Cinta Wanita Barbar

Cinta Wanita Barbar
sadar


__ADS_3

ade ripa, abdul dan syahru jalan dengan tergesa-gesa sambil mendorong brankar menuju UGD. "Maaf tuan Anda tidak bisa ikut masuk biar dokter konsentrasi memeriksa istri anda" ucap suster dengan sopan.


"tapi dia istri saya sus!!!" bentak ade ripa.


"Udah udah, lu duduk dulu tenang disini lu jangan khawatir semua nya akan baik baik saja" ade ripa menurut dan langsung duduk lemas di kursi tunggu, dia membayangkan bagaimana jika dia tidak datang tepat waktu.


"Keluarga lu udah dihubungi? " ucap syahru.. "Belum, tlong telponin mamah papah juliyanti dan ibu bapak gua" ucap ade ripa dan syahru langsung menjauh untuk menghubungi mereka..


selang beberapa waktu Dina dan eka langsung menuju rumah sakit yang di share lok oleh abdul, tak henti henti nya mereka berdua menangis karna sangat khawatir, andai saja mereka mencari tau dulu benar atau tidak itu suruhan ade ripa ini semua pasti tidak akan terjadi.


"Keluarga pasien? " ucap sang dokter "saya suami nya dok!"


"pasien selamat hanya saja pasien harus tranfusi darah karna kehilangan banyak darah akibat luka gigitan di jempol kakinya" ucap sang dokter


"Apa Luka nya tidak infeksi? darah apa yang di perlukan dok? apa ada stok darah nya dan bagaimana keadaan kandungan istri saya? " pertanyaan bertubi tubi yang di lontarkan ade ripa hingga membuat abdul lagi lagi harus menenangkan nya.


"untuk saat ini stok darah sedang kosong darah B+ dan alhamdulillah kandungan istri anda baik baik saja, luka nya juga sudah ditangani agar tidak infeksi" ucap sang dokter


"Golongan darah aku B+ dok ambil darah ku" ucap dina menawarkan diri dan langsung di periksa dokter langsung melakukan tranfusi darah..

__ADS_1


ade ripa yang masih sangat khawatir karna belum melihat tanda tanda sang istri akan sadar pun langsung mendekati brankar sang istri sambil menangis


"Sayang bangun maafin aku sayang, aku tidak sempat menghubungi mu saat makan siang" tetesan demi tetesan menetes dari mata ade ripa, dia menyesal karna kalo dia menghubungi sang istri pasti ini semua tidak akan terjadi.


"Maaf tuan kita akan memindahkan nona juliyanti ke ruang inap pasien tuan" ucap sang suster


"Baiklah sus berikan pelayanan terbaik" ucap ade ripa dan suster langsung memindahkan juliyanti ke ruangan class mahal.


ade ripa dan yang lain nya mengekor di belakang para suster yang membawa sang istri.


selang beberapa jam datang lah mertua dan orang tua ade ripa mereka sangat khawatir hingga membuat ibu Aisha dan mamah Elsa menagis apalagi sekarang dua nyawa yang mereka khawatir kan bukan cuman juliyanti tapi juga calon baby twin boy yang ada di kandungan juliyanti.


keesokan hari juliyanti membuka matanya dan sedikit pusing hingga membuat nya mengerjap kan matanya berkali kali. dia melihat suami nya duduk dan tertidur di samping brankar sambil memegang lembut tangan nya.


juliyanti tersenyum dan mengusap lembut kepala sang suami, kedua orang tua dan mertua nya sudah pulang tadi subuh dan teman teman nya tinggal lah suami nya yang menemani nya..


ade ripa yang merasakan kepala nya di usap langsung bangun dan melihat sang istri tersenyum ke arah nya.


juliyanti berusaha bangun namun di cegah oleh ade ripa agar tetap istirahat.

__ADS_1


"Sayang apa yang kamu rasakan hemm" ucap ade ripa dengan memegang lembut tangan sang istri


"Aku sedikit pusing" sambil memegang kepalanya


ade ripa pun tersenyum sambil mengecup lembut kening sang istri ade ripa berbisik "Aku minta maaf tak sempat menghubungi mu saat jam makan siang karna ada meeting dadakan, kalo saja aku menghubungi mu mungkin ini semua tidak akan terjadi" bisik ade ripa sambil menteskan airmatanya dan langsung memeluk sang istri.


"Aku baik baik saja hemm sudah sayang aku aman saat bersama mu" ucap juliyanti yang Sekarang menangis pula di pelukan sang suami.


"Mulai sekarang tidak akan aku biarkan seekor nyamuk pun menyentuh mu" sambil mengeraskan rahang nya


"Hemm aku mau bertanya siapa yang menjebak mu" ucap ade ripa serius


"Bela dan lisa" jawab juliyanti


ade ripa mengeraskan rahang nya sambil memikirkan rencana pembalasan untuk kedua manusia tersebut.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2