
Setelah beberapa saat berada di dalam taxi...Virginia sampai juga ke apartemen milik sang kakak Drake yang cukup mewah dan yang membuat Virginia lega adalah apartement ini tak akan bisa di temukan oleh Zayden...tentu saja ini adalah apartemen tersembunyi milik sang kakak..termasuk pertemuan rahasia mereka...
Virginia membuka pintu lalu melangkah masuk dengan pelan dan mengunci pintu disana...airmatanya kembali menetes membayangkan apa yang baru saja di alaminya, tubuhnya tersungkur ketika rasa sakit masih begitu ia rasakan karna Zayden,....gadis itu menundukan wajahnya dalam-dalam...jemarinya terkepal dengan kuat...tidak...ia tak akan pernah mau kembali kepada Zayden...sangat mengerikan jika Zayden harus menerus menyiksa an mempermalukannya...Virginia sudah tak sanggup lagi...
Virginia menurunkan pandangan pada ponselnya lalu mengeluarkan kartu dan menghancurkannya..ia tidak akan pernah mau berhubungan dengan Zayden....Virginia kembali menguatkan dirinya...jemarinya terkepal dengan kuat..setelah merasa tenang, Virginia bangkit dari sana lalu membersihkan dirinya..namun ketika berada di tolilet ia tak bisa percaya...jika tubuhnya di penuhi bekas kebiruan jejak Zayden kepadanya...tidak....airmata Virginia menetes lagi penuh dendam....ia tak akan pernah menginjinkan tubuhnya di sentuh oleh Zayden....
Karna tak ingin melihat banyaknya tanda itu Virginia segera keluar dari toilet dan memakai kemeja milik sang kakak Drake..karna dia keluar dari Hotel dengan pakaiannya dan tas yang hanya berisi beberapa kartu milik Zayden yang tak akan pernah di gunakannya juga ada beberapa lembar uang tunai...
Usai berpakaian Virginia melangkah ke sebuah brangkas tersembunyi di sebuah lemari yang sudah di beritahu Drake padanya, dan Virginia kembali di penuhi keharuan ketika pasword yang digunakan Drake adalah tanggal kelahirannya...
Klik!!!!
Brangkas itu terbuka dan menampakan beberapa tumpuk uang dalam jumlah banyak, hampir memenuhi brangkas kecil itu..juga surat kecil beberapa kartu dan juga sebuah liontin yang cukup besar di letakan disana dekat sebuah kotak perhiasan..
Lama Virginia duduk disana dan tak pernah menyangka jika kakaknya menyimpan semua ini untuk dirinya tentu saja, bagaimana mungkin itu terjadi...? bagaimana mungkin kakak masih memikirkan dirinya,...??
Airmata Virginia kembali mengalir kali ini dengan rasa sakit di dadanya...Virginia kembali menatap liontin dan sebuah surat kecil yang di tulis oleh Drake kepadanya...
Jemari Virginia masih bergetar ketika mengambil liontin ini dan membukanya..betapa terkejutnya Virginia dengan foto di dalam liontin itu...mata Virginia melebar tak percaya..itu adalah foto keluarganya...ketika sang kakak Drake di wisuda, dan mereka melakukan foto keluarga sebelum orangtuanya bercerai...Virginia terkejut setengah mati jika Drake malah menyimpan foto mereka dan mengabadikannya di dalam sebuah liontin...Virginia kembali menangis ketika membaca surat yang di tulis oleh Drake kepadanya..
Dear adikku sayang, Virginia...
Aku tak tau bagaimana perasaanmu ketika melihat liontin ini, tapi aku harap kau senang...aku mengerti setiap anak menginginkan keluarga yang sempurna, saling mencintai tanpa batas...
Tapi Virginia..itulah kehidupan, kau tak bisa memaksa kehidupan berjalan seperti kehendakmu sendiri...tidak....hubungan orangtua kita sudah hancur tapi Virginia jangan membuat hatimu terluka karna itu...pikirkan saja tentang kasih sayang yang pernah mereka berikan untuk kita, perlindungan dan senyuman...yag...tak ada senyuman setulus orangtua kita...
Simpanlah liontin ini sebagai kenangan untukmu bahwa ini pernah terjadi..keluarga kita pernah saling mencintai dan tetap genggam ingatan itu sayangku...
Gunakanlah uang ini untuk keperluanmu...aku mempersiapkan semuanya ketika aku tau hidupku tak lama lagi Virginia....
Deg!!!!
__ADS_1
Jemari Virginia bergetar menggenggam surat itu apa maksud kakaknya....?? Virginia terus membaca dengan serius...
