Cinta Sejati Sang Mafia

Cinta Sejati Sang Mafia
Aku Tak Akan Menyerah


__ADS_3

Wiliam masih berdiri dan menatap Virginia dengan tajam...lalu mendekati wanita itu dengan pandangan yang dalam..


''Aku mencintaimu Virginia...''


Deg!!!


''Wiliam,.....''


''Aku tak tau mengapa kau masih menemuinya meski kau tau kalau dia hanya bisa menyakitimu dengan dalam...kau tau benar kalau aku mencintaimu....Virginia..''


Hati Vierginia seperti diremas dengan kuat dan ia hanya mampu meneteskan airmata, tertunduk dengan menyesal...


''Aku malu...aku sangat malu Will..kau sangat baik padaku..kau begitu perduli dan menolongku...aku bahkan tidak pernah bisa membalas kebaikanmu..aku..''


''Apa selama ini kau hanya merasa berutang budi padaku dan menganggap aku orang baik..''


''Wiliam tidak...tapi aku sadar sekarang, aku hanyalah seorang wanita yang sudah kotor..bahkan tubuhku sudah terjamah untuk kesekian kalinya oleh Zayden meski aku membencinya...''


''Kau mulai mencari alasan untuk kembali bersamanya...aku tidak pernah berpikir bahwa tubuhmu kotor Val..karna apa aku mencintaimu..tapi ternyata selama ini kau hanya menjadikan aku sebagai pelarianmu..''


''Wiliam...dengarkan aku, kau adalah pria terbaik yang aku kenal...aku mohon dengarkan aku....''


''Jadi apa artinya aku menjadi orang baik jika kau malah lebih menyukai pria yang kejam...''ucap Wiliam gertakan gigi..

__ADS_1


''Apa maksudmu...''


''Aku akan menghancurkan Zayden sampai dia tak punya kekuatan untuk menyakitimu lagi...''


Pria itu melangkah hendak pergi namun Virginia kembali menahan langkahnya..


''William tunggu...''


Pria itu berbalik dan menarik Valerie bersamanya dia merasa sungguh marah....


''Katakan padaku Virginia,...apakah tak ada sedikitpun cinta yang tersisa untukku...''


''Wiliam.....'' Virginia tak bisa memberikan jawaban apapun kepada pria ini karna dia tak tau harus berkata apa lagi...ia juga masih tak mengerti apa mau hatinya, tekanan Zayden atau keinginan Wiliam yang sama kuat...Virginia tak bisa memilih saat ini karna dia butuh waktu dengan dirinya sendiri....


pria itu mengangguk dengan wajah dingin...


''Jika kau tak bisa kumiliki dengan kelembutan maka aku akan memaksamu Virginia dan kali ini Zayden tak bisa menghalangiku...''ucap Wiliam dengan penuh ketegasan..


Sementara....


Virginia hanya bisa pasrah ketika Wiliam meraih jemarinya untuk membawanya pergi menuju mobilnya..


''Will..kau akan membawaku pergi...''

__ADS_1


''Yah...meski aku tau kau mungkin akan membenciku karna memisahkanmu dari suamimu yang kejam itu...tapi maaf Virginia...aku harus membawamu pergi sebelum kau benar-benar jatuh dalam perangkapnya lagi...''


Virginia membeku menatap genggaman tangan Wiliam yang begitu erat kepadanya, Virginia sungguh tak mengerti mengapa dia bisa merasakan perasaan ini...bagaimanapun Wiliam sangat baik padanya dan tidak pernah menyakitinya....mungkin Virginia benar-benar harus pergi...


''Baiklah Will.......ayo kita pergi ke tempat yang tidak bisa di temui oleh Zayden....''ucap Virginia menyerah..


Wiliam mengangguk sembari menggenggam tangan Virginia...


''Percaya padaku...kau akan aman bersamaku Vir.....''


''Yah...aku tak pernah meragukanmu Will...maafkan aku...''


Wiliam pun tersenyum....


Namun belum sempat melangkah....terdengar banyak mobil yang mengepung sekitar pantai....dan membuat Will dan Virginia saling menatap..tanpa perlu menjelaskan...Wiliam sudah tau siapa yang datang saat ini...karna tak lama kemudian..baik Virginia atau Wiliam membeku..


Zayden keluar dari dalam mobil...dia datang tidak sendiri namun bersama banyak anak buahnya...


Wiliam mengeraskan wajahnya...Zayden tetap saja licik....


Sedangkan Zayden mendekati Wiliam dan Virginia dengan tatapan tajam,....


''Kau mau membawa istriku kemana...Wiliam...''desis pria itu dengan sorot mata tajam...

__ADS_1


__ADS_2