
Hotel Fairmont Jakarta tujuanku kini. Mobil melaju di tengah keramaian kota Jakarta dengan kecepatan sedang. Mobil kuserahkan ke juru parkir Hotel dan ku melangkah masuk.
"Bu Hellen" suara seseorang memanggilku.
"Oh, iya" jawab saya mengikuti arah suara itu menuju lobi hotel.
"Selamat siang, Bu Hellen" sapa Pria ini.
"Saya, Hendarso dan ini istri saya Lina" lanjut pria tersebut.
"Oh, iya Pak. Saya Hellena Wijaya. Saya yang akan menjadi pengacara, Bapak dan Ibu" jawabku memperkenalkan diri.
"Ini berkas-berkas yang kami bawa. Mohon Ibu pelajari" kata pak Hendarso.
"Panggil Saya, Hendar saja" katanya lagi
"Saya akan pelajari kasus Bapak dan Ibu. Dan ini kartu nama saya" kataku sambil memberi secarik kartu nama.
Berkas yang kedua suami-istri ini berikan sekilas membuat saya mengangkat wajahku melihat pasangan ini dan kemudian meletakan berkas di pangkuanku.
"Maaf, Pak Hendar dan Bu Lina. Saya ingin bertanya sesuatu tapi saya mohon maaf terlebih dahulu" kataku.
"Nggak papa, Bu. Tanya saja" kata pak Hendar.
"Dengan siapa anak ini tinggal atau di adopsi oleh siapa pertama kali?" tanyaku.
"Anak kami di ambil ibu saya di panti ketika berusia 2tahun. Ketika ibu meninggal dunia, anak saya diserahkan ke panti lagi setelah berusia 5tahun. Saat itu ada orang yang mengaku adalah keluarga dari ayah anak saya, suami saya yang pertama dan mengambil anak saya pergi. Dalam 5tahun ini, saya dan suami berusaha mencari keberadaannya. Dan 1bulan yang lalu orang suruhan suami saya berhasil mendapatkan alamat tempat tinggal anak saya yang baru. Hanya saja mereka tidak mau memberikan anak saya dengan alasan sudah terlalu banyak biaya yang dikeluarkan untuk anak saya" kata Bu Lina panjang lebar.
"Kami ingin Ibu mempelajari kasus ini dan kami percaya bahwa ibu sangat bisa membantu kami" kata Pak Hendar.
"Bukti-bukti yang dapat menjerat mereka akan saya kirimkan dalam bentuk file ke email Ibu" kata Pak Hendar lagi.
"Baiklah, Pak Hendar dan Bu Lina. Akan saya pelajari lebih dalam lagi kasus ini. Dan akan berusaha semampu saya untuk menyelesaikan kasus ini" kataku.
Setalah dari pertemuan bersama sepasang suami-istri itu, aku kembali ke apartemen ingin rehat sejenak.
20menit aku sudah sampai lagi di parkiran apartemen. "Selamat sore, Bu" sapa Pak Nono.
__ADS_1
"Selamat sore, Pak Nono" balasku.
"Pak, ikut sama saya ya. Ke unit saya" ajakku.
"Baik, Bu" jawabnya.
"Gus, tolong jagain sebentar ya. Saya mau ikut Bu Hellen" pinta Pak Nono sama rekan security yang bernama Agus.
"Iya, Pak" jawab Agus.
Pak Nono mengikuti saya. "Gimana kabar istri dan anak-anak Bapak?" tanyaku.
"Alhamdulilah, baik Bu" jawab Pak Nono.
"Pak, nggak usah panggil saya Ibu. Cukup Hellen saja" pintaku.
"Nggak sopan atu, Bu" jawab Pak Nono.
"Terserah Bapak mau panggil saya apa saja, asal jangan Ibu. Saya masih mudah, Pak. Mungkin seumuran anak Bapak" kataku.
"Kalau begitu Bapak panggil Non Hellen saja. Boleh kan?" tanya Pak Nono.
Sesampainya di unit apartemenku. "Mari masuk, Pak" anakku sambil membuka pintu. "Duduk dulu ya" kataku lagi.
Pak Nono duduk dan Melihat-lihat ruangan unitku.
"Pak, ini oleh-oleh untuk ibu dan adik-adik ya" kataku sambil memberi beberapa paper bag.
"Terima kasih, Non" jawab Pak Nono mengambil paper bag itu.
"Punya pak Nono, saya gabung sama Ibu" kataku lagi.
"Sekali lagi, terima kasih Non. Saya pamit ya, Non" kata pak Nono dan pamit dariku.
Setelah kepergian Pak Nono. Aku mengistirahatkan tubuh sejenak dengan berendam dalam bathtub.
Hpku terus berdering tapi aku ketiduran dalam bathtub. Karena merasa sudah enakan. Aku berdiri dari bathtub dan membersihkan tubuhku dibawa shower. Selesai membersihkan tubuhku dan memakai pakaian bersih. Aku mengambil Hpku di atas nakas samping tempat tidurku.
__ADS_1
"Hallo" sapa ku
"........"
"Hellen baru sampai rumah, mi. Hellen butuh istirahat" jawabku.
"......."
"Hellen tadi ketemu klien, mi. Ada kasus yang akan Hellen selesaikan dan tidak bisa diwakilkan, mi" jawabku.
"......."
"Hellen usahakan, mi" jawabku lagi.
Aku matikan sambungan telepon bersama mami. Aku mencoba menutup mataku untuk sekedar mengistirahatkan tubuhku yang belum sempat istirahat sejak tiba dari Beirut.
Entah berapa jam aku tertidur, aku dibangunkan dengan bunyi bel apartemenku. Aku bangun dengan perlahan dan keluar menuju pintu apartemen. Kulihat dari layar di samping pintu terlihat wajah yang tak asing lagi bagiku.
"Ngapain kamu datang kesini?" tanyaku lewat speaker.
"Aku ingin bertemu denganmu, Hellen" jawab Leo.
"Aku nggak ada urusan sama kamu" kataku dan mematikan layar juga speaker.
Aku berbalik ke area dapurku, mengambil gelas dan menuangkan air putih dan meminumnya.
Hpku berbunyi lagi.
"Hallo" sapaku.
"......."
"Hellen baru bangun, mi. Hellen akan segera ke rumah, mi" jawabku.
"......."
"Ia, mi" jawabku.
__ADS_1
Aku mematikan sambungan telepon dengan mami.
Aku masuk ke kamar dan bersiap untuk ke rumah papi dan mami.