Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas
PART 10


__ADS_3

Haiiiiiiii author udah mau selesai PAS nihh doain yaaa semoga nilai author ga bikin jantungan heheee🤣🤣🤣🤣🤣


Kemudian, dengan langkah yang sempoyongan beliau pun meneruskan perjalanannya, melangkahkan kakinya menuju ke pesantrennya. Ia sudah rindu kepada para santri yang telah menunggu pengajarannya.


Aku hanya mengangguk mendengar cerita mas Hasan sambil menikmati cemilan.


Di hari yang lain, Syeikh Abu Yazid al-Busthami sedang mengajak berjalan-jalan dengan beberapa orang muridnya. Jalan yang sedang mereka lalui sempit dan dari arah yang berlawanan datanglah seekor anjing. Setelah diamati secara seksama, ternyata ia bukanlah anjing hitam yang dulu pernah memprotesnya. Ia anjing kuning yang lebih jelek dari anjing hitam. Begitu melihat si anjing kuning tadi terlihat tergesa-gesa, maka beliau segera saja mengomando kepada para muridnya agar memberi jalan kepada anjing kuning itu.


“Hai murid-muridku, semuanya minggirlah. Jangan ada yang mengganggu anjing kuning yang mau lewat itu! Berilah dia jalan, karena sesungguhnya ia ada suatu keperluan yang penting hingga ia berlari dengan tergesa-gesa,” kata beliau kepada para muridnya.


Para muridnya pun tunduk-patuh kepada perintah Syeikh Abu Yazid al-Busthami. Setelah itu, si anjing kuning melewati di depan Syeikh Abu Yazid al-Busthami dan para santrinya dengan tenang, tidak merasa terganggu.


Secara sepintas, si anjing kuning memberikan hormatnya kepada Syeikh Abu Yazid al-Busthami dengan menganggukkan kepalanya sebagai ungkapan rasa terima kasih. Maklum, jalanan yang sedang dilewati itu memang sangat sempit, sehingga harus ada yang mengalah salah satu; rombongan Syeikh Abu Yazid al-Busthami ataukah si anjing kuning.


Si anjing kuning telah berlalu. Tetapi rupanya ada salah seorang murid Syeikh Abu Yazid al-Busthami yang memprotes tindakan gurunya dan berkata: “Allah Yang Maha Besar telah memuliakan manusia di atas segala makhluk-makhlukNya. Sementara, guru adalah raja di antara kaum sufi, tetapi dengan ketinggian martabatnya itu beserta murid-muridnya yang taat masih memberi jalan kepada seekor anjing jelek tadi. Apakah pantas perbuatan seperti itu?”


Beliau menjawab: “Anak muda, anjing tadi secara diam-diam telah berkata kepadaku: “Apakah dosaku dan apakah pahalamu pada awal kejadian dulu sehingga aku berpakaian kulit anjing dan engkau mengenakan jubah kehormatan sebagai raja di antara para sufi?” Begitulah yang sampai ke dalam pikiranku dan karena itulah aku memberikan jalan kepadanya.”


Mendengar penjelasan gurunya itu, para murid pun manggut-manggut. Itu merupakan pertanda bahwa mereka paham mengapa guru mereka berlaku demikian. Semuanya diam membisu. Mereka tidak ada yang berani membantah lagi. Akhirnya mereka pun meneruskan perjalanan.


Nah maka dari itu kita ngga boleh dik memandang rendah orang lain merasa lebih baik. Kalo ada yang ngga bener ya diingatkan atau didoakan saja."


Ya Allah beruntungnya Aku punya Mas Hasan ini.


"Kamu capek tak dik..?"


"Mboten kok mas"


"Ya kalo capek tak gendong " sambil tersenyum


"Yo gak kuat wong Mai ini gendhut "


"Loh gak percaya tah?"


belum sempat mas Hasan menggendongku tiba-tiba kakiku tergelincir kulit pisang. Aku terpeleset jatuh kepalaku terbentur, perutku nyeri bak ditusuk pisau, Darah mengalir dikakiku. Aku ingin teriak tapi mulutku terasa terbungkam gelap semuanya menjadi gelap.


Part : 13.


Mendung membungkus kota, Aku bersyukur masih bisa menghirup nafas kembali. Mas Hasan sedari tadi memegang erat tanganku, kakiku masih ngilu lecet selepas jatuh kemarin, Alhamdulillah tak terjadi apa-apa dengan kehamilanku.


"Mas Hasan nggak berangkat ngajar?" tanyaku

__ADS_1


"Engga dik, sudah ijin tadi, kamu istirahat dulu aja."


"Kata Alin, Mas besok dipindahkan tugas di Kaloran ya?"


"Iya dik, disana agak pelosok, kamu dirumah aja sama Ibuk, Insyaallah 7 hari sekali Mas pulang."


"Ya gak bisa gitu, kalo mas pergi ya Aku harus ikut." Aku merengek kesal .


"Dik kamu itu gak bakal krasan disana.


Kalimanggis itu jauh lo dari sini sudah perbatasan semarang "


Aku tetap ngeyel dimanapun Mas Hasan pergi aku juga bakal ikut . Setelah aku merengek akhirnya mas Hasan membolehkan aku ikut.


