
suara tangisan bayi terdengar menggema di ruangan itu, rasa lelah rasa sakit yang baru saja di rasakan oleh juliyati berubah menjadi tetesan airmata haru.
"anak kita perempuan" ucap Juliyanti lirih menatap ke arah mata ade ripa yang memeluk istri nya itu.
"iya sayang, terimakasih banyak kehidupan kita sudah lengkap, sudah ada dua boy dan satu girl" ucap ade ripa sambil mencium dengan lembut bibir istrinya..
ade ripa langsung di panggil suster untuk mengadzani nya setelah selesai di bersihkan tetesan airmata mengaliri pipi mulus anak perempuan nya itu..
setelah itu, baby girl langsung di taro kembali ke tempat tidur bayi..
dengan tersenyum bahagia mamah aisyah dan mamah Elsa langsung mendekat ke arah juliyati memberikan selamat, mereka berdua seperti biasa sibuk ingin menggendong cucu perempuan mereka.
"sudah sudah biar aku saja yg pegang" ucap ade ripa mengambil kembali anak nya duduk bersama yang lain.
"kamu sudah menyiapkan nama?" ucap mamah Elsa.
"sudah mah, aku memberi nama arneta dwi pranata" ade ripa tersenyum mengusap pipi anak nya dengan kasih sayang, dan dengan rebutan abang kembar ingin mencium pipi dede gembul nya itu.
"Nama yang bagus kita panggil neta bagaimana? " papa johan memberi ide langsung di balas anggukan oleh semua yang ada di sana.
__ADS_1
kebahagiaan dari wajah semua orang sangat terlihat, karna kehidupan juliyati dan ade ripa sudah lengkap, tidak ada lagi keinginan yang lebih besar bagi seorang ade ripa selain untuk membahagiakan istri dan anak anak nya.
.
.
.
3 hari berlalu, sekarang juliyati sedang memasukan semua kebutuhan baby nya dan dia, yang sudah di bawa ke rumah sakit, untuk di bawa pulang kembali.
"semuanya sudah selesai sayang?" ucap ade ripa sambil mengangkat tas pakaian baby.
mereka berjalan meninggalkan ruangan menuju parkiran. setelah beberapa menit perjalanan mereka sampai di rumah utama keluarga pranata.
baby gembul neta di sambut dengan penuh kebahagiaan abang kembar yang sudah pulang sekolah langsung ingin buru buru ke rumah oma dan opah nya.
"nya sini biar ira bantu" ira mengambil tas juliyati dan neneng langsung menggendong bayi gembul untuk di bawa ke kamar.
"mommy daddy boleh gak gofur gendong dede?"
__ADS_1
"tidak boleh sayang, dede masih kecil nanti kalo sudah besar pasti akan merepotkan abang gofur" ucap juliyati sambil menjawil gemas hidung putra nya itu.
canda tawa langsung menggema di rumah utama keluarga pranata, mulai dari kedua emba pengasuh gofar dan gofur yang selalu sial, gofur yang jahil, tangisan dede gembul.. semakin terasa kehangatan keluarga di rumah utama keluarga pranata.
"sayang, apa aku harus berpuasa lagi?" ade ripa mendekat kearah juliyati yang sedang memberi asi kepada neta.
"hihi iyadong, kamu harus tahan sampe 2 bulan!!" ucap juliyati mengejek kepada suami nya.
"harus selama itu??? " ade ripa menelan slavina dengan kasar buah semangka milik istri nya dan makanan favorit nya tiap hari di nikmati oleh anak nya.
"hahaahha muka kamu lemes banget sayang" juliyati tertawa keras dan mengusek usek rambut suami nya dengan gemas.. "kamu tenang saja nanti setelah dua minggu aku kasih servis yang tidak bisa kamu lupakan" juliyati tersenyum genit langsung membuat ade ripa sumringah.
"janjiii" juliyati langsung mengangkat jari kelingking nya..
.
.
.
__ADS_1
jangan lupa like dan coment yakk