Cinta Sejati Sang Mafia

Cinta Sejati Sang Mafia
Rasa Benci


__ADS_3

Virginia menatap mata Zayden yang terlalu tajam kepadanya dan mendekatinya...


''Virginia.....''


''Jangan dekati aku Zayden..kau tau tombol ini ketika aku menekannya maka para polisi akan datang untuk menangkapmu bukan itu saja...ada banyak wartawan yang aku undang berada di luar sekarang...''


Zayden sedikit terkejut melihat keberanian Virginia lalu tersenyum..


''Baiklah kau menang...''


''Duduklah karna aku ingin bicara Zay...'' desah Virginia dengan suara bergetar...


Zayden akhirnya menuruti kata-kata Virginia lalu duduk berhadapan dengan Virginia...pria itu menyandarkan tubuhnya di sofa...


sembari matanya seperti tajam seperti elang yang sedang mengawasi mangsanya..


''Kemana kau selama ini..siapa yang menampungmu Virginia...'' Zayden terlalu tenang namun itu tak akan membuat Virginia gentar..


Ia sudah sejauh ini, dan menjauh dari Zayden..melepas ikatan di anatar mereka adalah keputusan final yang pernah ia buat..dan Virginia tak akan melunak


Mata Virginia berkaca-kaca ketika menatap mata Zayden...


''Tubuhku bahkan masih terasa nyeri ketika melihatmu tadi...''


Zayden mengeraskan wajahnya ia terdiam..dan masih menatap mata Virginia yang sendu, satu kelebihan Virginia adalah tatapannya yang sayu juga teduh..dan ini pertama kalinya mereka bicara dalam kondisi yang tenang..


''Bagaimana keadaanmu...dengan siapa kau tinggal Virginia...''


Virginia tertawa penuh rasa sakit....


''Aku tau sekarang bahkan setelah kita berpisah...kau sama sekali tak perduli kepadaku Zayden...kau tidak perduli...yang kau pedulikan hanya dirimu sendiri...''


''Apa sebenarnya yang kau inginkan Virginia..kau tak tau betapa aku mencarimu seperti orang gila...aku mencarimu...''


''Apakah kau mencariku untuk kebutuhan ranjangmu...''


Deg!!!


''Virginia apa maksudmu,...''


''Kau pikir aku akan kembali kepadamu Zay...kau bahkan memperlakukanku seperti pelacur...lalu untuk apa kau mencariku....''

__ADS_1


Jemari Zayden mengepal dengan erat...ia memajukan tubuhnya..


''Jangan menguji kesabaranku pulang bersamaku sekarang lalu aku akan melupakan tentang pelarianmu...''


Zayden menangkap jemari Virginia namun dengan cepat Virginia menepis pegangannya..


''Kau lupa kata-kataku...aku tak ingin kembali karna aku membencimu Zayden...''


Zayden menggertakan giginya ia kemudian berdiri....


''Kau mau bermain-main denganku Virginia....kau tau aku bisa,.....''


''Ceraikan aku.....Zayden Wilmer....''


Deg!!!!


Suasana ruangan itu menjadi hening.....


Zayden sungguh terkejut...tidak ia benar-benar syok mendengar kata perceraian yang di katakan oleh Virginia kepada dirinya...Zayden kehilangan kendali dan terlambat bagi Virginia untuk mengindar,...


Virginia bergerak mundur namun itu malah semakin memudahkan Zayden mendekatinya...pria itu menggertakan gigi,.....beraninya Virginia meminta perceraian darinya...


Zayden menerjang tubuhnya dan menghimpitnya di dinding dan membuat Virginia kehilangan tenaga...


Zayden sudah tak perduli apapun, lagipula Virginia masih istrinya yang sah...dia berhak atas tubuh Virginia...


''Zaa..Zaayden..lepaskan aku..''jerit Virginia dengan mata berkaca-kaca...


''Kau bermimpi aku lepaskan Virginia..kau adalah istriku kau...adalah milikku kau dengar itu...''


Dengan gerakan yang tiba-tiba Zayden mencari bibir Virginia...wanita itu meronta berusaha melepaskan rengkuhan posesif Zayden kepadanya...


Zayden semakin menekan tubuh VIrginia..kedua tangan Virginia di cengkram sisi kiri dan kanan kepalanya...


