Cinta Sejati Sang Mafia

Cinta Sejati Sang Mafia
Dipermalukan


__ADS_3

Ruangan menjadi hening...MC menjadi bungkam, tentu saja dia tidak menduga kalau tuan Zayden yang terhormat bisa mengatakan hal itu dengan sengaja...wajahnya menjadi pucat...ia tak mampu mengatakan apapun lagi,....


Sementara wajah Antonio begitu malu....hingga ia dan istrinya bergerak mundur keluar dari ruangan yang mulai tampak riuh...bahkan beberapa teman Zayden tak menyangka pria itu mampu mempermalukan seorang wanita yang adalah istrinya sendiri....pria itu bahkan masih tertawa...sambil memegang Mic...


Zayden sudah tak perduli apapun...hatinya menjadi puas sudah membalas sakit hatinya pada Drake Rowena...ketika Zayden berbalik dan menatap Virginia ia begitu terkejut melihat Virginia sudah meneteskan airmatanya...wajah Virginia begitu sedih..sementara airmatanya terus turun....namun yang membuat hati Zayden seperti di hantam sesuatu yang keras adalah senyuman pasrah di wajah Virginia..istrinya tetap tersenyum meski ia terisak...


''Virginia....'' desah Zayden...apakah dia boleh menyesal sekarang...apakah dia boleh menarik kembali kata-katanya..??


''Kau belum mengatakan semuanya tuan Zayden,...belum semuanya...'' desah Virginia dengan tatapan redup..astaga hatinya sudah hancur sudah tak terbentuk..namun Virginia menguatkan dirinya agar tidak pingsan...


Merebut Mic milik Zayden, ia pun melangkah mendekati para tamu yang sedang menatapnya dengan iba....


''Jangan iba padaku sementara kalian berpikir kata-kata tuan Zayden adalah kejam..tidak,....semua yang di katakan tuan Zayden adalah permintaanku....airmata Virginia terus turun....aku butuh uang untuk menutupi kebangkrutan ayahku dan hidup foya-foyaku...aku sebenarnya aku yang meminta ayah untuk menawarkan diriku pada tuan Zayden yang kaya raya....seperti yang kalian tau kalau keluarga kami sudah hancur...ibuku meninggal dengan selingkuhannya...ayahku bersama istri barunya dan kakakku butuh uang untuk pengobatan...aku memang sengaja menjaga virginku untuk harga yang pantas....aku bukan wanita yang munafik...aku mencintai uang...dan...terimakasih untuk tuan Zayden yang sudah membeliku...''


Wajah Zayden merah padam...ia tak berpikir kalau Virginia malah mempermalukan dirinya sendiri..


''Jadi andalah yang mendekati tuan Zayden begitu..''ucap sang MC dengan wajah yang sedikit kesal..ia sempat mengaggumi kecantikan gadis muda yang begitu polos ini...


''Yah....aku bahkan tak segan untuk menjual...''


Kata-kata Virginia terputus ketika Zayden merebut Mic milik Virginia dan menghempaskannya ke lantai....


Pang!!!!!!!!


Mic itu hancur dan ruangan kembali hening....


''Pestanya selesai,....''ucap Zayden dengan pandangan tajam...


MC menjadi ketakutan dan menatap seluruh tamu untuk membubarkan acara resepsi yang penuh drama malam ini...


Virginia masih berdiri menatap mata Zayden yang terlalu tajam seakan menusuk hatinya,....semua orang meninggalkan ruangan itu dengan cepat..di bantu semua anak buah Zayden...


''Mengapa kau menghentikannya...kita bahkan baru saja mulai...''ucap Virginia dengan suara bergetar,....


Zayden melonggarkan tenggorokannya dan melangkah melewati Virginia begitu saja...

__ADS_1


''Yah...seharusnya aku sadar,....''


Deg!!!!


Zayden menghentikan langkahnya....


''Seharusnya aku tidak menjadi bebal dengan mengharap kau mungkin bisa mencintaiku suatu hari nanti....''isak Virginia dengan isakan yang menyakitkan..


Zayden mendekat dan meraih lengan Virginia...keduanya bertatapan tajam...


''Cukup Virginia...''


''Mengapa kau kejam...apakah ini adalah salah satu keinginanmu Zayden,....menikahiku untuk mempermalukan aku...begitu...''


''Yah...kau sudah tau sekarang lalu kau mau apa...''


''Tidak.....aku tidak bisa melakukan apapun lagi...aku hanya bisa mememinta hatiku untuk berhenti untuk berharap...''


