Cinta Terpendam Seorang Tentara

Cinta Terpendam Seorang Tentara
Gemmayzeh Street


__ADS_3

Maria mengendarai mobil dengan santai dan tibalah kami di salah 1 restoran ternama dan terbaik di Ibu kota Beirut, yaitu Em Sherif.


Restoran ini sangat sempurna bagi mereka yang mencari pengalaman bersantap yang tidak biasa di jantung kota Beirut. Ini adalah restoran bertema dengan suasana mewah yang terinspirasi oleh Orient yang jauh. Em Sherif membanggakan dekorasi canggih dan eksklusif yang kaya akan detail, dan menampilkan band yang memainkan musik klasik Arab, yang menyampaikan budaya Lebanon. Meskipun pengaturan Oriental, menu biasanya Lebanon, dan tentu saja itu termasuk tradisional.


Disela kami bersantap, Aku bertanya ke Maria "Apa harus semewah ini, Maria?" kataku.


"Untuk teman terbaikku sepanjang masa, apalah arti makan malam di restoran ini" jawab Maria.


"Aku akan menjamu kamu nanti kalau ke Indonesia" kataku.


"Ya, aku akan ke sana dan aku harap, kamu akan memenuhi janjimu ini" kata Maria.


Tanpa aku dan Maria sadari ada mata yang terus mengawasi kami. Dan sebelum kami menghabiskan makan malam kami, beberapa pria tegap berpakaian rapi dan kacamata hitam menghampiri kami.


"Permisi, Nona Maria. Tuan dan Nyonya menunggu anda di seberang" kata seorang Pria dengan bahasa Inggris.


*Maaf ya, Readers. Semua percakapan di Beirut menggunakan bahasa Inggris ya. Sedangkan dengan Fathir, Hellena menggunakan bahasa Indonesia.*


*Author tidak mungkin harus menulis bhaasa Inggris kemudian di terjemahkan lagi. Capek bin Lelah akhirnya.* 🤭🙏


"Dari mana kalian tahu aku disini?" tanya Maria.


"Tuan dan Nyonya melihat Nona masuk dengan wanita ini" jawab pria itu.


"Aku tidak ingin bertemu dengan mereka" kata Maria seraya berdiri dan menarik tanganku.


"Maaf Nona, anda tidak bisa pergi sebelum bertemu dengan Tuan dan Nyonya" kata pria yang satunya lagi.


"Ada Maria, siapa mereka?" tanyaku.

__ADS_1


"Mereka ini adalah orang suruhan Ayah saya, dan lelaki kaku itu adalah orang kepercayaan ayah saya" kata Maria menunjukkan pria yang pertama berbicara dengannya.


"Aku masih bingung, Maria" kataku.


"Nanti juga kamu akan mengerti" kata Maria.


"Antarkan kami ke mereka, Hasrul" kata Maria kepada pria itu.


"Silahkan Nona-nona" kata pria yang di panggil Hasrul oleh Maria.


Akhirnya Kami di antarkan ke sebuah ruang makan dan di pintu masuknya tertulis VVIP. Dan benar saja, di ruangan itu duduk Seorang pria paruh baya dan wanita paruh baya juga (mereka adalah orang tua dari Maria).


Setelah percakapan yang menegangkan, akhirnya Maria mengajakku bermalam di rumah orang tuanya. Dan ternyata oh ternyata, Ayah Maria adalah teman bisnis Papiku waktu di Beirut. Papi dan Ayahnya Maria pernah bekerja sama dalam membangun salah satu hotel di Beirut.


"Beginilah kehidupanku yang sebenarnya, Hellena. Selalu saja, Ayah menggangguku dengan kehidupanku. Aku hanya ingin jadi apa yang aku mau" kata Maria.


"Apa? Jadi, ornag tuamu telah bercerai?" tanya Maria.


"Ya. Setalah menyelesaikan studi di Inggris, aku kembali ke Indonesia dan mendapatkan Mami tidak lagi tinggal serumah lagi" jawabku.


"Ya, terkadang orang tua melakukan apa saja sesuka hati mereka tanpa pernah mau tau bagaimana perasaan kita sebagai anak" timpal Maria.


"Dan sebaiknya kamu menuruti kedua orang tua mu" kataku.


Setelah semalam aku menginap di rumah orang tua Maria. Dan paginya aku sarapan bersama mereka. Terjadi percakapan yang santai dengan Ayah dan Ibunya Maria tapi seketika semua berubah dengan kedatangan seorang Pria.


"Apa-apaan ini Ayah, kenapa dia datang? Aku katakan sekali lagi, aku tidak akan menikah dengan dia. Jika Ayah tetap ingin aku menikah dengannya, aku lebih memilih menikah dengan Hasrul" Kata-kata Maria sontak membuat semua orang di ruang makan terkejut. Bahkan Hasrul hampir terjatuh karena namanya disebut.


Aku memilih untuk pamit dari kedua orang tua Maria, untuk kembali ke apartemen. Karena semua bajuku ada di sana.

__ADS_1


"Aku akan mengantarmu, Hellena" kata Maria.


"Sudah, aku bisa jalan sendiri. Kan ada taxi. Selesaikan masalahmu dengan orang tua mu, jangan membuat mereka kecewa, Maria" kataku.


Aku berangkat dengan taxi yang dihubungi Maria. Aku melihat tempat-tempat indah di Beirut lewat smartphone ku.


Aku meminta taxi berhenti dekat Gemmayzeh Street, karena memang jalan ini sudah dekat dengan apartemen Maria.



Jalanan yang indah waktu pagi hari. Aku menyusuri jalanan ini dengan takjub. Jalanan memang belum terlalu ramai tapi sudah mulai terlihat orang-orang berlalu lalang dan duduk-duduk santai.


Tiba-tiba aku mendengar suara orang berbahasa Indonesia dan aku mencari mereka. Aku mulai menyapa sekelompok anak muda.


"Hai, apa kalian dari Indonesia?" tanyaku.


"Oh, iya" jawab mereka serentak.


"Kakak, orang Indonesia juga?" tanya seorang gadis muda.


"Ya, aku orang Indonesia. Tepatnya campuran Indonesia-Belanda" jawabku.


"Kalian Mahasiswa?" tanyaku.


"Ya, kak" Jawab seorang pria.


"Boleh aku duduk di sini?" tanyaku.


"Ayo, kak. Silahkan" ajak wanita berjilbab.

__ADS_1


__ADS_2