Cinta Terpendam Seorang Tentara

Cinta Terpendam Seorang Tentara
Surprise part I


__ADS_3

Setelah aku membatalkan rencana pernikahanku dengan Kevin dan menyerahkan bukti dia telah menikahi Winda. Aku pergi meninggalkan tempat acara itu.


Saat aku ingin menghentikan taxi, tiba-tiba ada tangan yang menarikku dan memasukkan ku ke dalam mobil. Aku yang kaget bertanya "Siapa kamu? Mau apa kamu?"


"Apa kamu lupa siapa aku?" Lelaki itu membalikkan badannya dan ternyata.


"Adrian?" kataku


"Kenapa kamu meninggalkan acara?" tanya Adrian sambil mengemudikan mobilnya.


"Aku tidak ingin berada di acata itu" jawabku


"Dan kamu ingin pergi ke Clubnya Toni?" tanya Adrian lagi.


Aku hanya ingin menenangkan pikiranku" kataku.


Adrian keluar dari mobil dan membuka pintu untukku. "Jika kamu ingin minum. Ayo ikut aku" ajak Adrian.


"Kenapa pulang? Aku ingin ke Clubnya Toni!" kataku tapi tak dihiraukan oleh Adrian..


Kami masuki lift dan Adrian menekan tombol lantai terakhir di gedung apartemen tempat tinggal kami.


"Mau ngapain di atas?" tanyaku.


"Aku mau mendorongmu ke bawah" kata Adrian


"Enak aja kamu" rengekku sambil memukul lengan Adrian.


"Kamu diam saja. Nanti kamu lihat apa yang ada di sana" kata Adrian.

__ADS_1


Kami keluar dari lift dan tararaaa "Bagus kan?" tanya Adrian.


"Ya, ampun. Bagus banget" kataku terkejut.


"Apa kamu yang buat semua ini?" tanyaku.


"Nggak, aku di bantu Bagas dan pacarnya" jawab Adrian.


"Selamat Ulang Tahun ya Hellen. Semoga menjadi pribadi yang lebih baik dan kurangi minun beralkohol. Jadilah Wanita yang Tegar dan tangguh" ucap Adrian setelah itu mengecup dahiku sontak membuatku terkejut dan seakan aliran darah dalam tubuhku mendidih.


Aku yang masih dalam keadaan terkejut, bingung dan bercampur aduk perasaan di d ada dikejutkan lagi dengan kehadiran Bagas, Judith, Riska dan pak Nono.


"Selamat Ulang tahun Bestieku sayang. Love You deh" ucap Judith yang langsung memelukku.


"Kapan Lo pulang, kok nggak ngabari gue sih?" tanyaku.


"Calm down, honey. am surprise" katanya dengan bahasa inggris, membuatku mengacak-acak rambutnya.


"Makasih ya pak. Bapak juga diberikan kekuatan dan sehat terus ya" kataku.


"Ini ada oleh-oleh dari istri saya. Kemarin baru pulang dari Jogja. Dimakan ya Non. Kalau nggak enak di buang aja" kata pak Nono.


"Wih, bapak ini. Pasti saya makan kok" kataku.


"Bapak pamit ya Non. Mau balik jaga lagi" kata pak Nono.


"Ya, pak" kataku.


"Selamat ulang tahun, Sahabat terbaik sepanjang masa. Orang yang selalu membuatku nggak pernah tidur tenang karena mikirin sikapnya yang nggak nentu kayak cuaca lagi penghujan" ucap Bagas.

__ADS_1


"Gila Lo ya" kataku sambil mukulin lengan Bagas.


"Aku rindu kamu yang dulu waktu SMA. Nggak pernah nyembunyiin apapun dariku" kata Bagas yang langsung memelukku.


"Lo gila ya. Ada Judith loh. Gas, Bagas" kataku.


Aku merasakan air mata Bagas yang mengalir membasahi pundakku yang agak terbuka. Judith yang melihat Bagas memelukku hanya tersenyum sambil menganggu kan kepala kepadaku tanda tak apa.


Aku mengelus pundak lelaki yang telah 10tahun menjadi sahabatku dan sudah kuanggap seperti saudara lelakiku.


Aku menangis sejadi-jadinya didalam pelukan Bagas yang semakin erat. "Maafkan aku yang meninggalkanmu saat kamu lagi membutuhkan bahu untuk bersandar. Maafkan aku karena selam ini tidak pernah mengabarimu. Tapi satu yang kamu harus tahu, aku selalu menyelipkan namamu di setiap doaku" kata Bagas.


Judith datang dan mengelus pundak Bagas dan memeluk kami berdua. Adrian hanya berdiri memlihat kami bertiga. Sejurus mata memandang, aku melihat Adrian yang mengusap matanya dan tersenyum ke arahku.


"Makasih ya, Judi. Udah minjem pelukannya Bagas buat gue nangis bombai" kataku.


"Cuman pelukan doang kan? It's Okey, Non" kata Judith.


"Emang Lo takut gue bawa lari Bagas?" Nggaklah. Dia mah, bukan tipe gue" jawabku sambil ketawa.


"Btw, Lo nggak jadi menikah sama tu anak kan?" tanya Judith.


"Itu Om nya loh" kataku sambil nunjukkin Adrian.


"Gue tahulah, dia om nya Kevin" jawab Judith.


Kita berempat duduk di kursi-kursi yang ada di rooftop apartemen. Kita cerita-cerita sambil minum membuatku dan Judith mabuk.


"Bang, bagaimana ini. Mereka berdua sudah mabuk" kata Bagas.

__ADS_1


"Tidak mungkin saya yang bawa pacarmu kan" kata Adrian.


"Ya, tidaklah bang. Begini aja, Aku akan mengantarkan Judith pulang dan abang antarkan Hellen ke unitnya" kata Bagas.


__ADS_2