
Virginia membeku melihat Zayden merobek berkas perceraian mereka dan juga cek tunai itu dengan mata membara,...
''Akan ku kirimkan salinannya lagi kepadamu tuan Zayden....'' desis Virginia tidak menyerah
Zayden mendekat dengan tatapan membunuh yang kentara...
''Tidak perlu bersusah payah Virginia karna aku akan merobeknya lagi dan lagi jika kau mengirimkannya..''
Virginia tersenyum sinis...
''Baiklah kita akan bertemu di pengadilan Zayden Wilmer..''
Virginia meraih tas tangannya dan melangkah melewati Zayden begitu saja namun Virginia mengerang ketika tubuhnya kembali di tarik dan kali ini lebih kuat Zayden menariknya mendekat dan menatapnya dengan sangat tajam..
''Mau sejauh apapun kau berlari aku adalah suamimu yang sah...Virginia..''
Virginia merintih...
''Suami apa....tak ada suami yang memperlakukan istrinya seperti yang kau lakukan kepadaku...''mata Virginia berkaca-kaca..
''Apa maksudmu kau mau mengajariku bagaimana cara memperlakukan wanita..''
''Yah,.....aku tak butuh perubahanmu aku tidak butuh Zayden...tapi aku tak akan kembali kepadamu...''
Virginia meronta namun Zayden tetap memegang tangannya..
''Pulang bersamaku Virginia..''
''Dalam mimpimu..akan kubuktikan pada pengadilan betapa kejahatannmu padaku...dan aku yakin mereka akan mengabulkan perceraian kita...''
''Coba saja...kau pikir aku akan diam Virginia...''
Virginia tertawa dingin...
''Kalau begitu lakukan saja,....aku ingin tau bagaimana keadilan itu berpihak padaku...''
Zayden mengeraskan wajahnya..
''Aku tak perduli pengadilan atau apapun itu yang pasti...kau harus ikut pulang bersamaku...''
''Tidak...'' Virginia menggeleng enggan
''Ikut aku Virginia...'' Zayden tak berhenti berharap...
''Aku tidak mau...''
''Virginia........''
''Lepaskan dia tuan Zayden....''
Keduanya terkejut ketika pintu terbuka dan sosok Wiliam muncul dan menatap Zayden dengan tajam..
Zayden terbakar cemburu.....melepaskan cengkramannya pada Virginia dan menatap Wiliam...kedua pria itu mendekat...
__ADS_1
''Siapa kau.....''
''Wiliam Scott....itu namaku, dan mengenai hubunganku dengan Virgi adalah dia....mantan kekasihku..''
Mendengar kata mantan kekasih membuat Zayden tertawa dengan keras...ia bersedekap..
''Mantan kekasih yang masih berharap, kilat mata Zayden terlihat jelas...
Wiliam hanya tersenyum dingin...
''Mengapa kau tertawa...bukankah, sebentar lagi kau akan menjadi mantan suami...''
''Kau yang membayar uang 10 M itu Wiliam...''
''Tentu saja...aku tau cara memperlakukan wanita..apalagi Virginia adalah mantan kekasihku...jika dia terluka maka aku pun akan terluka...jadi tuan Zayden...bukankah kau harus melepaskannya saja...''
Zayden mengangguk..
''Katakan...apakah imbalannya Wiliam..apakah kau juga menyentuhnya...''
Kata-kata Zayden membuat Virginia merasa tersinggung dan terluka sementara Wiliam hanya tersenyum mengejek...
''Jangan samakan kau dengan pria yang lain tuan Zayden,...aku mencintai Virginia..aku mencintainya kau tau...aku..akan menunggu dengan sabara sampai kalian bercerai...dan aku pasti akan menikahinya...''
Kesabaran Zayden menipis..dengan kepalan tangan pria yang tampak marah itu menghantam wajah Wiliam..
Bughhhh!!!!
Tubuh Wiliam terdorong ke belakang hingga membentur meja,..bibir Wiliam pecat dan amarahnya pun bangkit..mendekati Zayden dan membalas pukulannya..
Tubuh Zayden terhuyung membentur dinding....bibirnya pun pecah..
Hening......
Keduanya berdiri dan saling menatap tajam..
''Kau pikir aku akan melepaskan Virginia...padamu...''
Wiliam mendekat...
''Mudah bagiku untuk menjatuhkanmu tuan Zayden..apalagi mencari bukti...kau telah menyakiti istrimu dan kurasa pengadilan akan berpihak pada Virginia..''
''Baiklah kau mau bermain-main denganku...''
Zayden tak mampu menahan emosinya dan dalam sekejap kembali melayangkan pukulan pada wajah Wiliam dengan telak..
