
Sementara itu disalah satu rumah yg berada didalam kompleks militer terlihat seorang pria yg sibuk mengotak-atik ponselnya.Siapa lagi kalau bukan Al. Dia kini terlihat kesal,khawatir,galau,rindu, pokoknya perasaanya sedang bercampuraduk pasalnya pesan yg dikirim ke Anel tak kunjung mendapat balasan dari siang hari dia juga tak henti hentinya menghubungi anel tetapi nomornya selalu berada di luar panggilan.
"Liat saja kalau sampai bertemu akan kuberi hukuman" ucap Al.
"Dia lagi apa si, sesibuk itu kah dia sampai tidak bisa memberiku kabar meski hanya sebentar"
Tiba tiba sebuah ide kecil muncul dari otaknya yg juga kecil itu.
"Atau aku berkunjung saja kerumahnya dan membawakan makanan dan ku beritahukan kalau makanan ini dari rumah bunda".
Setelah ide kecil itu keluar, Al kini sedang bersiap-siap. Setelah cukup lama kini Al telah siap dan tengah
berada di pekarangan rumah nya,siap untuk berangkat. Sebelum kerumah Anel terlebih dahulu Al berhenti di sebuah warung makan.Sesuai dengan rencanany tadi dia mau membawa makanan,tapi dia tidak membawa makanan dari bundanya,melainkan membelinya dipinggir jalan. Begitu telah mendapat makanannya Al kembali menuju ke rumah Anel.
Setelah berada di jalan cukup lama akhirnya Al telah sampai dirumah Anel. Tangannya gemetaran ketika hendak mengetuk pintu rumah Anel,begitupun jantung nya yg berdetak karuan,Al menenangkan dirinya sejenak lalu Kembali dan mengetuk pintu.
Toktoktok…..
Beberapa saat kemudian nampak seorang pria paruh baya yg membuka pintu.
“Rupanya nak Al, ayo masuk nak” ucap ayah Anel.
Setelah mendengar arahan tersebut Al masuk mengikuti ayah Anel dari belakang.
“Permisi pak, ini dari bunda,malam ini bunda masak lebih jadi di suruh antar kemari juga”
“Wah makasih banyak lo nak” ucap ayah anel
“Buk ini nak Al datang bawah oleh oleh” teriak ayah Anel, yg sedang memanggi istrinya di dapur.
Ibu Anel pun menuju kea rah sang suami dan ikut bergabung dengan mereka.
“Wah tante juga lagi masak lo, jadi banyak ni makanannya,bagaimana kalua nak Al ikut bergabung makan Bersama” ajak ibu anel
“Boleh kok tante,kebetulan saya belum makan malam” ucap Al
“Yudah tante akan panggil nanti kalua sudah siap ya”
__ADS_1
Al merasa bingung pasalny Anel tak kunjung turun dari kamarnya.dan juga orang tua Anel tak memanggilny serta memberitahukan keberadaan Al yg sedang ada di rumha mereka.
Al lalu memberanikan diri untuk bertanya.
“Maaf pak Anel nya ada di rumah?” tanya Al.
“Anel tadi keluar nak sama teman temannya” jawab ayah Anel
Al yg mendengar hal tersebut sangat marah,Anel sama sekali tak memberitahunya dn juga tak memperdulikan beberapa pesan Al. dia mencoba menyembunyikan kemarahannya saat ini.
“Anel keluarnya jam berapa” tanya Al lagi.
“Sekitaran jam6 kalau gak salah nak” jawab ayah Anel
“Lalu kira kiranya dia pulangnya kapan pak” tanya Al
“Mungkin sebentar lagi akan pulang’’ucap ayah Anel
“Boleh saya tunggu Anel pak sebentar,soalnya saya ada sesuatu untuk di bicarakan” ucap Al
>>>>>
Sedangkan ANEL saat ini tengah duduk sendirian didepan rumah aldi menikati malam yg dingin dan juga sunyi.
“Woii” ucap fira yg berhasil membuat Anel terkejut.
“Yaampun fir hamper aja jantung ku copot’’ ucap Amel sambal mengelus elus dadanya.
“Eh ngapain kamu sendirian disini,kamu gak kedinginan apa’’ tanya fira.
“Mata mu mana,jelas jelas aku lagi duduk disini,aku udah terbiasa dengan hatiku yg dingin ini’’ jawab anel.
‘’Eh buset dah macam kek anak indie ae cara ngomong mu itu” ucap fira
‘’Aldi mengirimi aku pesan dia menyuruh ku untuk mencarimu’’
‘’ooh..” jawab Anel
__ADS_1
‘’Bgaimana jika kita pulang saja,aku juga sudah kekenyangan’’
ajak Fira
‘’Baiklah’’
Anel dan Fira bergegas menuju parkiran.Sepanjang perjalanan Anel hanya termenung dan tak berbicara sama sekali.
‘’Nell apa kau sakit’’ tanya fira
Namun anel tak menjawab dia hanya terus melamun.
Begitu sampainya dirumah Anel melihat sosok pria berbadan kekar duduk di halam rumahnya sambal merokok.
“Al!!’’ batin Anel.
Kini Anel tengah merasa takut, tetapi dia mencoba menyembunyikannya dan berjalan seakan tak melihatnya.
“Gaun yg indah’’ ucap Al
Al mematikan rokoknya dan berjalan kearah anel,Anel mencoba untuk tak peduli, begitu hendak melewati Al tangan Anel ditahan oleh tangan Al.
Al lalu menarik tangan Anel hingga terjatuh kedalam pelukannya.
‘’kita perlu bicara’’ bisik Al tepat di telinga Anel.
.......
*CATATAN: Al sebenarnya bukan perokok aktif ya reader, dia hanya sesekali merokok kalau dalam suasan hati yg gak baik.
Hia reader, maaf ya author udah makin jarang update,sekarang author sangat sibuk ujian doain author ya. author mau tanya pendapat kalian nih, author berencana buat video trailler novel ini di youtube, ini sementara di edit, kalian setuju gak kalau author tampilkan traillernya?
Maafin Author ya kalau ada banyak salah.
Sekian ya, kalau videonya udah author post nanti bakal author konfirmasikan.
__ADS_1