
abang kembar sudah berada di ruangan kelas gajah kecil. ruangan kelas taman kanak-kanak terbagi menjadi dua ruangan yaitu gajah kecil dan gajah besar.
namun saat guru memberitahu kalo abang kembar masuk ruangan gajah kecil karna sesuai umur mereka yang baru 5 tahun, membuat gofur yang banyak tanya itu bikin pusing guru.
"Bun, bunda aku dari tadi bingung" menggaruk kepala yang tidak ada rambut nya itu.
"apa nak, apa yang membuat kamu bingung sayang?" tanya guru ines dengan lembut. guru nya di ruangan gajah kecil yaitu bunda ines.
"setau aku, gajah itu besar bunda kenapa aku sama gondrong masuk di ruangan gajah kecil?" pertanyaan gofur berhasil membuat bunda ines tercengang pasal nya dia bingung harus menjawab apa!
"Hemmm ini kayaknya kita masuk ruangan anak gajah!" jawab murid perempuan yang berada di belakang gofur. Dan karna jawaban murid perempuan itu, bunda ines jadi bernafas lega pasal nya dia bingung harus jawab apa jika abang botak bertanya lebih jauh lagi.
"Oke anak anak, kita masuk ruangan anak gajah seperti yang tadi teman kalian katakan!" ucap bunda ines dengan lega dan semua murid hanya mengangguk dan tepuk tangan dengan riang.
"ko perempuan itu, tau yah gajah kecil itu anak gajah? berarti aku harus tanya samaa perempuan itu, dia tau dari mana" Batin abang botak penasaran tentang perempuan yang tadi menjawab pertanyaan gofur.
__ADS_1
jam istirahat tiba bel sudah berbunyi, abang kembar langsung membuka bekal yang di bawakan oleh pengasuh nya.
Mereka berdua makan dengan lahap saat sedang asik asik nya makan, tiba tiba ada perempuan tadi yang menjawab pertanyaan nya.
"hallo boleh aku gabung?" tanya nya dengan senyum manis, anak perempuan cantik dengan senyuman manis nya dan rambut panjang indahnya.
"boleh, sini deket aku" ucap botak namun gondrong terlalu fokus dengan makanannya.
"kenalin nama aku, alira kalian siapa?" aliran mengulurkan tangan kepada gofur untuk terkenalan.
"aku ahmad gofur pranata, dia ahmad gofar pranata" menyambut uluran tangan dari alira dengan senyuman manis juga.
"iya kami kembar" sekarang abang gondrong yang menjawab, dia tersenyum sekilas lalu kembali menyantap bekal nya kembali.
mereka bertiga bercanda, makan bersama hingga tertawa bersama dengan riang.
__ADS_1
.
.
Di tempat lain, juliyanti sedang duduk santai sambil menonton resep masakan masakan baru yang ingin dia buat untuk anak anak dan suami nya dirumah.
juliyanti sudah sering lupa kalo sekarang bentuk tubuh nya seperti gentong sana sini berisi.
"Sayang, kamu sedang apa?" tanya ade ripa yang sekarang memeluk istrinya dari belakang karna dari tadi dia memperhatikan istrinya selalu sibuk dengan ponsel nya.
"Lihat deh" juliyanti memberi tau apa yang dia lihat di ponsel nya ade ripa hanya mengangguk dan menggelitik perut sang istri.
"Aku mau ikut class zumba boleh engga?" tanya juliyanti kepada suami nya itu, karna dia merasa Sekarang berat badan nya sudah melebihi kapasitas.
"boleh, asal kamu bisa bagi waktu dan jangan terlalu lelah, kita harus berjuang buat juliyanti Junior di dalam perut kamu sayang" ucap ade ripa sambil mengelus perut sang istri. juliyanti tersenyum manis, karna dia merasa sangat beruntung sudah memiliki suami yang tidak banyak melarang nya untuk melakukan apa yang istrinya suka.
__ADS_1
.
.