
Virginia menatap gaun indah berwarna Putih berkilau yang sedang di pakainya..hari ini adalah resepsi pernikahannya dan sejak pagi sekali Virginia sudah di bangunkan oleh pelayannya yang memintanya segera ke Hotel untuk bersiap...
Dan disinilah Virginia berada..duduk di hadapan cermin putih besar...sudah beberapa jam dia menunggu..tak seorangpun yang datang bahkan pelayan...hingga Virginia mulai lelah...memakai gaun sempit ini membuatnya sedikit sesak namun ia berusaha menahan diri..
Seharusnya inilah waktunya...Virginia ingin sekali melewati ini semua dan menemui kakaknya...sejak sadar Virginia tak bisa menemui kak Drake padahal dia seharusnya ada disisih Drake saat ini..hanya dirinya yang Drake punya....bagaimana mungkin ia bisa tenang...
Pantulan Virginia di cermin adalah pantulan seperti seorang putri...dia cantik dan begitu memukau...Virginia adalah gadis yang paling tercantik di pesta malam ini,...tentu saja...walau ironisnya ia tidak benar-benar di perlakukan seperti istri...entah apa yang akan terjadi di pesta mewah ini namun Virginia sudah siap menghadapi semuanya,....
Tak berapa lama kemudian...
Pintu terbuka sedikit dan sosok Zayden muncul dengan setelan jass yang tampan, ia menatap Virginia dengan pandangan yang dalam...tentu saja..hatinya sedikit berdebar menganggumi kecantikan wanita yang sedang menatap matanya,...rambut merahnya kontras dengan kulitnya yang sama putih dengan gaun pengantinnya...
tatapan mata Virginia yang sayu membuat Zayden candu....Virginia memang cantik..
''Kau sudah siap,....''
Zayden melangkah masuk dan Virginia langsung berdiri dengan senyum pasrah,....lalu menundukan kepalanya....ketika pria itu mendekat...
meraih Virginia dengan tatapan memuja...
''Kau cantik......Virginia,...''
Virginia merasa gemetar sungguh, wajah mereka begitu dekat saat ini dan..ia tak bisa mengabaikan begitu saja menyadari Zayden memanglah sangat tampan....dan aura maskulin begitu menghipnotis hingga jantung Virginia berdegup kencang saat ini...
''Jangan merusak riasanku, atau kau akan mempermalukan dirimu sendiri...bukankah semalam kau sudah puas...'' mata Virginia berkaca-kaca menyadari semalam tubuhnya seakan hancur...
Dan...Zayden sedikit menjauhkan tubuhnya dan mengangguk...
''Baiklah selesai resepsi kita akan melanjutkannya sayangku...''
''Tidak...aku mohon....''bisik Virginia memegang lengan Zayden dengan jemari yang bergetar..hingga pria itu menurunkan pandangannya...
''Mengapa.....kau gemetar...''
__ADS_1
''Zayden,...aku tau kau tidak mencintaiku...aku tau kau hanya balas dendam padaku,...tubuhku hanya menjadi alat pelampiasanmu...aku tau...kalau aku berhutang sangat banyak padamu dan kebaikanmu tak sebanding perlakuanmu,....tapi Zayden....aku kesakitan semalam.....aku..mohon...beri aku waktu agar....''
Kata-kata Virginia terputus ketika Zayden mencengkram kedua tangannya dengans edikit kuat hingga mata Virginia memerah..ia hampir menangis...
pria itu mengeraskan wajahnya...
''Kau tau jika mempermalukan seorang Zayden Wilmer itu artinya kau mencari kematian....khusus untuk dirimu bukankah aku sudah melunak...kau tinggal dirumah sebagai istri....kau punya pelayan, makan enak, pakaian bagus, dan tugasmu hanyalah memuaskanku....walau perlu kau ketahui ada banyak wanita yang rela antri untuk tidur denganku....''
''Zayden.....yah...aku istrimu, kau berjanji di hadapan Tuhan untuk menjagaku dan memperlakukanku dengan baik...aku tidak butuh semua itu,...aku tidak butuh...aku hanya ingin kau menghargai aku....semalam kau bahkan memperlakukan aku seperti seorang pelacur...dan aku kesakitan Zayden....''
''Bukankah aku pernah bilang kau memang pelacur,...bedanya adalah kau selamat karna kau masih Virgin...jika kau tidak suka maka kau bisa pergi dengan membayar utang dan bunganya sebesar 50 M.....jika kau sanggup maka aku akan menceraikanmu dan berhenti menyiksamu...''
