Cinta Seorang TNI

Cinta Seorang TNI
episode 20


__ADS_3

Keesokan pagi nya helen segera membangun kan al agar bersiap siap menuju ke rumah anel. Al di paksa menginap oleh bunda nya di rumah orang tuanya, karena dia harus mengantar sang bunda ke rumah anel.


"Al ayo bangun cepat, kita harus cepat cepat kerumah calon menantu ku" ucap helen sambil menggerak gerakkan badan al


Al membuka matanya dan melihat ke jam yg ada di dinding kamarnya itu, jam itu masih menunjukkan pukul 06.30.


"Bunda ini masih pagi pagi sekalih, bahkan anel pun belum bangun" ucap al dengan suara khas baru bangun


"Pokonya kita harus berangkat secepatnya, bunda nggak mau telat" ucap helen


"Emang bunda mau kemana lagi selain ke rumah anel" ucap al dengan nada malas


"Nanti anelnya keburu ke sekolah" ucap helen


"Bunda kaki anel tuh keseleo, dan juga bengkak, yah pasti nggak ke sekolah, biarin al tidur lagi yah, al pasti antar bunda kok pergi" ucap al


"Al udah berani nolak permintaan mama, al merasa sudah besar dan bisa berbuat semaunya kan" ucap helen di sertai air mata palsunya


"Iyaiya , baiklah al bangun nih, al mandi dulu baru kita berangkat" ucap al


..............

__ADS_1


Sementara di rumah anel. Anel sudah siap berangkat ke sekolah dia menuruni anak tangga dengan perlahan, sebab kakinya masih terasa sedikit sakit. Namun anel bukanlah orang yg mudah menyerah dia pun memaksakan dirinya untuk menuju sekolah.


Bina yg sedang menyiapkan sarapan untuk sang suami dan anaknya itu tiba tiba di buat terkejut dengan anel yg jalan pincang melewati ruang makan.


"Nak kamu mau ke mana sayang" tanya bina


Namun anel tak merespot perkataan ibu nya, dia hanya melanjutkan memasang tali sepatunya.


"Nak tidak usah sekolah dulu, nanti ibu minta izin ke gurumu yah, lagi pun kalau ke sekolah nanti bisa terlambat karena cara jalan mu yg masih kurang betul" ucap bina


Lucertus yg baru saja keluar dari kamarnya nampak kebingungan melihat istri dan anknha berbicara di depan pintu, dia segera menghampiri mereka.


"Ada apa" ucap lucertus dari belakang sang istri


"Nak yg di katakan ibu mu itu benar, beristrahat lah dulu hari ini ,atau kalau ada keperluan penting di sekolah ayah akan mengantar mu" ucap lucertus


Namun masih tak ada juga respon dari anel. Anel lalu berusaha berdiri dan segera menuju ke sekolah.


Sementara lucertus semakin marah melihat sikap anel yg melawannya.


"ANEL!!!" teriak lucertus

__ADS_1


Teriakan tersebut dapat membuat anel ketakutan dan berhenti


"Awas saja jika kau berani pergi" ucap lucertus dengan nada tinggi


"Kamu ini semenjak kapan menjadi pembantah seperti ini, padahal kami memberitahukan yg terbaik untuk mu, namun kau melawan" ucap lucertus


Anel membalikkan badannya dan tersenyum sinis kepada ke dua orang tuanya.


"Kenapa kalian peduli, semenjak kalian memutuskan hal tersebut tanpa memperdulikan pendapat ku mulai saat itu juga aku tak peduli dengan kalian lagi" ucap anel


Lucertus yg mendengar perkataan anel semakin naik pitan, dia berjalan mendekati anel dan sebuah tamparan mengenai pipi anel dengan keras.


Anel merasa sangat kaget sekaligus kesakitan dengan tamparan yg di berikan oleh ayahnya.


Anel malah berusaha berjalan semakin cepat keluar dari pekarangan rumahnya.


Dengan langkah kaki yg pincang dan pipi yg membengkak di sertai derai air mata anel berjalan tak tentu arah, malang sekalih nasib nya hari ini.


Sementara lucertus diam sejenak dan tersadarkan apa yg barusan dia lakukan. Dia menyesal telah menampar anaknya


"Yah, apa yg kau lakukan pada anel" ucap bina dengan air mata yg berlinang

__ADS_1


"Bu, ayah tak sengaja, sumpah" ucap lucertus


"Sebaiknya kita mengejar anel", ucap bina


__ADS_2