Virginia meronta sekuat yang ia bisa dan ketika ia membuka mulutnya untuk meminta tolong....saat itulah Zayden melum*** bibirnya


Ciuman itu dari awal sudah sangat panas, rindu...bibir Zayden begitu merindukan bibir VIrginia sejak istrinya pergi seolah dahaga..Zayden memag** bibir Virginia seolah tidak akan melihat hari esok...bibirnya sangat liar mencecap, melum*** dan menikmati bibir VIrginia yang begitu lembut


VIrginia merasa pusing sedikit hanyut dalam permainan ciuman Zayden yang begitu penuh gairah itu...ini pertama kalinya Virginia merasakan cumbuan Zayden tanpa menyakitinya...sementara Zayden mengambil kesempatan untuk menciumnya semakin dalam, tubuh mereka bersatu dan begitu rapat menciptakan keintiman yang begitu kuat...


Lidah Zayden mulai mencecap dan mulai membelai masuk ke dalam bibir Virginia..

__ADS_1


Virginia mengerang menolak tentu saja...kesalahan besar karna ia datang sendirian menemui pria ini..Zayden berhasil menguasai permainan itu...bibirnya bibir Virginia saling beradu dengan inda...Zayden mengeerang...betapa nikmatnya..gairahnya naik begitu cepat menghempaskannya ke langit...seluruh tubuh Zayden menginginkan Virginia,..ia ingin memasuki istrinya..mungkin ia tak akan bersikap kasar lagi....sementara tangannya bergerak naik dan menyelinap di anntara jari Virginia hingga jari mereka saling bertautan....Zayden mencengkramnya dengan erat seolah ia adalah kekuatan seorang Zayden...


Virginia menggeleng...ini tidak benar...ia tak akan menginjinkan hatinya melunak...Virginia menguatkan dirinya sesaat kemudian mendorong tubuh Zayden hingga bibir mereka terlepas...


Suasana ruangan itu kembali hening dan panasnafas mereka masih memburu saling bersahutan airmata bening Virginia menetes mengutuki kebodohannya karna mengijinkan pria ini menciumnya...


Zayden masih mencengkram kedua tangannya di sisi kepala Virginia..bibir mereka masih begitu dekat saat ini..tatapan Zayden masih berkabut karna gairah yang terlelu besar namun ketika ia menatap Virginia..sinar matanya kembali tajam..


''Kau juga menikmati ciuman kita Virginia...''


Virginia mengangguk membenarkan....


''Kau sekali lagi melakukannya karna kau terbiasa melakukannya bersama para wanitamu bukan....yah....Zayden Wilmer...aku tetap ingin bercerai denganmu...aku tak sudi bahkan sedetikpun berada dekat denganmu..'' jerit Virginia penuh dendam.,...


''Kau pikir aku akan menceraikanmu Virginia...jangan mimpi..''


''Aaarrgghh......''


Virginia mendorong tubuh Zayden menjauh lalu melangkah ke atas meja..dengan cepat ia meraih lembaran surat perceraian dan sebuah cek bernilai 10 M...dan kembali mendekati Zayden dan menunjukannya...''


Zayden tertawa dingin,...dan hanya diam mengamati kemarahan di wajah Virginia...Virginia terlalu terluka...


''Aku sudah mendapatkan uang 10 M, bukankah aku bisa bebas Zayden....hutang di antara kita sudah lunas...dan ini....surat perceraian kita kau tinggal menandatanganinya dan semuanya selesai Zayden...'' ucap Virginia dengan tegas...


Zayden menerima berkas perceraian keduanya..sesaat ia melihat tanda tangan Virginia...lalu menatap lembaran cek bernilai 10 M...dadanya terbakar....darimana Virginia mendapatkan uang ini...siapa yang memberikannya...


''Siapa yang memberikanmu uang ini....'' tatap Zayden dengan tajam..


''Bukan urusanmu Zayden....''


Zayden rupanya tak tertarik dengan cek itu namun pada Virginia ia mendekat..


''Aku telah mendapatkan kesucianmu,...kita telah melakukannya berkali kali setiap hari,...jadi aku pikir aku tak butuh uang 10 M ini...dan perlu kau ingat aku...akan tetap mengetahui siapa yang telah memberimu ini untuk melawanku Virginia...dia tak akan selamat...''


''Kau sangat kejam.....'' isak Virginia mengepalkan tangannya....


Zayden tersenyum dingin....


Sesaat kemudian ia merobek berkas perceraian itu berikut Cek bernilai 10 M itu di depan mata Virginia...hingga wanita muda itu begitu syok....


''Apa yang kau lakukan Zayden....''

__ADS_1


''Yang telah menjadi milikku tak akan kubiarkan pergi Virginia..kau tak bisa lepas dariku....''


''Dasar baj*ngan...'' jerit Virginia dengan tangis putus asa,.....


__ADS_2