Cinta Sejati Sang Mafia

Cinta Sejati Sang Mafia
Terperangkap


__ADS_3

Virginia memang merasa haus,...cuaca di luar memang sedang panas-panasnya di tambah lagi ia berkendara sendiri selama hampri dua jam, jujur Virginia merasa lebih lelah..


jadi ketika seorang pelayan nona Sherin membawakan sebuah minuman yang tampak segar, sungguh Virginia tak dapat menolak..


''Silahkan kak Virginia...minumlah aku tau kakak sangat haus dan lelah..''


Minuman berwarna hijau ini tampak segar sehingga mrmbuat Virginia semakin tak kuasa untuk meminumnya...


''Terimakasih aku memang sangat haus..''


''Aku benar bukan...silahkan di minum..''tatapan Sherin berbinar apalagi ketika Virginia berhasil meneguknya..sampai habis..


Senyum di wajah Sherin begitu sempurna, itu artinya tugas untuknya sudah selesai..gadis itu bangkit dari tempat duduk..


''Kakak...bisakah membantuku memakaikan gaun ini di kamar...''


''Hah.......''


Virginia sedikit segan rumah ini seperti istana namun tampak lengang, Virginia bisa menebak dirumah ini hanya ada Sherin dan pelayannya, entah dimana orang tuanya....


''Baiklah....ayo..''


Sherin lalu melangkah ke arah lift dan menekan ke lantai 3..


''Apakah kau tinggal sendiri disini Sherin..''


Gdis itu menoleh..


''Yah...orang tuaku sedang ada bisnis diluar negri...aku bersama dengan pelayan yang menjadi temanku selama ini..''wajah Sherin tampak redup..


''Hey jangan sedih hum...semua akan baik-baik saja...''


''Yah.....''balas Sherin tersenyum misterius...


Ting...


Lift terbuka dan Sherin dan Virginia melangkah menuju salah satu kamar, dan disitulah Virginia merasakan panas di sekujur tubuhnya...hingga wanita itu menghentikan langkahnya sesaat ketika dia merasakan tubuhnya goyah..


''Kakak.......ada apa..''tanya Sherin begitu khawatir...


''Kepalaku sakit sekali..''rintih Virginia dengan kerutan di dahinya, padahal tadi dia baik-baik saja...mengapa tiba-tiba menjadi pusing begini..?


''Ayo istirahat dulu di kamarku kakak....''


Virginia ingin menolak namun dia tak kuasa menolak...wanita itu akhirnya pasrah ketika Sherin membawanya masuk ke dalam sebuah kamar berwarna biru pekat....namun sedikit gelap dan membimbingnya ke atas ranjang..


''Istirahat dulu...aku akan memanggil dokter untuk kakak...''


Sherin tidak menunggu jawaban Virginia namun dia pergi begitu saja dan menutup pintu di belakangnya..

__ADS_1


Sementara......


Virginia memegang pelipisnya..kepalanya terasa berputar dan ia menatap sekelilingnya...mengapa dia di tinggalkan sendirian...?


Virginia berusaha bangkit dari tempat tidur dan berusaha bangun sementara...ia mulai merasakan sebuah keinginan...keinginan kurang ajar yang bahkan tak pernah dia inginkan selama ini..


Ada apa dengannya...? mengapa di saat seperti ini ia ingin..di sentuh...? Dia ingin bercinta dan..ingin di cumbu..? tidak mungkin.....


Virginia mulai mengedarkan pandangan ke segala arah namun...wajahnya seketika menjadi pucat ketika menyadari ada banyak gambar dirinya dalam bingkai berbagai ukuran...bukan hanya satu namuan semua bingkai itu memenuhi ruangan kamar ini..


Virgina begitu syok ketika dia sadar kalau yang dia liat adalah...gambar dirinya bersama seseorang yang begitu di kenalnya..dan seseorang itu begitu di bencinya seumur hidup..


Virginia gemetar..ketika menyadari jika mungkin ini adalah perangkap...di saat bersamaan..ada gerakan pintu terbuka dan seseorang masuk ke dalam kamar..suasana kamar yang memang redup karna tidak banyak cahaya namun Virginia mengenal benar bagaimana seorang pria masuk dengan tubuh yang tegap dan tinggi..pria itu masuk dan menutup pintu di belakangnya..dan tak sampai disitu ia lalu mengunci pintu dan membuang kuncinya ke balkon kamar..


Hening....


Virgina sungguh ketakutan menyadari pria itu mendekat dan tersenyum kepadanya..


