Cinta Sejati Sang Mafia

Cinta Sejati Sang Mafia
Tak Sabar


__ADS_3

Mengapa hanya sebuah surat, mengapa bukan Virginia yang datang menemuinya mengapa.....?? jemari Zayden mengepal dengan kuat..


sementara itu...


''Mengapa kau tidak mencegat pria yang mengantar surat ini hah...mengapa kau tidak mencegahnya pergi...aku ingin Virginia dan bukan sebuah surat kau dengar itu Simon...''


Simon kembali menundukan wajahnya dalam-dalam...


''Tuan Zayden...surat itu di letakan begitu saja di penjagaan depan oelh seorang anak kecil berusi 5 tahun,...aku sama sekali tak bisa melakukan apapun pada anak itu...''


''Aarrrgggghhtt....aku akan menjadi gila Simon....tetap cari Virginia...aku bahkan tidak bisa melakukan apapun, aku bahkan tak bisa melampiaskan hasratku seperti biasa...dan aku tak mau tau Simon...temukan Virginia untukku..''


Deg!!!!


''Tentu saja tuan Zayden...aku akan menemukannya aku berjanji...''


Simon lalu melangkah keluar dari ruangan Zayden dengan jantung yang berdebar..ia berbohong karna nyonya Virginia sendirilah yang menghubunginya memintanya memberikan surat untuk sang tuan...


Mengapa Simon mau menjadi penghubung antara mereka...? karna wajah dan sifat nyonya Virginia sama dengan adik perempuannya yang sudah meninggal 3 tahun lalu, sejak saat itu Simon selalu di hantui kerinduan yang begitu besar...dan melihat nyonya Virginia seperti menghidupkan sosok adiknya yang sudah pergi...Simon akan melindungi nyonya Virginia sampai tuan Zayden benar-benar mengerti arti cinta tanpa menyakiti...dan sampai saat itu terjadi, Simon akan terus menjaga rahasia mereka...


+++++++++


Zayden benar-benar putus asa...ia ingin sekali marah tapi tak tau harus marah pada siapa, bahkan beberapa anak buahnya sudah babak belur karna pelampiasan kekesalannya..


Virginia kemana, siapa yang membawanya..setelah kematian Drake...istrinya menghilang darinya begitu saja seolah hilang di telan bumi, sementara ia sudah menggunakan konseksinya namun tetap saja...Virginia tidak di temukan....hingga Zayden merasa hancur..


Bayangan rintihan Virginia pada malam penyiksaan itu benar-benar menghukumnya, terus mengikutinya bagai hantu....sebenci itukah Virginia kepadanya,....sampai menghilang darinya...??


Tidak.....mau sampai kapan Virginia sembunyi darinya...bukankah suatu saat mereka akan bertemu..dan saat itu..Zayden berjanji tak akan melepaskan Virginia lagi...


Surat,....


Zayden teringat akan surat yang di berikan oleh Virginia kepadanya, dengan tak sabar Zayden lalu membuka amplop itu dan membukanya...


Dear Suamiku....


Aku menunggumu di restoran Grenn besok jam 7 malam...


Virginia...


Zayden mengerang...jadi Virginia ingin bertemu dengannya besok malam...?? senyum Zayden mengembang sempurna di wajahnya....jiwanya bersorak ketika kelegaan itu datang menghampirinya..tentu saja...

__ADS_1


Virginia,..besok malam akan kembali kepadanya....dan saat itu, Virginia akan berpikir 1000 kali untuk pergi..beraninya Virginia membiarkan ia sendiri dan kesepian..bahkan seribu wanita tak mampu menggantikan sosok Virginia yang indah dan membuatnya puas..karna itu Zayden tak akan pernah berpikir dua kali..anak buahnya akan di siapkan, apapun akan di lakukan Zayden agar istrinya kembali di dalam cengkramannya...


Zayden menyandarkan tubuhnya di sandaran kursi lalu tersenyum,...ia bahkan sudah membayangkan ciuman, cumbuan panas yang akan terjadi setelah makan malam itu...


Zayden tidak sabar lagi...


+++++++++++++++++


Virginia duduk di hadapan Wiliam..keduanya saling menatap..


''Kau harus menguatkan dirimu Virginia...''


''Aku hanya merasa tak enak Wiliam...uang 10 M itu tidak sedikit....aku bahkan tak bisa menggantinya...''


Wiliam mengambil jemari Virginia dan menggenggamnya...


''Bukannya aku sombong tapi aku memang memiliki banyak uang Virginia..aku tak akan kekurangan hanya karna aku mengeluarkan uang 10 M untukkmu,..kau tau benar kalau aku kaya raya...''