Airmata Virginia menetes....
''Zayden....teganya kau....tubuhmu kesakitan...''
''Aku tidak perduli,.....dengarkan aku baik-baik Virginia...jangan bermimpi aku akan memperlakukanmu seperti wanita terhormat...tidak akan pernah terjadi....aku membencimu dan keluarga busukmu Virginia...dan kau harus membayar dengan menjadi budak se*ku seumur hidupku.....''
Zayden menghempaskan pegangsan Virginia hingga tubuh itu membentur meja rias di belakangnya...
Hening,....
Virginia merasa hancur ketika Zayden meninggalkannya seorang diri di dalam kamar...jemari Virginia mengepal dengan kuat,....betapa kejamnya Zayden....mengapa dia kejam sekali....isak Virginia menutup wajahnya dengan tangan...hatinya begitu sakit menyadari kalau Zayden sama sekali tak punya perasaan iba sedikitpun,....
Dia bukan manusia.....batin Virginia merasa nyeri....
********
Aula Hotel yang begitu megah dan luas sudah di isi oleh para tamu dari kalangan atas...Virginia melangkah pelan di mengapit lengan Zayden yang tersenyum dengan penuh wibawa...Virginia merasa nyeri sendiri..di hadapan semua orang Zayden tampak seperti pria yang begitu luar biasa gagah..ia memang tampan dan menjadi incaran para wanita...yah..begitu mereka keluar bersama Virginia langsung di sambut tatapan iri dari para wanita di ruangan ini...
''Tersenyumlah Virginia...mengapa wajahmu penuh duka...apakah kau sedang mempermalukan aku...'' desis Zayden dengan tatapan dingin..
Virginia lalu tersenyum hangat pada para tamu, Virginia lalu di perkenalkan pada beberapa rekan bisnis Zayden.....mereka bahkan memuji Zayden dengan mengatakan betapa beruntungnya Zayden menemukan mutiara secantik Virginia...
__ADS_1
Diantara para tamu...Virginia melihat sang ayah dengan istri barunya...wanita itu memakai gaun mahal sementara sang ayah memakai setelan jass yang tak kalah mahal...melihat Zayden..sang ayah langsung mendekat seperti seorang penjilat....
Hingga Virginia hanya menatap mereka dengan tajam....sementara Zayden tersenyum dingin pada sosok Antonio yang tersenyum..
''Ayah mertua....''ucap Zayden dengan senyuman ramah...
Antonio begitu bangga mendapatkan pria kaya seperti Zayden Wilmer.,.Antonio lalu mendekati Virginia namun Virginia menghindarinya..ia terlalu sakit menyadari sang ayah yang menjurumuskan dirinya pada pria yang kejam ini..pada seorang Mafia yang bahkan tidak memiliki hati sedikitpun....hidup Virginia sudah hancur sekarang....
Dan tiba saatnya keduanya naik ke atas pelaminan....sang MC mulai memanaskan suasanya dengan berbagai acara yang meriah...mulai dari pemotongan kue pengantin, saling menyuap dan beberapa games berhadiah mahal...
Sang MC mendekati kedua mempelai dan menanyakan sebuah pertanyaan pada kedua pasangan itu...
''Aku penasaran tuan Zayden Wilmer...dimana pertama kalinya anda san istri ketemu...apakah kalian bertemu tak sengaja seperti adegan di drama Korea,....''
Zayden tersenyum lalu mulai berbicara....
''Bisakah aku jujur....''ucap Zayden dengan nada santai,...
''Tentu saja tuan Zayden kami ingin kejujuran malam ini....''
Zayden melirik Virginia yang hanya menatapnya dalam diam...
''Tuan Antonio Rowena adalah ayah dari istriku, suatu ketika dia datang padaku dan menawarkan putrinya yang masih perawan kepadaku dengan harga 5 M....aku pikir aku tidak rugi karna seorang Virginia sangat memuaskan aku....''
Deg!!!
Tubuh Virginia bergetar....ia sama sekali tak membayangkan kalau Zayden akan mempermalukannya sekejam ini...
Hening.....
Semua terdiam mendengar ucapan Zayden yang tidak pantas....
''Aku membelinya....yah....Virginia Rowena adalah gadis yang aku beli...''
__ADS_1
Deg!!!
Virginia meneteskan airmatanya....