Cinta Wanita Barbar

Cinta Wanita Barbar
Yuna lagi yuna lagi


__ADS_3

pagi hari di pusat perbelanjaan neta sedang berjalan memilih milih pakaian dan tas yang baru saja keluar di pasaran.


"Mom ayu lah disana" neta menunjuk toko sepatu kekinian. neta sangat suka memakai sepatu jika ingin pergi kemana mana.


"Ayok sayang" juliyanti mengikuti anak gadis nya. karna hariini hari libur ade ripa pun ikut namun belum menemui anak dan istri nya dia masih ngopi di tempat kopi samping parkiran luar.


kebetulan warung kopi disitu sudah menjadi langganan nya sejak masih kuliah dulu.


neta memilih sepatu yang cocok untuk dirinya, padahal di paper bag belanjaan nya sudah banyak yang dirinya dan mommy nya beli. ampun dah emak emak sama calon emak kalo belanja suka lupa diri. bukan lupa diri lebih tepatnya lupa nominal.


"Dede ini yang pink bagus" juliyanti menawari sepatu yang tidak begitu glamor namun dengan harga yang buat kita melongo.


"Iyaa mom, ini sih cocok buat akuuu" neta menjajal nya saat sedang menjajal yang satu nya tiba tiba ada yang mengambil pasanganya.


"Ehh maaf ini aku duluan yang ambil" neta mendongkakan kepala nya dan alangkah kaget nya dia yang dilihat itu yuna.

__ADS_1


"Huuuu yuna lagi yuna lagi" timpal neta kembali sambil melepas sepatu yang dia jajal.


"Tapi gue udah liat ini dari tadi" yuna merampas pasangan sepatu itu dengan tidak tau malu.


juliyanti dan neta hanya tersenyum lalu mamih yuna pun datang.


"Kenapa sayang?" mamih yuna mengelus lembut pucuk kepala anak nya.


"Ini mih, aku udah liat dari tadi eh malah neta udah mau ambil duluan" yuna lagi lagi berdusta, dia lupa kalo berdusta itu dosa dan syaito sedang ngakak for yu yuna!


"Kalo gitu ambil sayang jangan pedulikan orang lain" ucap mamih yuna dengan tidak tau malu.


juliyanti dan mamih yuna terperanga mendengar ucapan anak gadis nya.


sesaat setelah nya ade ripa datang dan menanyakan ada apa.

__ADS_1


"Ini loh dad, biasalah lagi lagi anak bawahan mu ini suka bikin ulah mengganggu kenyamanan mommy dan juga neta" ucap juliyanti malas.


"Saya peringatkan kepada Anda ini peringatan terakhir dari saya. saya tidak suka siapapun mengganggu anak dan istri saya jika anda tidak ingin suami anda di tendang dari perusahaan saya dan kehilangan pekerjaan jangan pernah ganggu lagi anak dan istri saya" ade ripa menekan ucapan nya membuat mamih yuna takut, namun berbeda dengan yuna dia tetap tidak peduli dengan ucapan ade ripa.


ade ripa dan istri beserta anaknya langsung bergegas pergi dari toko itu, bahkan pelayan toko menawarkan barang lain pun neta sudah tidak tertarik.


"Ampun dah dad, sekali kali kasih pelajaran napa, jangan sampe anak kita ini mengeluarkan taring macan nya lagi kasian nanti dia babak belur" juliyanti mengeluh kepada suaminya..


"tenang mom, ini peringatan terakhir kita liat nanti kalo dia bikin ulah lagi kita depak dia dan kita buat sengsara dia" ucap ade ripa mengeraskan rahang nya.


neta yang mendengar acuh tidak peduli dia hanya sibuk memilih makanan di keday makanan.


.


.

__ADS_1


terimakasih yang sudah mampir, untuk yuna balas dendam nanti ada ya sebelum hari pernikahan neta dan disitu akan di buat sengsara oleh ade ripa dan juliyanti.


jangan lupa tinggalkan jejak, happy readingšŸ¤—


__ADS_2