Cinta Seorang TNI

Cinta Seorang TNI
episode 23


__ADS_3

Begitu selesai memeriksa anel, dokter Piyang berjalan keluar menuju ke ruangan tempat keluarga Al berada , di sana juga terdapat keluarga anel.


"Kondisi anel tak terlalu parah, kakinya masih membengkak dan saya akan tulis kan salep yg baik agar mengatasi pembengkakan nya dengan cepat, dan dia hanya demam biasa di sertai flu itu kemungkinan karena kecapean dan terlalu lama berada di luar membuatnya banyak terkena udara dingin di malam hari, saya juga akan menuliskan resep penurun demam nya" ucap piyang


Keluarga al dan anel nampak legah karena tak ada masalah serius yg menimpah anel.


"Ini resep nya, obat obat ini banyak di temu ij di apotek", ucap piyang sambil menyodorkan sebuah kertas di mejar mengarah ke pada Al


"Terima kasih Iyan kau bisa di andalkan" ucap al


"Tak perlu memuji berlebihan, ternyata calon mu sangat cantik" ucap piyan


"Tentu saja, jangan jangan kau menyukai calon ku, jarang jarang kau mau memuji seorang wanita" ucap al


"Terlalu lama berada di dunia militer membuat ku sibuk jadi tak sempat mecari seorang gadis membuatku tak bisa menggombal lagi, aku tak seberuntung kau yg tiba tiba saja mendapat seorang gadis cantik" ucap piyang


"Aku fikir kau sempat homo dulu, makanya aku agak menjaga jarak pada mu" canda al di sertai tawa jahatnya


"Aku pun sempat mengirah kau juga homo jadi nya aku menjauh" balas piyang


"Dasar kau" ucap al yg mulai nampak serius


"Sudah la aku cuman bercanda, lagian kau yg memulainya" ucap piyang


"Yayaya aku cuman juga cuman bercanda, aku hanya ingin membuat mu takut saja" ucap al


"Baiklah aku harus pergi, Oh iya jika suatu hari nanti kau tak mampu lagi untuk bersamanya, aku siap mengganti kan mu" ucap piyang sambil mengedipkan satu matanya


"Apa maksud mu" ucap al, dia memastikan yg ada di dalam pikirannya salah, bahwa sahabatnya tak mungkin merebut anel darinya


"Aku cuman bercanda, aku hanya ingin kau terlihat terkejut" ucap piyang yg tertawa terbahak bahak.


Setelah puas mengerjai al, piyang berlalu keluar meninggalkan rumah al.


"Pantas saja kau tergila gila padanya, anel memang memiliki sedikit kelebihan yg berbeda, aku saja yg pertama kali melihat serta berbicara padanya dapat membuat jantung ku berdentut kencang" batin piyang


FLASHBACK


Begitu memasuki kamar anel, piyang begitu takjub melihat seorang wanita cantik dan anggung. Piyang mencoba menetralkan keadaanya dan segera berbicara


"Hai anel, perkenalkan nama ku piyang, aku juga seorang TNi sama hal nya dengan al tapi aku berada di bagian kesehatan"


"Hai dokter piyang" ucap anel dengan senyuman ramahnya


"Bisakah aku mulai memeriksa mu", ucap piyang


"Tentu saja" ucap anel


Piyang pun mulai mengecek kaki anel terlebih dahulu, karena al berpesan padanya sebelum masuk untuk mengutamakan penyembuhan kakinya.

__ADS_1


"Gadi seperti mu ternyata kuat juga menahan sakit ini dan masih tetap berjalan" ucap piyang


"Hehe tidak juga dok, hanya terpaksa" ucap anel


"Pasti ada sesuatu yg terjadi", ucap piyang


Anel hanya diam dan tak menjawab soal nya dia begitu malu untuk membicarakannya.


"Tak perlu bicara kalau kau tak ingin, lagi pun aku bukan memeriksa psikolog mu saat ini", ucap pinyang


"Dokter baik sekali, karena dokter mau membantu maka aku akan menceritakannya", ucap anel dengan tersenyum lebar


Pinyang nampak kaget, dia melihat ekspresi anel seakan tak mau membicarakan hal yg terjdi pada kakinya, namun berselang kemudian tiba tiba dia menjadi ramah dan siap menceritakannya.


