Sesaat kemudian..pintu terbuka dan sosok Zayden masuk ke dalam kamar..ia masih tersenyum...
''Kau bersiap lebih cepat...''
Virginia mengangguk...namun senyumnya memudar menyadari ia menghafal tatapan mata Zayden yang aneh...pria itu menatapnya terlalu tajam....
''Aku menginginkanmu sekarang sayangku...bagaimana ini...''
Deg!!!....mengapa Virginia merasa takut...
''Yaaa....kaa...kaau boleh menyentuhku Zayden aku adalah istrimu....'' ucap Virginia dengan gugup..
Zayden tidak menunggu..ia kemudian menyingkapkan handuk tipis Virginia dan mendorong tubuh sintal Virginia ke atas ranjang dan menaikinya dengan segera..
Suara rintihan Virginia tiba-tiba ketika Zayden menyentuhnya dengan kasar...bahkan sekita pa yu da ra nya terasa nyeri ketika bibir Zayden menggilasnya..
Mengapa terasa sakit...bahkan Virginia belum siap di sentuh namun Zayden bahkan tidak perduli..
Mata Virginia berkaca-kaca....ketika milik Zayden memasukinya dengan paksa..ia bahkan tidak ingin menunggu waktu yang lama...
''Arrrhhhggjhjj.....Zayden....'' jeritnya dengan kesakitan...
Zayden tersenyum dan menatap mata Virginia...
''Bagaimana rasanya....indah bukan sayang...''
Virginia menggeleng perih.....Zayden tidak pernah berubah.....tidak berubah dan ini adalah hukumannya...?? Virginia mengeluh....
__ADS_1