Dan tubuh Virginia tersungkur menyadari pria itu adalah pria yang paling ingin dia hindari selama ini..


''Zayden....'' suara Virginia tercekat di tenggorokannya..


''Apa kabarmu istriku.....''


Virginia bergerak mundur dengan panik,betapa bodohnya dia tidak menyadari kalau Zayden ada di balik ini semua..


''Sayangku..aku merindukanmu..''


''Tidak....jangan mendekat Zayden..'' ucap Virginia memberi peringatan namun hanya di tanggapi dingin oleh Zayden..


''Mengapa aku tak boleh mendekat..bukankah kau adalah istriku..''


Sinar mata Zayden menajam...


Di saat yang sama Virginia mulai merasakan seluruh tubuhnya menjadi sensitif..pikirannya di penuhi dengan berbagai keinginan kotor...


Tidak...ini tidak seperti dirinya...Virginia mengangkat wajahnya dengan susah payah...


''Apa yang kau lakukan padaku...Zay....''


Zayden dengan mudah mendekat mencekal kedua tangan Virgina dan menariknya mendekat hingga jatuh dalam pelukan Zayden...hingga keduanya bertatapan tajam..


''Bagaimana rasanya bebas dari suamimu selama hampir dua bulan..?bagaimana rasanya dekat dengan pria lain yang bukan suamimu...dan mesra dengannya...''


Zayden menggertakan gigi...


''Ceraikan aku Zayden...aku bahkan tak sudi menjadi istrimu.''


''Sampai matipun aku tak akan menceraikanmu...kau dengar itu, jangan bermimpi untuk bisa menikah dengan pria lain karna kau adalah istriku itu artinya kau adalah milikkmu.,..''

__ADS_1


Airmata Virginia menetes di wajahnya...


''Bukankah kau menikahiku karna hutang...aku bahkan sudah membayar kembali semua uangmu....Zay...jadi biarkan aku tenang..''


''Aku bahkan bisa memberikan segalanya kepadamu Virginia...''


Virginia ingin menjawab kata-kata Zayden namun..ia terkejut ketika otaknya mulai memerintahkan hal aneh..sentuhan Zayden di tubuhnya membuat gairahnya bangkit seketika..


''Aaarrgghhh.....apa yang kau lakukan padaku Zayden...''desah Virginia merintih...


Zack tersenyum....


''Aku mencampurkan minuman untuk membuat malam kita panas Virginia...aku ingin menebus kesalahanku waktu itu yang bersikap kasar..sebaliknya aku ingin kau menikmati semua sentuhanku..''


''Brengsek..jangan bermimpi aku...''


Virginia berhasil melepaskan tubuhnya dan bergerak mundur sementara Zack membuka kancing kemejanya seraya terus menatap Virginia dengan penuh keinginan...


''Aku berhak atas tubuhmu Val...dan kau tak bisa kemanapun..''


''Tidak...kau jahat...kau sangat licik..''


Zack tertawa...


''Kau yang paling tau diriku sayang karna itu aku tak akan melepasmu...kau akan selalu menemaniku seumur hidup..''


''Tidak.....''


Virginia hendak melangkah namun, tubuhnya kembali goyah,...seluruh tubuhnya bergetar....


Zayn menghentikan langkahnya ketika dia menyadari Virginia sudah terpengaruh sepenuhnya..Virginia memegang kepalanya...


Virginia mulai kehilangan kontrol pada tubuhnya yang memaksanya menyerah dalam gairah...


Zayden yang menyadari obat itu telah bekerja lalu meraih wajah Virginia mendekat untuk sesaat pria itu mendaratkan bibirnya pada bibir Virginia dan melum**nya dengan sedikit kasar...


Dan....


Virginia yang memang sedang haus tanpa mampu di cegah ia menyambut ciuman Zack yang mendominasi...


Zack merasa ini gila...tubuhnya seakan meledak..dua bulan..sudah cukup dua bulan dia bertahan untuk membiarkan Virginia dan hanya menatapnya dari jauh..dua bulan dan itu sudah di ambang batas kesabarannya...ia akan berjuang mendapatkan kembali miliknya..


''Aku tak akan menyerah Virginia...''bisik Zayden sembari merobek paksa pakaian Virginia dan matanya bersinar terang..


''Oh..Zayden...tolong....aku,...''


Kata-kata Virginia berubah menjadi erangan ketika Zayden menyentuhnya,...


Skip......

__ADS_1


__ADS_2