
halloooo gaisss semoga kalian suka sama cerita yang aku buatttt🙂❤❤❤
Matahari masih gagah menunjukkan sinarnya, Bau asap kendaraan membuatku tersedak, Pedagang yang berceloteh mulai mereda, Berhambur-hamburan kian lenyap. Rupanya
pasar sudah mulai tutup, Aku bergegas pulang.
"Ahhh akhirnya aku bisa menghirup udara segar kembali" gumamku, Desaku masih tergolong pegunungan jadi tak heran udara di sini masih segar, Kehidupan di desa menuntut ku agar tetap bertata krama beretika kepada siapapun apalagi orang yang lebih tua.
Setiba di Rumah aku termangu, kenapa begitu ramai penuh sanak saudara, Rupanya malam ini akan ada yang datang lagi melamarku.
"Ini sudah yang ke 25 loh nduk kamu menolak lamaran, kali ini gaboleh nolak lagi, ndak ada gunanya kamu mondok lama-lama kalo gak ndang bebrayan, " Kata ibuku
Aku hanya mengangguk pelan, Tak berani membantah .
__ADS_1
Keluarga sudah berkumpul, Kali ini yang datang adalah Pengusaha Emas , Umurnya genap 40 tahun. Tubuhnya tak terlalu tinggi berkumis tebal perutnya buncit jelas saja dia kaya raya. Namun istrinya sudah genap 3. Aku tak menyaratkan apa-apa jikapun poligami adalah takdirku aku dengan lapang menerimanya .
"Nduk Bagaimana pendapatmu dengan Mas Alex ini? Dia ini sudah haji loh.? tanya ibuku
"bolehkah saya bertanya? dengar dengar kok usaha jenengan ini sukses sekali . setiap Tahun usaha emas nya terkumpul berapa? sudahkah mencapai Satu nishab?
Dia hanya teridiam kebingungan tampaknya tak mengerti apa yang ku bicarakan.
"Ngapunten ibuk . Mai tidak menyaratkan apa-apa buk, Mai ingin mendengar Mas Alex Melantunkan Ayat Qur'an
, boleh dicoba mas? Ayat yang mana saja.. Sambil kusodorkan Tafsir Jalalain ku " 😊
Mukanya yang tadi sumringah berubah menjadi muram, Matanya terbelalak, Kulihat jemarinya bergetar, Ia tampak ketakutan. Lebih gugup dari pertanyaan ku tadi .
__ADS_1
Ketiga istrinya menyeringai tak perduli , Sedari tadi hanya menatap layar ponselnya.
"Aaa Anu saya belum wudhu dik" jawabnya sambik tergugup lalu menelan ludah
"Ndak apa-apa mas ini Tafsir, Silahkan Dibuka yang mana saja"
Akhirnya dia terpaksa menerima, dia buka lembaran pertama,
"Bismillahirahma Nirrahiim" "Aaa Laaa Maaaa"
Spontan seisi ruangan meledak tertawa
Hanya aku yang pilu, menahan isak tangis, bagaimana dia ingin menikahiku, mungkinkah Ia bisa menjaga Qur'anku?
__ADS_1