Malamnya langsung berkemas, barang-barangku yang memenuhi bagasi.


"Nduk kamu itu bener mau ikut kesana? nanti ndak krasan lo" tanya ibuk


"Njih ibuk pokoknya Mai harus ikut"


"Yo wislah nduk, ibuk nyangoni selamet, Ojo lali Qur'ane tetep dideres" Ibuk tersenyum sambil menahan air mata.


Sebenarnya aku nggak tega ninggal ibuk sendiri tapi rasanya aku nggak bisa jauh dari Mas Hasan .Keesokan harinya Aku dan Mas Hasan berpamitan meninggalkan Ibuk dirumah sendirian. Bagaimanapun aku harus belajar mandiri.


Disana aku dan Mas Hasan sementara tinggal di rumah sederhana dekat sekolahan, Disamping kanannya ada sumur tua, disamping kirinya terdapat Vihara.


Kulihat ada pemuda yang membawa Tujuh jenis jajanan pasar, aneka buah segar ditata dalam sebuah tampah berukuran besar, bersama wedang (aneka minuman); kopi hitam, susu, teh dan air putih sebagai pelengkap sesaji diletakkan pada altar Buddha yang telah dihias dengan bunga, buah, dan perlengkapan sesaji lainnya, Bau dupa tercium membuatku tersedak, mungkin itu tradisi mereka. Bagaimanapun juga kita harus saling menghargai antar ummat beragama.


"Dik sepertinya disini kita harus benar-benar berjuang" Mas hasan mengecup keningku lalu tersenyum, Aku hanya mengangguk pelan .


Mas Hasan sibuk memasukkan barang-barang, Aku sedari tadi mondar mandir mencari kamar mandi.


"Kamu nyari apa tah dik kok dari tadi wira-wiri"


"Kamar mandi Mas, Mai mau pipis gak ada air"


Betapa terkejutnya aku ternyata untuk mendapatkan air bersih harus nimba di sumur dulu. Aku nggak mau merepotkan mas Hasan akhirnya aku bergegas kesumur dengan membawa ember hitam. Krekk krekkk kreekkk suara timba sumur tua, aku menariknya dengan sepenuh tenaga tapi masih saja airnya tumpah-tumpah. Tanganku sampai lecet, baru saja selesai namun ember yang kuisi air sudah disrubut Anjing. Huufft aku menahan kesal.


Mas Hasan malah tersenyum melihatku


"Dik kamu tahu kisah wanita jalang yang masuk syurga? " Aku hanya menggelengkan kepala .

__ADS_1


diriwayatkan dari Abu Hurairah ra.


Rasulullah saw bersabda, "Telah diampuni seorang perempuan pezina yang lewat di depan anjing yang menjulurkan lidahnya pada sebuah sumur. Dia berkata, "Anjing ini hampir mati karena kehausan." Lalu, dilepaslah sepatu perempuan itu, diikatnya dengan kerudungnya (menimba air ke dalam sumur), lalu diberinya anjing itu minum. Maka, diampunilah perempuan itu karena telah memberi minum." (HR. Bukhari)


Dia masuk syurga bukan karena rajin ibadah dik tapi karena Ia iklas menolong kepada sesama makhluk"


Setiba dirumah sudah disambut oleh beberapa warga kampung, juga Pak Basuki kepala dusun . Beliau berpesan bukan hanya Mas Hasan yang akan mengajar tapi juga aku diharapkan bisa ikut mengajar Al Qur'an kepada anak-anak yang beragama Islam .


****


Disini tak ada TV, kompor, kulkas lantai pun masih beralaskan tanah semua serba sederhana ditambah lingkungan yang mayoritas beragama budha membuatku harus beradaptasi lagi, harus belajar sabar, belajar toleransi kepada sesama manusia.


Aku mengambil air wudhu, kali ini mas Hasan yang menimba. selepas sholat berjamaah Aku membuatkan Mas hasan minum.


" Mas mau minum teh apa kopi"


" Kopi aja dik, tapi jangan terlalu manis"


" Loh biasanya kan suka yang manis .?"


"Lah kan sambil melihatmu saja sudah manis dik.." lalu tersenyum sambil mencubit hidungku . Dikeadaan yang seperti ini masih sempat gombal juga batinku.


"Kamu mau minum juga dik ...?" sambil menyodorkan gelas.


"Nggak Mas, nanti jnengan minum bekasku"


"Loh yo ndak apa-apa tah Kanjeng Nabi juga pernah minum dibekas bibir Sayyidah Aisyah "


aku hanya tersenyum mulai menikmati keadaan yang baru.


"Kalau sudah ngantuk ayo dik bobok dulu"


Tanpa menjawab aku langsung bersandar dibahu mas Hasan melepas lelah. Mas hasan mengecup keningku, tiba-tiba serasa dibadan ada yang menggelitiki.


"Mas tangannya mbok jangan usil"


" Loh ini tanganku kamu pegang dari tadi dik"


betapa terkejutnya dibawah kasur ada ular berwarna hitam kecoklatan, aku langsung teriak lemas, Ahh ini baru hari pertama, rasanya aku sudah tidak kerasan. Ibuuk..... Mai ingin pulang.


jangan lupa follow IG author yaaa hiiii

__ADS_1


@liiiyyyya7


__ADS_2