''Apa maksudmu Virginia....apakah kau....''


''Yah....aku mencintaimu....hatiku yang bodoh jatuh cinta padamu meski...aku tau itu tak mungkin....yah...tenang saja...kau tak akan lama tersiksa melihat wajahku lagi Zayden....aku akan mendapatkan 10 M, dan aku bisa pergi darimu...''


''Kau mau pergi dariku begitu....siapa yang mau membelimu...kau akan...''


''Menjual diriku akan aku lakukan Zayden.....yang pasti aku tak ingin bersama denganmu lagi...tidak...''


Kata-kata Virginia membuat Zayden kehilangan kesabaran...


''Terserah kepadamu tapi kau adalah milikku sekarang sebelum orang lain membelimu bukankah kita masih bisa melakukannya...beraninya kau ingin pergi dariku...beraninya kau....'' teriak Zayden dengan murka..


Tubuh Virginia di seret menuju kamar Hotel dengan kasar..namun tak ada tangisan...hanya airmata yang menggenangi wajah Virginia..sungguh inilah batas kesabarannya...ia sudah tak sanggup lagi...tidak sanggup menjadi istri Zayden...tidak.....


Virginia pasrah ketika pintu kamar terbuka dan Zayden mendorongnya masuk...pria yang terlalu marah itu membuka dengan kasar jass, berikut dasinya dan kemejanya sembarangan...


Kata-kata Virginia yang ingin pergi darinya membuat pria itu meradang dan tidak terima...tidak...dia tak akan melepaskan Virginia...tidak akan....cerai...apakah virginia bermimpi ingin lepas darinya....??

__ADS_1


Virginia berusaha menegakan tubuhnya,...membuka gaun pengantin yang menyesakan dada dan berdiri pasrah ketika Zayden mendekatinya...mendorongnya hingga membentur ranjang di belakangnya...pria itu segera melepas semua penutup tubuhnya dan menatap Virginia dengan tajam....


''Yang sudah menjadi milikku tak akan pernah aku biarkan lepas...tapi baiklah...bawakan aku 10 M besok pagi maka aku akan melepasmu bagaimana....''


Deg!!!


Virginia mengerang...


''Ingatlah satu hal kalau aku...membencimu Zay.....aku benci..aku benci karna perasaanku...aku benci karna kau sangat kejam....Virginia menggertakan gigi....meski...tubuhku hancur...meski...aku akan mati untuk mendapatkan uang itu maka akan aku lakukan agar bisa lepas darimu...''


''Diam....baiklah...lakukan sesukamu tapi jangan lupa aku akan membaut banyak tanda di tubuhmu agar siapapun akan berpikir 1000 kali untuk bisa menyentuh tubuhmu...dan aku akan menyelidiki siapa yang berani membeli bekas seorang Zayden Wilmer..''


Virginia mengepalkan tangannya....ia mengerang ketika tanpa aba-aba...Zayden mulai melancarkan aksinya memasuki Virginia malam itu berulang kali hingga Virginia benar-benar hampir pingsan...tubuh mulus Virginia di penuhi bekas hisapan mulut Zayden, di bibir, pa yu da ra dan semua area sensitif Virginia tak luput dari serangan brutal Zayden..


Hingga semuanya selesai dan pria itu puas dan tertidur karna kelelahan..sementara Virginia masih tetap terjaga,...matanya nyalang menatap langit-langit kamar dengan rasa sakit yang begitu kuat...tubuhnya seakan hancur,....Zayden bahkan tidak menggunakan pengaman padanya...


Tengah malam...


Virginia bangkit dan segera keluar dari kamar....matanya bengkak karna terlalu banyak menangis dan setiap ia melangkah hanyalah rasa sakit di daerah intinya...


Zayden telah menorehkan luka yang teramat besar di tubuh dan hatinya sehingga Virginia benar-benar membenci Zayden,.....ia sungguh-sungguh membencinya...


****


Virginia melangkah tertatih-tatih hingga sampai di lift,..


Ting!!!


Tubuh Virginia melemah ketika menemukan Simon menatapnya dengan kebekuan....


''Simon...'' desah Virginia dengan wajah yang pucat...


Simon menyadari betapa takutnya Virginia....pria itu menundukan wajahnya..


''Pergilah nyonya Virginia....aku akan berpura-pura tidak melihatmu...''

__ADS_1


Deg!!!!


Virginia meneteskan airmatanya....


__ADS_2