"Kau sangat ramah dan sering tersenyum, bahkan untuk orang yg baru saja kau kenal, apa tak masalah bagi mu untuk membicarakan masalah mu pada orang yg baru kau kenal" ucap piyang


"Boleh ka aku bertanya sebelum menjawab" tanya anel


"Tentu saja"


"Apakah dokter orang jahat yg akan membongkar rahasia seorang siswi SMA" ucap anel


"Tentu saja tidak" ucap piyang


"Baiklah ku rasa dokter tau jawaban ku", ucap anel


Piyang begitu takjub dengan kepandaian anel dalam berbicara, bisa bisanya dia kalah dari seorang gadis SMA. Tapi tak apa demi kesembuhan anel dia merasa tak di rugikan untuk melakukan hal tersebut.


FLASHBACK OFF


Begitu piyang pergi al segera mencari obat untuk anel.


Sementara itu keluarga mereka masih sedang berbincang bincang.


"Temuih la dia, dan tanyakan kabarnya" ucap toni, kepada orang tua anel yg sedari tadi hanya cemas dan tak berani menemuih nya


"Aku masih tak sanggup melihatnya ton, ini semua salahku, aku terlalu emosi" ucap lucertus


"Ini bukan salahmu, kau hanya menginginkan yg terbaik untuk putrimu", ucap toni


"Tapi bagaimana pun, dia keluar dari rumah dan membuat dirinya celakah itu semua karena aku tak dapat menahan emosi ku dan bermain tangan" ucap lucertus


"Mungkin saja kalian saat ini memang butuh waktu untuk berfikir, dan saling merenungkan kesalahan" ucap helen


"Kami titip anel untuk beberapa hari ya, maaf jadi merepotkan" ucap bina


"Tidak merepotkan sama sekali, anel sudah aku anggap anak sendiri bin", ucap helen


"Aku dan suami ku akan segera menjemputnya nanti, tidak baik jika berada di rumah pria ketika lamaran nanti" ucap bina

__ADS_1


"Kau betul juga, setelah sembuh nanti aku akan membawa nya melihat gaun dan kau bisa menjemputnya kembali" ucap helen


"Terima kasih banyak" ucap bina


"Jangan seperi itu sebentar lagi kita akan menjadi besan" ucap helen


Beberapa saat kemudian al kembali dengan kantongan plastik yg berisi obat obatan untuk anel. Dia segera melangkah kan kaki nya menuju kamar anel


"Hai, bagaimana keadaan mu" ucap al


"Lumayan membaik" ucap anel dengan senyum yg lebar


"Ada ap dengannya, mungkin karena terlalu lama berada di luar membuat otaknya bergeser" batin al


Al tak menyangka anel akan seramah itu, biasanya hanya ada pertengkaran di antara mereka.


"Aku membawa obat yg di sarankan oleh piyang untuk mu" ucap al


"Terima kasih" ucap anel


"Ada apa dengan mu , kenapa kau berubah" ucap al


"Berubah apanya" tanya anel


"Kau begitu nampak baik hari ini" ucap al


"Jadi mau mu apa, aku berbuat jahat kau bilang aku rewel dan tak penurut aku berbuat baik begini kau masih mempertanyakannya huff", ucap anel dengan satu tarikan nafas


"Kau benar , kau sama sekali tak berubah inu hanya perasaan ku saja" ucap al


"Kau harus minum obat sekarang, buka mulut mu akan ku suap setelah itu akan ku berikan salep pada luka di kaki mu" ucap al


Detak jantung anel tak karuan saat ini ketika mendengar ucapan al, dia mulai merasa kan persaan aneh yg berada di dada nya itu.


.


.


.


*


*


*


**maaf typo di mana mana


tinggalkan like dan koment

__ADS_1


serta mohon dukungannya untuk di vote**


__ADS_2