Cinta Terpendam Seorang Tentara

Cinta Terpendam Seorang Tentara
Sahabat Baik


__ADS_3

"Mereka ini semua mahasiswa, kak. Tapi aku bukan" kata salah satu gadis muda.


"Oh ya. Perkenalkan namaku Hellena, kalian cukup memanggilku Hellen saja" kataku.


Dan mereka mulai memperkenalkan diri mereka masing-masing. Ada Faizal, Ratna, Aisyah, Roni, Riska dan Fikry.


"Kakak kesini dalam rangka apa? Liburan atau belajar atau kerja?" tanya Aisya (wanita berjilbab)


"Aku sedang liburan, rehat sejenak dari kerjaan yang menyita waktu" jawbaku


"Kenapa ke Beirut, kak?" tanya Aisya lagi.


"Aku sedang ingin saja ke sini dan kebetulan ada teman baikku yang ornag Beirut menawarkan kalau di Beirut ini ada tempat-tempat wisata yang bagus dan menarik" jawabku.


"Iya, kak. Aku saja langsung jatuh hati dengan Beirut. Apalagi cowok-cowoknya, ganteng-ganteng loh, kak" kata Riska dengan gayanya.


"Riska, Riska. Kalau urusan cowok, nomor 1 dia" kata Faizal.


Aku hanya bisa tersenyum.


"Ngomong-ngomong kakak tinggal di mana?" tanya Roni.


"Aku tinggal di apartemen dekat sini" jawabku.


"Oh, ya. Sebentar sore, kita ada acara kumpul-kumpul orang Indonesia loh, kak. Mau ikutan nggak?" tanya Faizal.


"Apa boleh?" tanyaku


"Boleh dong, kak. Semua orang Indonesia yang ada di Beirut ikut loh. Ada juga yang nggak sempat karena ada kesibukan" kata Fikry.


"Sore ini juga ada beberapa tentara Indonesia yang bertugas di perbatasan Lebanon juga ikut loh, kak. Mereka diberi libur dari kampnya" kata Ratna.


"Kita minta nomor hp, kakak ya. Biar kita bisa share lock ke kakak. Atau gini aja, ntar aku jemput deh disini lagi" kata Aisyah.


"Hmm, boleh-boleh. Ini nomor hpku" kataku bersemangat sambil memberikan nomor hpku.


"Jam 3, aku nunggu kakak disini ya" kata Aisyah.


"Oke. Kalau begitu, aku pamit ya. Sampai jumpa" kataku dan berlalu meninggalkan mereka.


"Ternyata aku bisa ketemu dengan anak-anak itu. Mereka welcome banget. Semoga, aku bisa mengembalikan moodku sebelum kembali ke Indonesia" gumam hatiku.


Setelah berjalan kira-kira 15menit sampailah di apartemenku dan ternyata Maria sudah ada lebih dahulu.


"Kamu dari mana, Hellena?" tanya Maria.


"Aku jalan-jalan sebentar menikmati Gemmayzeh Street di waktu pagi. Dan ketemu dengan beberapa mahasiswa orang Indonesia. Sore ini mereka mengajak aku ikut acara kumpul-kumpul bareng" jawabku.


"Jam berapa kamu pergi? Aku akan antarkan" kata Maria.


"Tidak perlu, Maria. Mereka akan menjemputku" kataku.


Setelah berbicara dengan Maria, aku masuk kamar untuk beristirahat. Dan Maria mempersiapkan dirinya untuk ke kantor.




Jam 3, aku sudah berjalan menyusuri Gemmayzeh Street lagi untuk bertemu dengan Aisyah.



"Kak Hellen" suara teriakan Aisyah sambil melambai dari sebrang jalan.



"Hai" kataku melambaikan tanganku.



"Ayo, kak. Itu mobilku" ajak Aisyah.



Sekitar 20memit, kami sampai di sebuah rumah mewah dengan halaman luas dan arsitektur unik khas timur tengah.


__ADS_1


"Kakak sudah sampai? Ayo, aku kenalkan sama yang punya rumah dan semuanya" Kata Fikry.



Aku berjalan mengikuti anak-anak muda itu. Fikri lalu meminta perhatian semua orang yang ada di situ.



"Selamat sore semuanya. Saya mohon perhatiannya. Saya ingin memperkenalkan seseorang dari Indonesia" kata Fikry.



"Ayo, kak" panggil Fikry


"Inilah kak Hellena Namanya. Kita ketemu tadi pagi di Gemmayzeh Street dan kami mengajaknya untuk ikut acara ini" kata Fikry lagi.



Tanpa aku sadari, ada sepasang mata yang memandangiku tak lepas.



"Hellen?" sapa seseorang.



"Bagas?" kataku kaget.


"Kamu ngapain disini?" tanyaku.



"Aku bertugas disini" jawab Bagas.



"Pasukan Perdamaian?" tanyaku



"Iya" jawab Bagas.



"Liburan, Gas" jawabku.



"Ini pasti bukan liburan biasa kan?" tanya Bagas.



^^^(*Bagas adalah sahabat baik Hellena waktu SMA. Dan mereka sempat dikira pacaran saat itu, mereka juga pernah dinobatkan sebagai pasangan terfavorit*)^^^



"Jangan menyembunyikan apapun dariku, Hellen. Aku tahu siapa kamu dan apa yang kamu sembunyikan ketika ku melihat matamu" kata Bagas.



"Aku penat saja dengan beberapa kasusu yang aku tangani dan juga hubungan Papi dan Mami yang sampai sekarang belum juga berdamai" kataku.



"Hellen, aku pernah katakan padamu. Jangan pernah sembunyikan masalahmu dariku. Apa aku sudah tak di anggap lagi?" tanya Bagas.



"Kamu yang meninggalkanku, Gas" kataku.



"Permisi" kata seorang wanita paruh baya


"Kalian berdua sangat cocok jadi suami istri" katanya lagi.


__ADS_1


"Kita berdua adalah sahabat, Oma" kata Bagas.


"Hellen, ini Oma yang punya rumah ini" kata Bagas memperkenalkan Oma kepadaku.



"Hellen, Oma" kataku.



"Oma Hanna" kata Oma.



"Nama yang cantik seperti orangnya" kataku.



"Hellen juga cantik" kata Oma.


"Silahkan kalian nikmati acara ini" kata Oma dan berlalu pergi



"Kak" panggil Riska.



"Ya" aku dan Bagas bersuara.



"Hah, kakak kenal dengan Si Bego ini?" tanya Riska kepadaku.



"Si Bego? Maksud ku, pria ini Si Bego?" tanyaku



"Ia, kak" jawab Riska membuatku tersedak.



"Kalian saling kenal?" tanyaku.



"Dia, adikku. Tepatnya sepupuhku" jawab Bagas.



"Iya, kaka. Si Bego ini Kakak sepupuhku" kata Riska sambil meluk Bagas.



"Bagas ini sahabat kakak loh, waktu SMA" kataku.



"Oh, iya. Ada kok foto kakak sama kak Bagas waktu ikut pasangan terfavorit di sekolah di dinding kamar kak Bagas" kata Riska.



"Iya, itu janji kita berdua. Kalau foto itu akan kita taroh di dinding kamar kita" kataku.



"Kenapa kak Hellen nggak pacaran sama kak Bagas aja?" tanya Riska.



"Pacar kak Bagas, sepupuhnya kakak yang lagi kuliah di Melbourne dan Tahun ini sudah selesai" kataku.



"Kak Judith ya, kak?" tanya Riska.

__ADS_1



"Hmm, iya. Itu tahu" kataku.


__ADS_2