
setelah beberapa bulan anak anak dari Juliyanti, eka dan juga dina mengambil jalan hidup nya masing masing, mereka juga sudah sama sama sibuk sudah tidak sempat untuk kabaran dengan wahyu yang melanjutkan study nya ke luar negeri.
Di pagi hari, neta sedang di perjalanan ke sekolah tanpa sengaja menabrak mobil yang di hadapan nya, yah sekarang neta sudah boleh bawa mobil karna Sekarang sudah punya SIM. SIM disini, surat izin mengemudi ya buibu, bukan surat izin mencintai apa lagi surat izin menikah!!!! Bisa syok aderipa kalo neta udah minta nikah.
tinnnnnnnn brakkkkk!!!!! suara benturan antara depan mobil neta dan belakang mobil orang yang di tabrak nya.
"Astaga, itu mobil siapa tiba tiba berenti" Neta kaget bukan main saat melihat belakang mobil orang itu pecah.
"Keluar lo, keluar!!" seorang gadis memakai baju seragam putih abu abu, seperti yang neta pakai sudah mengetok ngetok kaca mobil neta.
Neta buru buru membuka pintu mobil dan keluar, "Mohon maaf ka, aku gak sengaja. Aku juga kaget karna kaka tiba tiba berhenti mendadak" ucap neta dengan tenang.
"Lo udah tau salah, tapi masih aja banyak alesan mau gua berenti ngedadak, mau gua jungkir balikin mobil gua itu hak gua!!" bentak wanita itu di ikuti dengan tatapan tajam..
"Ni orang bikin aku emosi aja pagi pagi, udah tau aku telat" batin neta namun tidak sampai dia ucapkan karna tidak ingin masalah ini menjadi semakin panjang.
__ADS_1
"yaudah sekarang mau nya kk ini apa?" ucap neta kembali tenang.
"Ganti rugi!! ganti rugi seratus lima puluh juta!!" senyum licik terbit di bibir wanita itu. wanita yang di tabrak neta ini gadis keturunan jerman dan indo alias blasteran, dia bernama yuna. hari ini, hari pertama dia sekolah namun dia tidak tau siapa perempuan yang dia hadapi saat ini.
"Kamu gila!! ini yang pecah cuman bagian bawah sedikit kenapa minta banyak banget, jangan coba coba peras aku ya ka!" neta yang kehabisan kesabaran nya sudah tidak bisa bersikap tenang lagi.. dia langsung menjawab dengan tegas nya.
"Bayar ganti rugi, seratus lima puluh juta atau gue laporin lo ke polisi" ancam yuna dengan tatapan tajam berusaha menakut nakuti neta.
"aku tidak perduli, silahkan laporkan saja!" tantang neta balik. tak lama yuna menelpon polisi dan neta juga yuna di bawa ke kantor polisi mereka berdua di priksa mereka berdua di suruh menelpon orang tua mereka.
neta menelpon daddy dan juga mommy nya sementara yuna menelpon juga orang tua nya.
orang tua yuna menanyakan apa yang sebenarnya terjadi tapi yuna menjawab dengan penuh kebohongan. neta yang tidak Terima langsung melakukan pembelaan. sekarang ini baru ada mamih nya yuna yang datang sementara papih nya belum datang.
keluarga yuna kekeuh meminta ganti rugi seperti yang yuna mau, tanpa mereka sadari siapa yang sedang mereka peras saat ini.
__ADS_1
tak lama berselang papih yuna yang bekerja sebagai sekretaris di kantor daddy nya neta datang.
"Pak ade ripa? ada apa bapak disini" tanya sekertaris itu dengan bingung.
"ini saya sedang membereskan masalah anak saya" ucap aderipa tenang.
"apa yang sebenarnya terjadi" papih yuna bertanya dan yuna tetap menceritakan nya dengan penuh kebohongan.
bukannya dapat pembelaan dari papih nya, yuna malah di gampar dengan sangat keras oleh papih nya.
"Maaf kan anak saya pak, saya tidak tau kalo anak saya membuat masalah dengan nona neta" ucap papih yuna dengan rasa bersalah. yuna dan juga mamih nya sangat bingung bahkan menatap papih nya dengan tatapan marah.
"Apa apaan ini pih" ucap yuna dengan marah.
"Yuna denger nak! nona neta ini anak Direktur Utama di perusahaan tempat papih bekerja jadi sekarang cabut tuntutannya atau papih kehilangan pekerjaan!!!" ucap papih yuna dengan tegas.
__ADS_1
yuna terpaksa mencabut tuntutan kepada neta, ada iri hati di hati yuna dendam dan juga amarah. "jangan pikir lu menang, lu masih ada urusan sama gua!!" bisik yuna yang langsung dibalas neta "Aku, aku nona Arneta dwi pranata anak perempuan satu satunya dari 3 bersaudara di keluarga pranata jangan coba coba main main dengan aku, kalo kamu tidak mau hidup kamu hancur!!!" balas neta dengan senyuman manis.
papih yuna pun meminta maaf kembali lalu mereka semua pergi dari kantor polisi tersebut.