
"Astaga nak, ada apa dengan mu" ucap bina yg khawatir melihat kaki anel yg sedikit membengkak
"Anel keseleo tadi bu di sekolah" ucap anel
"Kalau gitu ibu akan ambil salep dulu" ucap bina dengan segera pergi mencari salep
"Aku bawa kau ke kamar apa di ruang tamu saja" tanya al
"Di kamar aja" ucap anel
"Kalau begitu memohon lah lagi" ucap al
"Tapi kan tadi sudah" ucap anel
"Kau fikir aku tak capek mengendong mu naik ke atas, dengan memohon mungkin bisa menambah semangat ku, ayo cepatlah memohon" ucap al
"Bukan aku yg minta kau menggendong ku masuk" cibir anel dengan suara pelan
"Coba ulang yg kau katakan" ucap al sinis
"Hah, tidak... tidak... tidak..." ucap anel terbatah batah
"Sayang ku mohon bawa aku naik ke kamar ku, agar aku bisa beristirahat, apakah kau tak kasihan melihat calon istri mu kesakitan, nanti kalau sakitnya tidak sembuh bagaimana kita akan mengadakan acara pelamaran minggu depan" drama anel, dia terpaksa melakukan hal tersebut karena takut akan ekspresi membunuh yg di keluarkan al.
__ADS_1
"Baiklah sayangku, kau berkata betul aku tak mau mengadakan acara lamaran dengan orang yg sakit" ucap al dengan segera menaiki anak tangga menuju kamar anel
Setelah sampai di kamar anel, al membaringkan tubuh anel perlahan di ranjang nya dan segera duduk di kursi belajar anel yg tak jauh dari ranjang.
"Bisa ku minta nomor mu, hanya untuk berjaga jaga saja ketika kau butuh bantuan, siapa tau aku bisa menolong" ucap al
"Kau peduli padaku" ucap anel
"Tentu saja, biar pun kita masih belum terlalu mengenal tapi aku peduli, sesama manusia harus saling peduli kan", ucap al
"Kau tau terkadang aku bingung dengan sikap mu, kau biasanya dingin dan kadang kau juga baik tapi juga seperti tadi kau seakan peduli pada ku, padahal semua itu hanyalah kebohongan karena sebenarnya kau hanya peduli pada kepentingan mu sendiri" ucap anel
"Jadi kau mau aku bagaimana" ucap al dengan nada lembutnya
"Kau ini pintar sekali mengkritik soal diriky namun kau tak bisa melihat sikap mu itu sendiri" ucap al
"Oh ya ada satu hal yg ingin ku beritahukan" ucap al yg berdiri dari kursinya
Anel hanya melihat ke arah nya saja dan bersiap untuk mendengar kan.
"Aku tak suka kau tersenyum kepada pria lain selain aku dan ayah mu, kau bisa berbuat baik kepada pria yg sudah menyakiti mu tapi kenapa kau tak bisa seperti itu padaku" ucap al
"Sebaiknya kau beristirahat saja dulu, aku akan pulang" ucap al, bergegas keluar dari kamar anel
__ADS_1
Saat berjalan menuju keluar rumah al bertemu dengan ibu anel. Ibu anel mengajak al untuk berbicara sebentar dan menyuruh nya untuk menunggu di ruang tamu. Al mengikuti permintaan ibu anel dia segera menuju ke ruang tamu, sementara ibu anel dia mengunjungi putrinya untuk memberis salep pada luka nya.
Bina duduk di ranjang anel dan mencoba untuk mengusapkan salep pada kaki anel.
"Nak maafkan ibu dan ayah , karena sudah membuat keputusan tanpa mendengar pendapat mu, ibu tau itu berat tapi ibu dan ayah hanya menginginkan yg terbaik untuk mu, ibu dan ayah tidak mau nantinya kau akan menikahi pria yg salah nak" ucap bina
Anel yg mendengar perkataan ibu nya itu tiba tiba menetesakan air mata, lama kelamaan dia menangis namun tak bersuara.
Bina yg telah mengoles kan salap pada kaki anaknya itu bergegas pergi, ketika menoleh ke arah anel, dia melihat anel menangis dan kembali duduk di ranjang serta memeluk anel.
"Nak ibu ingin, anel kembali seperti dulu, yg selalu ceria di pagi hari dan lemah lembut, dan juga kembali makan bersama serta berbicara kepada ibu dan ayah lagi" ucap bina
Anel semakin tak bisa menahan derai air matanya, akhirnya dia menangis sejadi jadinya di dalam pelukan ibunya.
............
HAri ini author akan carzy up lagi, di mohon menunggu yah, author akan mengusahakan nya secepat mungkin karena author tau rasanya menunggu , apa lagi kalau menunggu tanpa kepastian, tapi tenang aja author kasih kepastian kok ;). Okay author lanjut mengetik lagi :v
#**maaf typo di mana mana
#tinggalkan like dan koment
#jangan lupa vote
__ADS_1
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA**