
beberapa hari ini wahyu sering mengantarkan dan menjemput neta saat di sekolah.
siang ini wahyu menjemput neta tanpa memberi tahu neta, wahyu sengaja ingin memberikan kejutan kepada neta.
saat menunggu neta di depan wahyu di lihat oleh yuna, yuna yang tau kalo wahyu itu calon suami neta mempunyai rencana licik ingin menggoda nya.
"Hallo abang ganteng" ucap yuna menatap mata wahyu.
wahyu yang merasa risih dengan penampilan anak baru gede ini cuman tersenyum saja.
"Nunggu neta ya, kakak kelas yang centil itu" wahyu yang mendengar yuna berbicara seketika menautkan alis nya.
"Maksudnya, kamu adek kelas nya? maksud kamu neta centil gimana? " tanya wahyu pura pura merespon.
__ADS_1
wahyu tau dia ini yuna yang dulu cari masalah dngan neta, karna neta sudah menceritakan semua nya.
"Iya dia centil, semua laki laki dia deketin, bahkan dia pernah ngerebut gebetan aku" ucap yuna mengepalkan tangan nya karna dia iri gebetan nya ngejar ngejar yuna terus yang waktu itu sampe nge botakin rambut demi di Terima oleh neta.
neta yang baru keluar dari kelas melihat wahyu dari kejauhan sedang di dekati yuna.
Neta yang mulai panas karna gerah hati gerha boddy tanpa kompromi menemui wahyu.
"Sayang, dari tadi?" tanya neta dan langsung menggandeng tangan wahyu.
neta yang menyadari wahyu emosi hanya berbisik di telinga wahyu "ini urusan aku, kamu jangan ikutan ya sayang" ancaman sekaligus penekanan dari neta.
neta yang dari tadi hanya tersenyum menjambak rambut yuna hingga terenyah kebelakang.
__ADS_1
"Gue selama ini sudah sabar, lembut dan hati hati saat berbicara dengan type ****** seperti lu" neta yang tidak pernah ngomong lu gue jadi mengeluarkan emosi nya berhasil membuat wahyu tertegun dan beberapa murid berkumpul menyaksikan neta yang menjambak rambut yuna.
"Gue kehabisan kesabaran lu tau, kenapa mommy gue disebut wanita bar bar? karna dia mempunyai sifat yang galak! dan lu tau kalo garem pasti nyerap nya kebawah.. gue anak mommy gue, pasti sifat bar bar nya itu turun ke gue. gue akan bar bar saat kesabaran gue habis menghadapi ****** seperti lu" neta puas menjambak dan rambut yuna membekas di tangan neta hingga membuat tangan neta berdarah.
neta yang masih belum puas mendorong yuna ke pintu mobil dan menahan gerakan tangan nya menatap yuna tajam.
"Ini peringatan terakhir dari gue! sampe lu macem macem lagi sama gue dan mulut sampah lu ini suka ngomong seenak nya, gue tidak segan segan robek mulut sampah lu ini" yuna hanya mampu berkedip tanpa mampu mengucapkan satu patah kata pun, lagi lagi yuna di buat tidak berdaya oleh sifat neta yang nurun dari mommy nya.
yuna tidak pernah menyangka manusia yang selama ini lembut, tidak bar bar berubah seratus delapan puluh derajat.
"AAaaaaaa lagi lagi gue kalah dari neta" terkait yuna frustasi dan bergegas pulang dengan rambut acak acakan.
.
__ADS_1
terimakasih yang sudah mampir jangan lupa tinggalkan jejak yah, agar author terus semangat up setiap episode happy Reading ya para pembaca setia kuu🤗