
"Istirahat lah yg banyak, agar kau bisa cepat sembuh" ucap al
"Apakah orang tua ku datang menjengukku", ucap anel
"Tentu saja, tapi dia masih merasa bersalah karena sebab itu lah dia tak ingin masuk" ucap al
"Apa aku terlalu berlebihan membenci mereka" ucap anel, dengan raut wajah yg sedih
"Tentu saja, kalian harus secepatnya berbaikan, bagaimana pun dia adalah orang yg paling berjasa untuk mu", ucap al seraya meninggalkan anel untuk beristirahat
.............
Sore harinya anel yg baru saja bangun dari tidur siang nya itu mencoba untuk berjalan ke kamar mandi, anel biasa nya meminta tolong di antar ke kamar mandi oleh bi ina, pembantu rumah tangga di rumah orang tua anel. Namun anel yg sudah dari tadi meminta pertolongan itu tak ada yg menjawab, dia sudah kebelet pipis.
"Sebaiknya aku berjalan sendiri saja, hitung hitung untuk latihan, kalau hanya berbaring terus bagaimana kaki ku bisa kembali normal" ucap anel
Anel turun secara perlahan dari tempat tidur, dan mulai berdiri, dia melangkah kan kaki nya begitu lambat namun berhasil, hanya terasa sedikit nyeri setiap dia melangkah kan kaki kanan nya itu.
Anel sudah dekat dengan pintu kamar mandi, dia mencoba meraih ganggang pintu kamar mandi dan masuk. Pada saat berada di dalam kamar mandi anel sempat bersin, karena flu dia tak henti hentinya bersin.
Ketika bersin badan anel bergetar dan membuatnya kehilangan keseimbangan di tambah lantai kamar mandi yg basah membuat anel jatuh tergelincir.
"Auu" rintih anel
"Tolong siapapun, aku berada di kamar mandi dan tak bisa berdiri" teriak anel
Namun tak ad yg mendengarkannya, anel terpaksa berdiam diri di kamar mandi sampai seeorang datang mencarinya.
Sementara itu Al baru saja pulang ke rumah orang tuanya, dia habis olahraga sore di dalam asrama militer. Asrama militer al tak jauh dari rumah orang tuanya, al juga biasanya hanya tinggal di rumah nya yg ada di dalam asrama, namun karena anel saat ini sedang menginap dia terpaksa harus pulang ke rumah orang tuanya. Tak mungkin dia membawa anel ke rumah nya dan tinggal berdua sedangkan mereka belum melaksanakan pernikahan.
Al terlebih dahulu memeriksa keadaan anel sebelum membersihkan dirinya. Hari ini orang tuanya sedang keluar kota untuk menjenguk tante nya yg akan segera di operasi. Dia sedikit khawatir meninggalkan anel bersama Bi ina.
Saat memasuki kamar anel dia tak melihat anel berada di ranjang dia bergegas mencari Bi ina, mungkin saja Bi ina membawa anel keluar untuk sekedar duduk dan menghirup udara sore hari.
"Bi, anel nya mana" tanya al
"Non anel berada di kamar nya tuan muda" ucap Bi ina
"Tapi saya baru saja ke kamar nya namun dia tak ada di sana" ucap al yg mulai khawatir
"Saya tadi sering mengecek kamar non anel tapi dia selalu tertidur tuan" ucap bi ina
Al begitu khawatir, setelah mendengar perkataan bi ina , al segera mencari anel ke seluruh penjuru rumah, dia kembali memeriksa kamar al dan tak lupa memeriksa kamar mandinya.
Saat membuka pintu kamar mandi, al melihat anel sedang duduk di lantai kamar mandi sambil menyandarkan kepala nya di tembok.
"Anel" ucap al, sambil menggoyang goyangkan badan anel agar anel tersadar
Anel membuka matanya, dia ketiduran di dalam kamar mandi dikarena kan bosan menunggu dia memejamkan matanya.