Bughhhh!!!!
Wiliam terjatuh lagi,...dan hal itu membuat Virginia histeris dan berlari menyentuh Wiliam dan membantunya berdiri..tindakan Virginia sungguh mengejutkan Zayden hingga pria itu hanya mampu terdiam di tempatnya..melihat perhatian Virginia membuat dadanya terasa panas...tentu saja...Virginia tak pernah melakukan itu kepadanya..
Pria itu tertegun...ketika mereka bersama hanya ada ketakutan...dan hal itu sedikit di sesali oleh Zayden karna tak ada sikap manis dalam rumah tangga mereka atau perhatian..
''Wiliam...apa kau baik-baik saja..'' jerit Virginia menatap Wiliam dengan hati-hati..
__ADS_1
''Aaarrghh...aku baik-baik saja Virginia...'' pria itu tersenyum penuh kemenangan ketika ia menatap Zayden yang cemburu..
''Kita pergi saja dari sini Wiliam...ayo...''
Sesaat sebelum pergi Virginia menoleh menatap Zayden dengan tatapan marah..
''Dalam mimpipun aku bahkan tak pernah ingin bertemu denganmu Zayden Wilmer...aku pastikan kita akan bertemu di pengadilan..''
Usai berkata Wiliam membawa Virginia keluar dari ruangan itu meninggalkan Zayden yang berdiri dengan tatapan beku..ia sungguh masih tak mengerti mengapa hatinya terpengaruh..mengapa hatinya tak terima...:??bukankah ia menikahi Virginia hanya untuk balas dendam..
Jemari Zayden mengepal..baiklah ia akan menghadapi Virginia dan Wiliam...dan memastikan akan menyingkirkan pria itu di samping Virginia...dan mengembalikan keadaan sperti semula..Virginia tak akan pernah ia ceraikan sampai kapanpun..
***********
Virginia menatap butik miliknya dengan mata berbinar bahagia..bagaimanapun dia senang karna ia bisa kembali bekerja..sewaktu hidup bersama Zayden ia bahkan tidak di ijinkan bekerja...ia juga mendapatkan kembali yayasan miliknya dan hal itu membuat anak-anak asuhnya senang karna mereka bisa bebas bertemu dengannya hal yang sudah lama tidak di rasakannya...sebulan lebih ia menikah dan hidup seperti di sangkar emas yang penuh tekanan..
Meski belum bercerai namun Virginia bisa bernafas lega karna Wiliam terus mendampinginya dan membuatnya aman dan nyaman..hubungan mereka kian hari kian dekat saja...hal itu membuat Virginia bisa merasakan bagaimana wanita di perlakukan dengan penuh cinta...
Zayden menghilang di telan bumi sejak kejadian di Restoran..entahlah semoga dia baik-baik saja, walau Virginia telah disakiti tapi ia tidak menyimpan dendam dan selalu berharap kalau Zayden bisa bahagia dan menceraikan dirinya meski itu sulit...Zayden tak ingin bercerai hingga membuat Wiliam tak bisa mendekatinya karna ia masih berstatus istri dari seorang Zayden Wilmer...
entah sampai kapan Zayden menggantung dirinya dalam hubungan pernikahan mereka..
yang pasti Virginia masih berjuang agar bisa terlepas dari ikatan pernikahan Zayden..
''Nyonya Virginia...ada pesanan sebuah gaun untuk pesta ulang tahun...''ucap asistennya menyerahkan mode dan cek harga gaun yang di pesan..
''Siapa yang memesannya Sisil....''tanya Virginia menatap contoh gaun yang ingin di buat...
''Nona Shiren....''ucap Sisil menjelaskan..
''Jadi ulangtahun ke 18 yah...''
''Benar nyonya...''
''Baiklah..kita akan mengerjakannya dengan cepat Sisil...''
''Waktunya hanya seminggu sebelum ulangtahunnya..''
''Baiklah......''
Virginia tersenyum...kini butiknya di penuhi berbagai pesanan lagi...dan ia mulai sibuk, Virginia senang setidaknya ia bisa menghilangkan frustasinya dengan bekerja...
Ponselnya bergetar dan ia pun tersenyum, ada pesan dari Wiliam..
Apakah kau sibuk.....??
Virginia tak mampu menyembunyikan rasa bahagianya..
***********
''Tuan Zayden..apakah sungguh-sunggu ingin melakukannya...'' tanya Simon dengan wajah pucat..
''Tentu saja....aku tak akan ragu Simon...'' desis Zayden dengan sinar mata tajam...
__ADS_1
Zayden sungguh tak mampu menahan perasaannya.....