Wiliam tersenyum lembut....ia hanya bercanda untuk membuat Virginia tertawa, sebenarnya..Virginia juga tau kalau Wiliam memang seseorang yang kaya raya..bahkan dulu sejak ia smp, sekolahnya adalah milik keluarga Wiliam..


Virginia mengingat pertemuan mereka dulu..bagaimana ketika Wiliam saat itu sudah menjadi mahasiwa, ia datang bersama ayahnya meninjau sekolah mereka..itulah awal pertemuan keduanya sampai menjalin cinta lalu orangtua Virginia pindah dari kota itu dan hubungan mereka putus begitu saja...


Kini pria yang sama yang begitu baik ini menolong dirinya dan hal itu sanggup membuat Virginia terharu...Wiliam sama sekali tidak melupakannya...


''Jangan khawatir Virginia..aku tak akan menekanmu dengan hutang itu atau mengambil keuntungan seperti yang di lakukan Zayden kepadamu,....aku melakukannya karna aku memang mencintaimu...aku cinta padamu Virginia...''


Deg!!!


Mata Virginia menjadi panas...Wiliam datang sebagai penolong baginya, ia membantu penguburan kakaknya Drake lalu sekarang dia malah menolong Virginia,...sungguh Virginia tak bisa berkata-kata apapun selain ia bersyukur karna Wiliam dikirim Tuhan untuk menolongnya...


Airmata Virginia menetes....


''Cinta....kau tau apa yang terjadi padaku saat ini Wiliam...aku wanita yang sudah menikah dan suamiku sendiri menyiksaku...aku tak bisa memberikan harapan apapun kepadamu Wiliam aku...''


''Aku tak pernah memaksamu Virginia,....aku akan menunggu dengan sabar sampai waktu itu datang padaku dan jika kau masih tidak mencintaiku maka aku akan menyerah kepadamu kita bisa menjadi saudara...''


''Terimakasih Wiliam....''


''Tentu saja....kau bisa mengandalkan aku mulai dari sekarang Virginia....''


''Terimakasih...terimakasih....aku hanya mampu mengatakann itu kepadamu Wiliam..dan mulai sekarang...jangan bosan karna aku mungkin akan sering meminta bantuanmu..''

__ADS_1


Virginia menundukan kepalanya dalam-dalam..sementara Wiliam hanya mengangguk...


''Jangan ragu untuk datang kepadaku Virginia...kau punya aku sekarang,....''


''Tentu...'' ucap Virginia dengan lembut...


''Jadi bagaimana kalau aku menemanimu untuk menemuinya Virginia...'' tawar Wiliam penuh harap..


Virginia menggeleng tegas...


''Tidak...aku tau benar sifat Zayden..dia akan sangat marah dan mungkin lepas kendali jika melihatmu....aku akan menemuinya sendiri..tentunya dengan pengawasan darimu Wiliam,....''


''Baik,....jangan ragu menghubungiku ketika dia mencoba menyakitimu lagi...''


Tubuh Virginia merasa ngilu ketika membayangkan kata menyakiti..apa yang akan terjadi di pertemuan itu sungguh Virginia tak tau..tapi yang pasti...ia tak akan pernah mau kembali pada Zayden..ia bahkan telah mempersiapkan semua dengan matang..


Virginia ingin hidup tenang dan bebas dari tekanan Zayden...ia tak ingin ada hubungan apapun dengan pria kejam itu...tidak....dan Virginia tak akan melunak sedikitpun..


Virginia menganggukan kepalanya dan tersenyum pada Zayden,....


********************


Malam yang telah di jadwalkan akhirnya datang...


Virginia sudah menunggu kedatangan Zayden dengan hati yang campur aduk,..bagaimana pertemuan mereka apakah Zayden akan setuju dengan permintaannya apakah semua akan baik-baik saja...


Campur aduk batin Virginia sekarang, segalanya telah ia siapkan..termasuk hatinya untuk melepaskan ikatan mereka...


Pintu terbuka dan Virginia membeku melihat sosok Zayden berdiri di hadapannya dengan pandangan tajam....


Ini pertama kali mereka bertemu setelah seminggu lebih terpisah....Zayden berdiri disana dengan aura seorang mafia kejam yang begitu kuat...sementara matanya memejara mata Virginia yang redup..


Tubuh Virginia bergetar sedikit cemas, namun ia segera berdiri dan berusaha menatap mata Zayden yang penuh intimidasi,...


''Kau akhirnya datang tuan Zayden Wilmer...''


Zayden tak merubah ekspesi dinginnya ia melangkah mendekati Virginia...


''Virginia Wilmer....aku harap kau tidak melupakan identitasmu sebagai istriku...'' Zayden mengeraskan ekspresi di wajahnya...


Deg!!!

__ADS_1


Jantung Virginia berdebar ketakutan....


__ADS_2