__ADS_1
"Al..?, akhirnya kau datang" ucap anel,dia tiba tiba saja memeluk dan menangis, ntah semenjak kapan dia begitu cengeng dan mulai manja kepada al.
Al dengan sigap mengangkat tubuh anel dan kembali membaringkannya di atas ranjang.
"Kau harus mengganti baju mu, nanti bisa bisa demam mu semakin tinggi memakai pakaian basah terlalu lama" ucap al
"Al huhuhuu aku takut sekalih tadi, tak ada yg mendengar kan ku" rengek anel yg tak jelas
"Maaf ya , ganti baju lah dulu baru kita bicara, aku juga mau membersihkan diriku, sebentar ya aku akan memanggil Bi ina kemari" ucap al
Al melepaskan tangan anel yg berada di pinggangnya dan segera turun memanggil bi ina.
..........
Malam harinya, al makan malam bersama anel di kamarnya. Dia begitu telaten menyuapi anel. Setelah makan malam, tak lupa al juga memberikan salep sambil mengurut kaki anel.
"Terima kasih", ucap anel, dengan pelan namun masih bisa di dengar oleh Al
"Apa , aku tak mendengarnya" ucap al
Dia hanya pura pura tak mendengar, dan sengaja mengerjai anel.
"Sudah la lupakan saja" ucap anel
"Kau tak ikhlas mengucap kan nya" ucap al
"Berarti kau sudah dengar dong", ucap anel
"Ya tuhan, kenapa kau menciptakan manusia yg sangat menyebalkan sepertinya" batin anel
"Aku tau kalau aku tampan" ucap al, ketika anel menatapnya terus menerus
Anel langsung mengalihkan pandangannya karena malu.
"Kalau kau mau berterima kasih, kau harus mengikuti kemauan ku" ucap al
Anel menyipitkan matanya setelah mendengar kan penuturan kata Al
"Aku tak mau, kau pasti mengambil keuntungan banyak" ucap anel
"Kalau begitu kau akan berhutang budi padaku, lagi pun aku akan mengambil keuntungan banyak ku ketika telah menikah nanti" goda al
"Dasar om om mesum" ucap anel
"Dari pada kau salah paham padaku, akan ku beritahukan keinginan ku sekarang" ucap al
"Tapi aku belum menyetujuih nya" ucap anel
"Kau harus menyetuju ih nya" ucap al
__ADS_1
"Lagi pun aku hanya ingin kencan dengan mu" ucap al
"Apa..!!" ucap anel dengan melototi al
"Kenapa ,apa kau tak mau" ucap al
"Baiklah, aku hanya tak menyangka kau akan meminta yg sangat mudah tadinya ku fikir kau pasti akan menyulitkan ku" ucap anel
"Kau ini tak mau di sulitkan tapi menyulitkan orang lain" ucap al
Anel merasa bersalah, dia kemudian mulai menangis di depan al.
"He?, kenapa menangis" ucap al
"Aduh aku kan tak berbuat apa apa padamu" ucap al, yg bingung tiba tiba saja anel menangis
"Maaf" ucap anel di tengah tangisannya
Tiba tiba saja ingus anel keluar begitu saja setelah dia menangis. Anel lalu segera menutupi dan mencari tissue.
Al dengan sigap memberi tissue di hidung anel, dan membantu anel mengelap cairan itu.
"Kau ini wanita namun jorok" ucap al
"Bisa kau kau tak menghujat ku, aku kan pasien di sini" ucap anel
"Baiklah pasien ku tersayang, mungkin kau butuh sebuah ciuman untuk membuat mu lebih cepat sembuh" kata al , dengan mendekatkan tubuhnya
"Jangan macama macam kamu, k
mentang mentang di rumah hanya kita berdua dan Bi ina" ucap anel
Anel dengan cepatnya menarik selimut membungkus diri nya dan segera berbaring untuk menghindari prilaku al yg tak waras
.
.
.
*
*
*
**maaf typo di mana mana
tinggalkan like dan koment
__ADS_1
mohon dukungan nya untuk di vote
*TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA***