
Sementar al dan helen berjalan menuju ke rumah anel, mereka sedikit terlambar datang. Karena helen tak henti hentinya menghampiri supermarket membeli camilan ringan untuk anel.
"Tadi katanya mau cepat cepat datang, tapi sama aja kita terlambat kalau gini, gi mana gak terlambat, tiap ada supermarket bunda selalu minta di turuni belanja sebentar", ucap al
"Bunda gak tau yg mana di sukai anel, jadi bunda belli sebanyak banyak nya" ucap helen
"Terserah bunda saja" ucap al
Beberapa saat kemudia mobil al telah berada di depan rumah anel, al dan bunda nya turun dari mobil dan segera menuju ke dalam rumah anel.
Al dan bunda nya tak henti hentinya mengetuk dan memanggil dari luar namun tak ada jawaban.
"Biar ibu telpon aja dulu, siapa tau mereka keluar membawa anel ke rumah sakit" ucap helen
Helen menekan ponselnya dan mencari kontak ibu anel. Saat mendapatkan kontaknya dia sesegera mungkin menelpon.
"Halo" ucap bina dari sebrang telpon
"Hai besan aku ada di depan rumah mu hari ini, aku mau menjenguk calon menantu ku" ucap helen dengan nada centil
"Ah maaf maaf saya sedang berada di luar, saya secepatnya pulang sekarang" ucap bina
"Okay baiklah" ucap helen mengakhiri panggilan
"Ada apa bunda" ucap al yg terlihat khawatir
"Mereka akan segera pulang" ucap helen.
Setelah menunggu beberapa lama, akhirnya bina dan lucertus sudah kembali.
"Maaf membuat kalian menunggu begitu lama, mari masuk dulu", ucap bina
Al heran melihat tingkah laku ibu dan ayah anel, terlebih lagi mereka keluar berdua mengunci pintu rumah dengan anel yg sendirian di dalam dengan kondisi yg sulit berjalan.
Al dan bunda nya segera masuk ke ruang tamu, sementara bina menyiapkan teh hangat untuk mereka.
"Ah iya, aku ingin melihat calon menantu ku" ucap helen, meminta izin kepada lucertus untuk melihat keadaan anel
__ADS_1
"Sebenarnya tadi pagi ada sedikit masalah, yg membuat anel keluar rumah entah kemana, kami telah dari sekolahnya namun menurut laporan gurunya bahwa hari ini ia tak masuk sekolah" ucap lucertus dengan nada yg begitu pilu
"APA?" ucap al dan helen bersamaan, mereka begitu kaget mendengar perkataany ayah anel.
Al segera berdiri dan hendak mencari anel.
"Paman aku akan mencari anel" ucap al, kemudian berlalu menuju keluar rumah.
..........
Malam sudah tiba, anel belum juga pulang ke rumah, bahkan al dan lucertus yg keluar mencari keberadaan anel belum juga memberi kabar ke rumah.
Sementara di sudut kota tepatnya di sebuah halte, anel duduk termenung, dia sudah sangat lelah berjalan dengan kondisi kaki yg sakit. Saat ini penampilannya bagaikan seorang gelandangan. Tiba tiba saja ada sebuah mobil yg berhenti di dekat halte tersebut.
Keluarlah seorang pria dari mobil dan berjalan menuju ke arah anel. Anel sontak berbalik melihat pria yg datang itu. Dan ternyata pria itu adalah aldi.
"Nel kenapa kau ada di sini, dan kenapa dengan penampilan mu ini" ucap aldi yg khawatir melihat kondisi anel yg sekarang
Namun tak ada jawaban yg di keluarkan anel, anel hanya terus menatap ke arah bawah sambil termenung.
Melihat keadaan anel yg tak kunjung memberi respon aldi lalu menarik tangan anel.
"Ayo ikut pulang bersama ku", ucap aldi
"TIDAK!!" teriak anel.
Anel seketika menggigit tangan aldi dan berusaha lari sejauh mungkin dengan kaki pincang nya itu, ia berlari menuju ke jalan raya. Ia menyebrang tanpa melihat ke kana dan kiri. Tiba tiba ada mobil yg melaju dari arah kiri hampir saja menabrak anel.
Seorang pengemudi dengan memakai jas kantor keluar dari mobil dan melihat keadaan anel.
"Eh anel, kenapa kamu di sini nak", ucap toni yg merupaka ayah al
Anel membuka matanya yg sempat dia tutup tadi, dia sempat bingung dengan pria itu, soalnya dia hanya baru 1x bertemu dengan ayah al.
"Pama ini siapa" ucap anel
"Masa kamu lupa sama paman, aku ini ayahnya al" ucap toni
__ADS_1
Anel nampak ketakutan, ia takut ketika ayah al membawanya pulang, namun dia mencoba untuk tak menunjukkan ekspresinya.
"Nak kenapa kau ada di sini di malam hari dengan memakai pakaian sekolah
"Hari ini saya mengerjakan tugas kelompok di rumah teman, paman" ucap anel
"Kenapa belum pulang juga nak, ayo naik lah ke mobil paman akan mengantar mu pulang" ajak toni
"Tak perlu paman, saya di antar dengan teman saya kebetulan dia sedang masuk ke supermarker itu" ucap alya yg berbohong, sambil menunjuk ke arah supermarket yg tak jauh dari tempatnya itu
"Ya sudah kalau begitu nanti hati hati di jalan ya nak, sampaikan salam ku ke ibu dan ayah mu" ucap al
"Iya paman, paman juga harus berhati hati", ucap anel
.
.
*
*
*
.
.
.
#**maaf typo di mana mana
#tinggalkan like dan koment
#jangan lupa vote
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA**
__ADS_1