Kakak sedang di ikuti musuh lama kakak, dia mengincar nyawaku...Virginia...hiduplah dengan baik dan bahagialah...kakak akan selalu mencintaimu..semua aset dalam brangkas ini adalah milikmu, dan semua kartu yang kakak tinggalkan paswordnya adalah tanggal lahirmu....
Jika kita bertemu jangan tertawakan aku karna aku menulis ini...?? aku mencintaimu Virginia sayang...aku mencintaimu adikku...
Virginia meletakan surat itu,...tiba-tiba ia teringat dengan kakaknya yang sudah sadar di rumah sakit....Virginia bangkit dari sana...mengambil beberapa lembar uang dari sana dan segera keluar dari apartemennya...
*****************
Zayden terbangun paksa ketika bunyi ponsel terdengar nyaring di telinganya...pria itu lalu membuka matanya pelan dan meraih ponsel di atas meja...melihat nama Simon membuatnya kembali memejamkan matanya..
Zayden : Hallo...katakan mengapa kau membangunkan aku....??
Simon : Ada investor dari jepang meminta bertemu pagi ini tuan Zayden..haruskah aku membatalkannya...??
Mata Zayden terbuka....
Zayden : Sialan....investor itu sangat penting bagi kerjasama kita..baiklah...atur pertemuan, kita akan menjamunya dengan baik...
Zayden : Baiklah...Virginia akan menemaninya..
Simon : Baiklah tuan Zayden...
Telp di tutup, sementara Zayden mengusap wajahnya dengan kasar, tubuhnya lebih baik sekarang dia lebih bersemangat pagi ini setelah percintaan mereka...
Jemari Zayden menyentuh sebelah ranjangnya dan mengerutkan kening..mengapa sebelah ranjangnya kosong...??
Pria itu terbangun dengan cepat lalu duduk di ranjang..ia pun menoleh ke sekeliling dan tidak menemukan jejak Virginia disana....Zayden masih bersikap santai...
Mungkin Virginia di kamar mandi...??
__ADS_1
Pria itu tersenyum dingin,..lalu bangkit dengan tubuhnya yang polos menuju kamar mandi dan mengetuk-ngetuk disana namun sekali lagi...Virginia tak menjawab..karna rasa penasaran yang tinggi Zayden membuka pintu dan membeku....
Tak ada siapapun disana...??
Pria itu mengeraskan wajahnya...dimana Virginia..beraninya dia bersembunyi...?? Zayden kemudian keluar dari kamar berharap Virginia sedang di dapur, balkon atau di sofa....??
Namun....betapa terkejutnya Zayden ketika tidak menemukan jejak Virginia...wajahnya berubah menjadi pucat, sedikit takut...membayangkan jika Virginia pergi darinya atau mungkin bunuh diri karna kekerasan yang di lakukan oleh Zayden kepadanya...??
Pria itu kembali menelfon Simon dan memintanya datang ke kamar Hotel dengan cepat...
Dalam beberapa menit, Simon datang dengan cepat....dan menunduk di hadapan Zayden...
''Dimana Virginia....''
''Bukankah semalam tuan memintaku untuk menunggu kedatangan investor kita dari jepang...tuan memintaku untuk menjamu mereka...aku pikir tuan sedang menikmati waktu dengan nyonya jadi aku tidak mengganggu...''
Zayden jatuh terduduk di sofa seolah ia kehilangan tenaga..yah..semalam dia pikir Virginia tak akan pernah lari jadi Zayden meminta anak buahnya untuk pulang dan tidak berjaga....pria itu memejamkan matanya, ada sesuatu yang hilang darinya dan dia tak suka dengan perasaannya..
''Bagaimana dengan cctv kau sudah memeriksanya Simon...''
Hening....
Simon mengangkat wajahnya dan menatap mata Zayden yang penuh harap....lalu menundukan kepalanya....
''Sudah dua hari Cctv di Hotel ini sedang mengalami perbaikan jadi....tak ada rekaman apapun tentang kepergian Nyonya Virginia...''
Zayden bangkit dengan murka....lalu mendekati Simon dan menarik ujung kemejanya dan mencengkramnya dengan kuat...
''Periksa cctv di sekitar Hotel ini...periksa rumah sakit....lakukan apapun yang penting temukan Virginia secepatnya...Simon...aku tak ingin kegagalan...'' teriak Zayden murka..
Simon menundukan kepalanya..
__ADS_1
''Baik tuan...''
Zayden seakan tak percaya, sesuatu di dadanya berdebar takut....Virginia....kau tak bisa lolos begitu saja tidak...........