
"Akh, kepalaku sakit sekali" kataku sambil pegang kepala.
^^^^^^"Bagaimana nggak sakit. Minum aja sebanyak itu" desah batinku.^^^^^^
Aku duduk dan mengambil air putih di atas nakas samping tempat tidurku langsung meminumnya.
Aku keluar dan betapa kagetnya, aku melihat sosok pria tertidur di sofa apartemen ku.
"Siapa kamu?" tanyaku kaget.
"Adrian?" tanyaku lagi ketika mendapati wajah yang tak asing bagiku.
"Oh, kamu sudah bangun rupanya" kata Adrian.
"Ya, aku" jawabnya.
"Bagaimana bisa kamu berada di dalam apartemenku?" tanyaku.
"Apa kamu bisa pulang sendiri dalam keadaan mabuk seperti semalam?" tanya Adrian
Aku berpikir sejenak "Nggak, nggak mungkin kan" kataku.
"Toni yang memintaku membawamu pulang, dan ternyata kita hanya terpisah oleh dinding saja" kata Adrian
"Kamu tinggal disebelahku?" tanyaku
"Ya" jawabnya.
"Karena kamu sudah bangun, aku akan kembali" katanya lagi.
Pria berbadan tegap dan kekar itu berdiri dan berjalan keluar dari unit apartemenku. Aku segera menutup pintuku.
Seminggu sebelum Pernikahanku dengan Kevin. Aku mulai diteror lewat telepon dan sms juga whatsapp dari seorang wanita yang mengatasnamakan kekasih Kevin.
^^^^^^"Jika benar Kevin adalah kekasihmu, pergi kepadanya dan tanyakan kenapa dia ingin menikahiku sedangkan ada kamu di sampingnya?" balasan chat ku ke wanita itu.^^^^^^
"Selamat siang, bu Hellen" sapa seseorang ketika aku sedang menikmati makan siang ku di salah satu restoran.
"Selamat siang" sapaku.
"Apa saya bisa duduk disini?" tanya wanita itu.
"Oh, silahkan" kataku.
"Perkenalkan, aku Winda" kata wanita itu.
"Aku ingin meminta bantuan bu Hellen" katanya lagi.
__ADS_1
"Apa yang aku bisa bantu, mbak?" tanyaku.
"Saya memang belum menikah tapi saya sedang mengandung anak dari kekasih saya. Kami sudah berhubungan hampir 2 tahun dan dia berjanji akan menikahi saya dalam waktu dekat ini. Tapi beberapa minggu ini, dia mulai berubah" kata Winda
"Maksudnya berubah?" tanyaku.
"Setelah saya mencari tahu ternyata dia akan menikah dengan wanita dari masa lalunya" jawab Winda.
"Apa mbak sudah bicara dengan kekasih, mbak?" tanyaku.
"Aku sudah mengajaknya bicara tapi semua sia-sia, bu" kata Winda.
"Saya ingin bu Hellen bicara dengannya" pinta Winda.
"Mbak, ini masalah pribadi mbak dengan kekasihnya. Saya bukan psikiater. Maaf saya tidak bisa membantu" kataku
"Hanya mbak yang bisa membantu saya" kata wanita itu.
"Maaf mbak, sekali lagi maaf. Saya nggak bisa bantu" kataku sambil berdiri meninggalkan meja tempat makanku.
"Ayah anak saya adalah Kevin. Pria yang akan menikahi mu Hellena Wijaya.
Langkahku terhenti mendengar nama Kevin. Seketika itu aku berbalik dan menghampiri wanita itu.
"Winda, saya tidak punya urusan dengan kehamilan kamu juga Kevin. Dan saya katakan padamu, pernikahan saya dengan Kevin bukanlah keinginan saya. Itu keinginan Kevin sendiri. Satu lagi, jika kamu ingin membatalkan pernikahan ini pergi dan sampaikan ke orang tua Kevin bukan ke saya" kataku kepada Wanita itu dan aku berlalu.
Aku mengendarai mobilku menuju rumah papi. Sesampainya di rumah, aku berteriak memanggil papi dan mami. Papi yang saat itu tidak ke kantor turun dari lantai 2.
