
Sementara di suatu tempat Al tak henti hentinya mencari anel.
Sampai lupa dengan sang bunda yg masih berada di rumah orang tua anel.
Dia segera menghubungi ayah nya agar menjemput bunda nya.
"Halo yah, aku minta tolong untuk menjemput ibu di rumah orang tua anel, aku harus secepatnya menemukan anel yah", ucap al
"Kenapa kau menjemput anel, bukannya dia di antar pulang sama temannya, dari tadi ayah ketemu dan mau mengantarnya,namun dia menolak katanya akan pulang dengan temannya" ucap toni
"Hah, di mana ayah bertemu dengannya" ucap al
''Di jalan poros mawar, katanya dia sedang mengerjakan tugas sekolah" ucap toni
"Ayah ke rumah orang tua anel saja, nanti ayah dengar penjelasan dari mereka,ayah aku putuskan panggilan telpon nya dulu" ucap al
"Sebenarnya ada apa ini" ucap toni, setelah al memutuskan panggilan telponnya.
Toni memutar arah perjalanan nya menuju ke rumah orang tua anel.
Sementara al segera menuju ke jalan mawar.
Tak butuh waktu lama Al telah sampai di jalan mawar, dia mencoba meneliti orang yg dia lihat. Dia lalu melihat seorang gadis dengan seragam sekolah duduk di sebuah trotoar jalan. Dia melajukan mobilnya mendekati gadi itu.
"Anel..?" ucap al,
agar memastikan orang itu adalah anel dia mencoba mengangkat kepala gadis itu, yah gadis itu dari tadi hanya duduk dan melihat ke arah bawah.
"Ini betul kamu anel, apa yg terjadi?, kenapa kau di sini?" ucap Al
Anel yg melihat kehadiran al dengan sigap memeluk al.
"Al berjanjilah kau tak akan pernah meninggalkan ku" ucap anel dengan derai air mata.
"Iyya,aku berjanji akan selalu bersama mu selamnya" ucap al
Anel yg mendengar penuturan kata dari al merasa lega. Saat ini di benak anel sudah tak ada lagi orang yg peduli serta menginginkannya. Buktinya orang tuanya saja hendak menikahkan nya di usai yg masih mudah itu artinya orang tuanya sudah tak menginginkan anel dan ingin anel segera pergi dari rumahnya.
Setelah cukup lama menangis di dalam pelukan al. Al kini melepaskan pelukan anel dan menatap wajah anel yg begitu acak acakan, dia membantu anel menghapus air matanya dan menyingkirkan rambut rambut nakal yg menutupi wajah anel.
"Ayo kita pulang" ucap al
__ADS_1
"Tidak!!, aku sudah tak ada rumah saat ini" ucap anel
"Apa yg terjadi" tanya al
Namun anel hanya diam dia enggan membicarakan hal yg menimpah nya tadi pagi .
"Lalu bagaimana ini,apakah kau akan di jalan terus menerus" ucap al
"Tidak apa apa, asalkan aku tak pulang ke rumah itu lagi", ucap anel
"Bagaimana jika kau ku bawa ke rumah orang tua ku untuk sementara waktu" ucap al
"Baiklah"
"Tapi bisakah kau mengangkat ku,kaki ku sangat sakit aku bahkan tak merasakan apa apa lagi pada kakiku", ucap anel
Al begitu terkejut sekaligus khwatir mengenai masalah kaki anel, dia bergegas mengangkat anel masuk ke dalam mobil dan segera cepat meluncur ke rumah agar bisa memberi pertolongan kepada anel.
"Baiklah, kita harus cepat ke rumah dan memanggilkan dokter untuk mu", ucap al
Anel hanya menuruti perkataan al, dia sudah tak memiliki tenaga lagi.
Al tak lupa memberi kabar ke ayah anel kalau dia telah menemuka putrinya, dan tak lupa juga dia memberitahukan kalau untuk sementara anel akan berada di rumahnya.
Anel masih setia berada di dalam mimpi indahnya itu, al hanya bisa mengangkat anel perlahan takut membangunkan nya.
Al membaringkan tubuh anel di dalam kamar tamu, dan segera menghampiri orang tuanya untuk meminta bantuan menelpon seorang dokter.
"Bunda, ayah, tadi anel bilang kalau kakinya sudah tak merasakan apa pun, al khawatir jika saja dia lumpuh" ucap al
"Sebaiknya kita tunggu matahari terbit saja, dokter juga manusia dia butuh istirahat", ucap toni
Perkataan ayah nya memang ada betulnya.
Dia hanya bisa menunggu hingga matahari terbit. Al kemudian kembali ke kamar anel dia terjaga sepanjang malam. Dia hanya takut ketika anel membutuhkan sesuatu namun tak ada yg bisa membantunya.
...........
Pagi harinya saat membuka matanya anel melihat al yg tertidur di bawah ranjang nya.
Anel kemudian mencoba mengingat ingat kembali kejadian kemarin malam, di mana dirinya belum sampai di rumah ini.
__ADS_1
Dia begitu malu ketika mengingat kembali kalau dia yg deluan memeluk al dan menangis serta mengatakan pada al untuk tidak meninggalkannya.
Beberapa saat kemudian al mulai membuka matanya dan tersadar sudah mulai pagi, dia bergegas bangun dan hendak menelpon dokter. Ketika hendak beridir betapa terkejut nya dia melihat anel sudah bangun dan duduk di ranjang.
"Kenapa kau tak membangunkan ku" ucap al
"Kau begitu kelelahan, aku tak tega" ucap anel
"Tak perlu sungkan, bagaimana kondisi kaki mu." tanya al
"Yah masih sakit, aku masih tak bisa berjalan sendiri" ucap al
"Baiklah tetaplah di sini aku akan memanggil dokter untuk memeriksa mu dan akan ku antarkan sarapan" ucap al
"Bagaimana dengan orang tua ku, apakah dia sudah tau" ucap anel
"Tentu saja" ucap al
"Apa dia mengisinkan ku"
"Ya"
Ketika Al hendak turun mengambil sarapan untuk anel tiba tiba saja helen membuka pintu kamar terlebih dahulu dan membawakan sarapan untuk anel.
"Apa yg kau lakukan di sini al" ucap helen
"Al hanya menjaga anel ma" ucap al
"Apa kau semalaman berada di sini" ucap helen
"Iya"
"Belum juga menikah kalian sudah berbuat" ejek helen
Perkataan helen mampu membuat dua orang itu menjadi malu.
"Aku harus menelpon dokter" ucap al seraya meninggalkan kamar anel
*
*
__ADS_1
*
tinggalkan like dan koment, vote juga ya;)