
Tepat jam 7 malam, Kevin datang menjemput ku di rumah papi dan mami.
"Wow, cantik banget kamu beb" puji Kevin melihatku memakai dress hitam dengan belahan v di bagian belakangku sedangkan rambutku yang ikal, ku ikat asal.
Papi dan mami pergi menggunakan mobil mereka.
Sesampainya di hotel tempat jamuan makan malam, Kevin turun lebih dahulu dan membuka pintu mobil dan dengan sigap mempersilahkan aku turun dari mobil.
Semua mata tertuju padaku, membuatku sejenak berpikir "Apa aku jelek berpenampilan seperti ini? Ah, malas dengan mereka. Aku nggak peduli"
"Hi, Kevin" sapa seorang bule.
"It's your fiance?" tanya bule itu lagi.
"Yes, this is my fiance" jawab Kevin.
"Hello, miss" sapa nya
"Am Hellena" kataku.
"Oh, ya. Hellena. Am Jhon, Jhon Smith" katanya memperkenalkan diri.
"you're very beautiful" puji nya.
"Oh, thank you. You too, I mean you're handsome" pujiku juga.
"Thank you, Hellena" katanya
"You are Welcome" balasku.
"Excuse me John, I have to introduce my fiance to the investor from Macau" kata Kevin.
"Okey, Kevin. No problem" kata Jhon.
"Ayo, beb. Aku kenalin kamu sama mereka, ada orang tua kita di sana" kata Kevin.
Kevin mulai mengenalkan aku dengan investor yang akan berinvestasi ke perusahan papi dan papanya.
Aku sebenarnya bosan dengan acara ini. Karena ini hanyalah acara untuk memenuhi keegoisan papiku dan Kevin.
Ternyata di dalam acara makan malam itu ada juga Adrian dan Bagas. Karena Kevin mengenalkan aku dengan Adrian dan aku berpura-pura tidak mengenal Adrian.
__ADS_1
"Beb, akan aku kenalkan kamu dengan Omku. Ayo!" ajak Kevin.
"Om" panggil Kevin.
"Hmm" jawab Adrian.
"Aku kenalkan dengan tunangan ku" kata Kevin.
"Beb, ini Omku. Namanya Adrian" kata Kevin mengenalkan Adrian kepada ku.
"Hellena" kataku sambil bersalaman.
"Adrian" balasnya.
"Bagaimana Om, tunanganku?" tanya Kevin.
"Cantik" jawab Adrian.
"Aku tahu, Om sudah jatuh hati padanya" bisik Kevin.
"Tapi dia milikku, sampai kapanpun dia milikku" bisik Kevin lagi.
"Aku akan tetap memantau sikapmu. Jadi berusahalah sebaik mungkin sikapmu terhadap dia. Cukup kau permainkan semua wanita sesukamu tapi jangan dia" bisik Adrian di telinga Kevin. Membuat wajah dan telinga Kevin seketika memerah menahan amarah.
"Vin, Kevin. Adrian" panggil papanya Kevin.
"Ayo, kemari" ajaknya.
"Baik, pa" jawab Kevin.
"Ada apa Kak?" tanya Adrian.
"Kamu sudah kenal dengan calon mantumu?" tanya Om Wiguna ke Adrian.
"Sudah, kak" jawab Adrian.
Om dan tante Wiguna mulai bertanya tentang pekerjaanku dan semua kegiatan ku.
"Sayang, kalau sudah menikah. Tante harap dikurangi sedikit ya, kesibukannya. Biar tante sama om bisa cepet dapet cucu ya" kata tante Wiguna dengan senyum manisnya.
"Ia kan, Jeng?" tanya tante Wiguna ke mami.
__ADS_1
Mami hanya menjawab dengan senyum sambil memandangi wajahku.
"Maaf tante. Hellen nggak bisa janji. Karna Hellen masih ada beberapa kasus yang sangat membutuhkan tenaga juga pikiran. Dan mungkin kalaupun menikah dengan Kevin, Hellen nggak bisa janji untuk memberikan cucu kepada tante dan om dari rahim Hellen" jawabku memebuat mereka sedikit kaget.
"Oh, ya. Dan 1 lagi, bukannya om dan tante sebentar lagi bakalan punya cucu?" tanyaku membuat om dan tante Wiguna bingung.
"Maksud kamu apa, beb?" tanya Kevin.
"Winda. Apa kamu sudah ceritakan tentang Winda ke orang tuamu?" tanyaku.
"Winda? Siapa dia? Aku nggak kenal dia, beb" kata Kevin dan ingin memyentuhku.
"Jangan menyentuhku" kataku.
"Om dan tante nggak kepingin tahu siapa Winda? Papi dan mami juga?" tanyaku.
Aku mengambil ponsel dan menelepon seseorang dan hanya 5menit. Orang suruhanku datang dengan membawa seorang wanita hamil.
"Ini Winda, kekasihnya Kevin. Emm, bukan kekasih tepatnya istrinya Kevin yang sedang menunggu 2bulan lagi akan melahirkan. Om dan tante tau apa jenis kelamin anak di dalam rahim ini? Laki-laki" kataku.
"Beb, jangan kamu ngarang. Kamu cemburu kan?" tany Kevin.
"Hei, Sejak kapan gue cemburu sama lo?" tanyaku sambil membunyikan kedua jariku.
"Ini adalah hasil USGnya anak lo dan inj adalah bukti foto pernikahan lo". kataku sambil menyerahkan bukti yanh ku dapat dari orang suruhan ku.
"Kevin, apa ini betul?" tanya Om Wiguna.
" Kevin, kenapa kamu nggak bilang ke mama?" tanya tante Wiguna
"Maaf ya, Om dan Tante. Papi dan mami. Kalau akhirnya Hellen nggak bisa lanjutin rencana kalian menyatukan kerja sama kedua perusahaan dengan investor dari Macau" kataku.
"Papi, kontrak kerja sama dengan investor dari Inggris dan Rusia sudah Hellen dapatkan. Papi nggak usah khawatir perusahaan di ambil alih sama Kevin. Bahkan hutang papi sudah Hellen bayar lunas" kataku dan memberikan kontrak kerjasama juga bukti pelunasan hutang.
Papi memandangiku dengan rasa tidak percaya tapi juga dengan penuh amarah. Air mata mami pun berderai.
Om dan tante Wiguna yang sedang sibuk dengan Kevin dan Windapun langsung terkejut dengan tindakanku.
"Maksud kamu apa, Hellen?" tanya Om Wiguna.
"Maaf om. Hellen sudah melaporkan Kevin ke pihak yang berwajib dengan tuduhan Tindak Pemerasan juga Pengancaman terhadap hidup orang lain. Kenapa? Karena Kevin telah menyalahgunakan kekuasaan dan kewenangannya di perusahaan om untuk memeras dan mengancam papi demi untuk menikahi Hellen dan itu membuat kehidupanku juga mami hancur ketika seharusnya kami hidup dengan damai tanpa kehadiran papi" kataku panjang lebar.
__ADS_1
"Sayang" kata mami.
"Hellen permisi dari pesta ini. Sekali lagi maaf ya Om dan tante" kataku dan berlalu pergi.