"Kamu kenapa, Hellen? Seperti orang gila saja" kata papi.
"Papi pikir saja, siapa yang membuat Hellen hampir gila?" tanyaku.
"Kamu" kata papi.
"Hellen membenci sikap papi yang nggak pernah pikirin perasaan Hellen dan mami. Buktinya hari ini Hellen harus bertemu dengan korbannya Kevin yang meminyaKu membatalkan pernikahan ini karena dia sedang mengandung anaknya Kevin. Papi ingin Hellen menderita? Apa itu yang di namakan papi mencari masa depan dan kebahagiaan buat Hellen?" kataku.
"Mungkin saja perempuan itu tergila-gila dengan Kevin" kata papi mengelak.
"Papi memang egois, nggak punya perasaan. Hellen tidak akan menikah dengan Kevin. Jika papi masih ingin menikahkan Hellen dengan Kevin, maka nikahkanlah jenazah Hellen dengannya" kataku.
Setelah pertengkaranku dengan papi. Aku mengendarai mobilku menuju club malamnya Toni.
"Hellen, cukup!" kata Toni.
"Jangan larang gue, Ton" kataku.
"Lo udah minum banyak, Hellen" kata Toni.
__ADS_1
"Tinggalkan gue, Ton" kataku.
"Hentikan Hellen" kata Adrian yang tiba-tiba datang dan mengambil gelas minumanku
"Lo. Jangan sok memcapuri urusan gue" kataku.
"Sudah cukup. Jika kamu masih ingin minum lagi, maka kamu akan menyesali apa yang akan saya lakukan" kata Adrian.
"Menyesal" kataku sambil senyum sinis.
"Apa yang akan lo lakuin, hah?" tanyaku sambil berteriak ke arah Adrian.
Adrian langsung menggendongku di tengah pengunjun club malam yang sedang ramai.
"Turunkan gue, Adrian" kataku sambil memukul dada bidangnya.
Adrian yang tidak mempedulikan teriakan Hellena, terus membawanya ke dalam mobil.
"Ini bukan mobil gue. Gue mau mobil gue" kataku histeris.
Kata umpatan yang tak pernah aku katakan selama hidupku, kini keluar dari mulutku saking kesal dan kecewa terhadap keegoisan papi.
"Selamat malam, pak" sapa pak Nono.
"Selamat malam, pak" balas Adrian.
"Pak. Tolong ambilkan tas dan sepatunya Hellen di dalam mobil dan ikut sama saya!" kata Adrian.
"Baik pak" jawab pak Nono.
Sesampainya diunitku. Pak Nono membantu Adrian membuka pintu dan kemudian kembali ke pos security.
"Lo, pikir bakal nikahin gue? Tidak akan Kevin. Pria b******* seeprti lohanya akan menjadi sampah. Gue lebih memilih menikah dengan pecundang sekalipun dari pada sama lo, Kevin" kata umpatan kembali keluar dari mulutku.
Adrian menjadi sasaranku.
"Hellen sudahlah, kamu mabuk. Sekarang tidurlah" kata Adrian membetulkan posisiku di tempat tidur.
"Gue nggak mautidur. Apa lo mau tidur sama gue, hah?" tanyaku.
"Gue akan tidur di sofa" jawab Adrian.
"Tidak. Lo tidur ditempat tidur bersama gue!" kataku.
"Apa lo nggak mau tidur bareng gue? Bahkan diusia gue yang sudah 27tahun dengan kesuksesan yang gue raih, gue masih perawanan lo. Apa lo nggak mau merasakannya?" tanyaku sambil tertawa.
"Tidurlah! Saya akan mengambil air putih untukmu" kata Adrian.
__ADS_1
^^^"Apa semua orang tua di dunia ini sama seperti papiku? Apa mereka seegois itu? Kenapa aku dilahirkan oleh orang tua seperti ini? Kenapa semua kasus yang kutangani bisa selesai dengan penuh kemenangan tapi kasusku ini nggak bisa aku menangkan?" berbagai pertanyaan memenuhi pikiranku.^^^