
Setelah cukup lama menangis anel merasa mengantuk, ia lalu melepaskan pelukan ibunya dan segera berbaring d tempat tidur nya, sementara bina yg melihat anaknya hendak beristirahat segera bergegas keluar dari kamar dan membiarkan anel istirahat dengan tenang.
Bina berjalan menuruni anak tangga menuju ke ruang tamu mengahampiri al yg sudah menunggu nya dari tadi.
"Maaf ya nak buat kamu menunggu", ucap bina
"Tidak apa apa buk, hari ini al juga tidak ada kegiatan" ucap al
"Tadi anel agak rewel, ibu dan ayah sudah terlalu memanjakannya dari dulu, maaf buat kamu kerepotan lagi hari ini", ucap bina
"Tidak meropatkan sama sekali kok buk, itu memang tugas saya" ucap al
"Maaf ya nak atas perilakuan anel, dia hanya belum menerima yg keadaan ini, ini semua salah bibi dan paman terlalu memanjakan dia dan juga sudah memaksa nya untuk melakukan perjodohan ini" ucap bina
"Ini bukan salah bibi dan paman, hanya saja usia anel dan pemikirannya belum dewasa, al tau kalau bibi dan paman hanya ingin melakukan yg terbaik untuk anel, al juga melihat ada sesuatu yg berbeda dari anel sehingga al ingin menerima perjodohan ini, dan semua ini berkat kepercayaan paman dan bibi sehingga al bisa bersama anel nantinya" ucap al penuh keyakinan
"Nak paman dan bibi sangat bangga padamu, untung saja paman dan bibi tidak salah memilih" ucap bina sambil menepuk bahu al
"Saya jadi malu rasanya bi" ucap al
"Ternyata kamu bisa malu juga ya" ucap bina sambil tertawa
Al semakin malu dikarenakan perkataan ibu anel, sekarang dia sudah sangat dekat dengan anel, dia bahagia karena hal itu, mungkin juga suatu saat nanti dia bisa sedekat ini dengan anel
"Tunggu sebentar ya nak , bibi ambil camilan dulu" ucap
"Tidak perlu repot repot bi, saya langsung pulang saja" ucap al
"Katanya tadi tidak ada tugas" ucap bina
__ADS_1
"Iya kalau tugas dari komandan sih nggak bi, cuman tugas dari ibu negara memanggil" ucap al
"Ooh jadi di panggil sama bunda mu untuk pulang" ucap bina
"Nggak juga bi, saya di suruh jemput dia di tempat arisan" ucap al
"Okay , ya sudah hati hati di jalan nanti" ucap bina
"Oh iya bi, bisakah saya meminta nomor handphone anel, untuk berjaga jaga saja siapa tau nanti akan ada keadaan darurat" ucap al
"Jadi kalian belum bertukar nomor ya" ucap bina
"Saya sudah mencoba memintanya, namun selalu saja di tolak" ucap al
"Sebentar yah nak, bibi ambil handphone dulu" ucap bina
Setelah menemukan handphone nya dia segera kembali ke ruang tamu.
"Ini nak nomornya +62******" ucap bina sambil melihat ke arah ponselnya
"Terima kasih banyak bi" ucap al
"Kalau begitu saya permisi dulu" ucap al
"Oh iya hati hati ya" ucap bina sekali lagi
"Iya bi" ucap al sambil mencium tangan bina
Al kemudian berlalu menuju ke mobil untuk segera menjemput sang bunda
__ADS_1
Beberapa saat kemudian setelah sampai di lokasi yg di tujukan bunda nya, rupa nya bunda al tak berada di rumah teman nya itu, melainkan sedang berada di sebuah butik pengantin.
"Loh kok kamu sendirian datang nya" tanya helen, yg bingung soalnya helen mengirimi pesan ke al agar datang berdua bersama dengan calon menantunya itu.
"Kaki anel tadi keseleo habis jatuh di sekolah, itu lah kenapa al sempat keluar tadi, soalnya pak lucertus ada rapat dan tidak bisa menjemputnya" ucap al
"Kau ini kenapa tidak bilang ke bunda, kita pergi menjenguk nya setelah ini" ucap helen
"Kita datang nya besok saja ya, anel pasti lagi istirahat" ucap al
"Padahal bunda mau kalau dia mencoba beberapa pakaian khas bugis, selain budaya sunda mama juga mau kalian mengadakan acara pernikahan dengan budaya bugis" ucap helen
"Iya terserah bunda saja" ucap al
Maaf ya up nya lama, soalnya tadi dapat tugas baru lagi dan di tambah waktu reveiw juga yg membuat nya lambat up.
**maaf typo di mana mana
*tinggalkan koment dan tanda suka
jangan lupa vote
.
.
.
TERIMA KASIH SUDAH MEMBACA**
__ADS_1