Cinta Terpendam Seorang Tentara

Cinta Terpendam Seorang Tentara
Pertemuan dan Perkenalan


__ADS_3

Cerita ini berkisah tentang seorang Pengacara muda yang tanpa sadar telah dicintai oleh seorang Perwira Muda TNI-AD.


Namanya Hellena Wijaya. Wanita muda dengan senyuman manis yang selalu bisa membuat hati setiap orang menjadi tentram bukan hanya sengan senyumannya saja tapi juga tegur sapanya yang santun.


@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@@


Setelah sampai di Bandar Udara Internasional Rafik Hariri, bandar udara yang terletak di bagian selatan Beirut dan merupakan satu-satunya bandara komersial di Lebanon.


Aku dijemput oleh temanku Maria seorang warga Negara Lebanon yang tinggal di Ibu Kota Beirut. Aku mengenal Maria saat kami sama-sama berkuliah di University of Cambridge Inggris, mengambil jurusan Hukum.


Dengan bahasa Inggris yang fasih, Maria bertanya kepada Hellen "Apa kamu mau ke hotel atau tinggal bersamaku di apartemen ku?"


"Apa aku tidak menggangu jika tinggal d apartemenmu, Maria?" tanyaku.


"Aku malah senang jika kamu tinggal bersamaku selama kamu berada di Beirut. Dan aku berjanji akan mengajak kamu berkeliling Kota Beirut ini" kata Maria antusias.


"Aku harap pacarmu tidak merasa terganggu dengan keberadaan ku di apartemen mu, Maria" kataku lagi.


"Aku sudah putus dengannya 2 Minggu yang lalu, Hellena. Aku menangkap basah dia berselingkuh dengan teman kantornya di dalam apartemennya" kata Maria.


"Maria, semudah itu kamu mumutuskan hubunganmu dengan pacar yang sudah 5tahun bersama?" tanyaku.


"Aku tidak suka dikhianati dan dicurangi oleh lelaki yang aku cintai. Jadi lebih baik, aku melepaskannya demi kesenangannya dari pada aku harus menipu diriku sendiri dengan pura-pura bodoh dan polos dihadapannya bahkan orang lain" kata Maria.


"Semoga aku bisa seperti dirimu yang bisa mengambil sikap dengan tegas" kataku.


"Oh, ya. Bagaimana dengan pacarmu yang dokter itu? Apa kalian masih bersama?" tanya Maria.


"Kami masih bersama tapi entahlah, aku tidak tahu seperti apa nanti hubungan ini" jawabku.


"Hei, Miss Hellena. Kenapa kamu jadi seprti wanita galau yang sedang patah hati. Kamu sudah ada di Beirut dan mari kita akan bersenang-senang" kata Maria.

__ADS_1


"Terima kasih, temanku" kataku.


Sesampainya di apartemen. Maria menunjukkan kamar yang akan aku tempati. Apartemen Maria ada 2 kamar dengan kamar mandi masing-masing dalam kamar, 1 ruang tamu, ruang keluarga tersambung dengan dapur masak.


Aku masuk ke kamarku yang sudah ditentukan oleh Maria. "Kamar yang indah" gumanku.


Aku menata baju-bajuku ke dalam lemari, sedangkan makeup, body lotion dan yang lainnya aku letakan di kamar mandi.


Setelah beres, aku mandi karena perjalanan panjang dari Indonesia ke Beirut membuatku butuh sedikit penyegaran. Sehabis mandi, aku mengganti pakaianku dan ingin segera berbaring. Tapi tiba-tiba pintu kamarku di ketuk oleh Maria.


"Hellena, apa kamu mau makan atau beristirahat?" tanya Maria dari luar.


Aku membuka pintu dan menjawab "Aku ingin beristirahat sebentar, Maria"


"Baiklah" jawab Maria.


"Aku akan keluar sebentar ke kantor untuk membawa beberapa laporan. Mungkin agak sore, aku baru pulang. Ada makanan di dalam kulkas, jika kamu ingin makan jangan lupa dipanaskan dulu" kata Maria.


"Oh, maaf Nona. Apartemen ini bersih dari orang-orang asing kecuali aku atau Ibuku" jawab Maria.


"Hmmm, baiklah" kataku.


"Aku akan pergi dan tolong, kamu kunci pintunya dari dalam ya" pinta Maria.


Setelah Maria pergi, aku mengunci pintu apartemen dan masuk ke dalam kamar, tidak lupa ku kunci pintu kamar juga.


Aku merebahkan tubuhku di tempat tidur dan menutup mataku. Aku tertidur entah berapa jam. Aku dikagetkan dengan suara keramaian di luar jendela kamar apartemen.


Kubuka mataku, kulihat langit sudah gelap dan penuh dengan bintang-bintang yang indah. Aku turun dari tempat tidur ku dan berjalan menuju balkon kamar.


"Wah, sangat indah" kataku.

__ADS_1


Tiba-tiba ada suara dari balkon sebelah "Hai" sapa seorang pria


"Hai" jawabku.


"Apa kamu orang Indonesia?" tanya pria itu dengan bahasa Indonesia.


"Oh, Ya. Aku orang Indonesia" jawabku dengan bahasa Indonesia.


"Apa kamu mahasiswa, TKI atau Wisatawan?" tanya pria itu.


"Menurutmu?" tanyaku.


"Pasti wisatawan" jawab pria itu.


"Oh, ya. Aku Fathir" kata pria itu memperkenalkan diri.


"Aku" kataku terputus ketika mendengar suara ketukan pintu kamarku. aku meninggalkan Fathir berdiri melonggo di balkon kamarnya.


"Eh, kamu" kata Fathir melongo melihatku masuk ke dalam kamar.


"Sudah pulang, Maria?" tanyaku.


"Ya, ampun Hellena. Ternyata kebiasaanmu tak pernah hilang" kata Maria.


Ya, Maria tahu kebiasaanku saat masih kuliah di Inggris. Ketika aku capek maka aku akan tertidur sampai lupa waktu.


"Kamu masih ingat juga ya" kataku.


"Mandilah dan kita akan keluar untuk makan malam" kata Maria.


"Baiklah, Nyonya Rumah" jawabku dan berlalu untuk bersiap pergi bersama teman baikku ini.

__ADS_1


__ADS_2