
Virginia menurunkan pandangan searah dengan genggaman tangan Zayden kepadanya...pria kejam ini telah menghancurkan hidupnya dan seolah muncul tanpa dosa ia masih saja ingin Virginia kembali menjadi istrinya yang dulu, bagaimana bisa Virginia menerima semua ini...?
''Aku minta maaf Virginia...aku, menyesali perbuatanku yang dulu...jangan pergi dan aku akan melakukan apapun yang kau minta...''
Virginia mengangkat wajahnya...menatap lurus wajah Zayden yang penuh penyesalan...mata Virginia memanas seketika...
''Aku masih butuh waktu Zayden...waktu untuk menyembuhkan luka, waktu untuk kembali mencintai dan mengampunimu...''
Deg!!!!!
''Kau pernah mencintaiku..''
''Kebencianku dan cintaku, sama besarnya dan aku tak tau bagaimana aku harus memulai semuanya Zayden...aku minta maaf tapi...aku butuh waktu...untuk mengerti diriku sendiri..''
Zayden mengangguk patuh...kemudian mencium punggung tangan Virginia lalu menatap istrinya dengan tajam..
''Aku akan memberimu waktu sebanyak yang kau mau Virgi..tapi tidak perceraian atau perpisahan....aku tak bisa membiarkan itu terjadi dalam hubungan kita...aku juga tidak memaksamu tinggal bersamaku hanya saja..kau harus mengerti kau adalah istriku...''
Virginia berusaha kuat menekan perasaan dedam yang masih tumbuh subur di hatinya...meski Zayden menunjukan sedikit penyesalan namun itu semua tak bisa menghapus semua perasaan benci kepadanya...
''Aku mengerti kalau itu maksudmu Zayden..aku akan melakukan kewajibanku padamu..''
''Itu artinya kau selalu ada jika aku butuh..''tatap Zayden dengan tatapan beku..
''Yah...''balas Virginia dengan senyuman...
__ADS_1
Zayden menyentuh bahu Virginia sembari menelisik ke dalam matanya yang coklat terang...
''Bagaimana kalau kita buat pejanjian...jika sampai kau mengandung anakku maka...kita akan tinggal bersama..''
Deg!!!!
Virginia membeku mendengar pernyataan Zayden yang begitu tajam....kemudian ia menganggukan kepala..
''Terserah padamu..''
Zayden kemudian meraih tubuh Virginia ke dalam pelukannya dan mendekapnya dengan erat, perasaan ini sulit di gambarkan hingga ia hanya bisa bilang dia bahagia, Zayden berjanji akan terus menanti maaf istrinya karna sungguh Zayden tak bisa hidup tanpa wanita ini..
''Aku akan membuktikan padamu kalau aku telah berubah untukmu, aku minta maaf Virginia jadi jangan pergi dariku..''bisik Zayden semakin mempererat pelukannya..
Virginia memejamkan matanya, hingga airmatanya menetes disana, tidak..dia tak bisa memaafkan Zayden tidak bisa.lukanya terlalu dalam untuk di tanggungnya...
*******
Virginia berada di dalam mobil....
Syukurlah Zayden mengijinkan dia pulang, dan tetap tinggal di apartemenya sendiri, wanita itu menghidupkan ponselnya yang sejak semalam di matikan...lalu membeku ketika menyadari ada banyak panggilan telp dari Wiliam kepadanya...
''Wiliam....''suara Virginia berubah serak...
Bagaimana sekarang....? Bagaimana menghadapi Wiliam sementara dirinya telah bersama Zayden...? Virginia membalikan ponselnya...dia tidak sanggup menyakiti Wiliam...dia tidak sanggup,..pria itu sudah banyak berkorban untuknya, rasanya tidak adil jika dia menyakiti pria sebaik Wiliam..tapi jika terus bersama Wiliam, maka Zayden akan melenyapkan pria tak bersalah itu..
__ADS_1
Tak lama kemudian...
Ponselnya berdering, dan membuat pria wanita itu menghentikan laju mobilnya..
dan meraih ponselnya...
Wiliam menelfon...?
Virginia memejamkan matanya...bagaimana sekarang...namun dia tak bisa menghindar...
Virginia : Halo....
Wiliam : Apa yang terjadi denganmu Virgi...jangan bilang kalau Zayden menangkapmu..lagi..
Virginia mulai terisak pelan...
Virginia : Tidak.....semua baik-baik saja Wiliam..aku mampir ke panti karna ada sedikit masalah,....
Wiliam : Benarkah.....kalau begitu aku akan menunggu kau pulang..
Virginia : Aku masih di jalan dan akan sampai...
Wiliam : Hati-hati sayang..
Virginia : Baiklah....
__ADS_1
Wiliam memutus sambungan telp dan menghela nafas..ia memandang ke arah panti asuhan di belakangnya...
''Mungkinkan tebakanku benar Virginia..kau bertemu dengannya lagi...''ucap Wiliam mengepalkan tangannya..