Cintai Aku Mas

Cintai Aku Mas
PART 11


__ADS_3

haiiiiiiii guysss jangan lupa like nya dong kaka


Ayam berkokok membangunkan tidurku, kulirik arloji sudah tepat pukul 03.00 pagi, Ternyata Mas Hasan sudah didepan sumur, menimba air untuk kita mandi. Setelah sholat tahajud, membaca wiridan, jama'ah sholat subuh, murojaah bersama, tak terasa mentari sudah mucul dengan gagahnya.


Aku menyiapkan bekal untuk Mas Hasan, kemudian memilih baju untuk acara nanti, Aku diundang mengikuti acara Training Perdamaian dan toleransi Antar Ummat beragama Kecamatan Kaloran, Kabupaten Temanggung. Acara yang diselenggarakan oleh The Asian Muslim Network Indonesia.


Aku tak mengerti nanti harus bagaimana ??? Apakah nanti akan bertemu dengan biksu? biarawati? ataukah manusia menyeramkan di serial film horor yang berjudul Valak? atau apa??? Ya Allah aku harus bagaimana.


"Kamu nanti jadi ikut acara kan dik?"


"Insyaallah mas, tapi Mai takut, nanti harus bagaimana?"


"Gausah takut dik, Bismillah, percaya diri, sampaikan apa yang harus kamu sampaikan, tentunya dengan tutur kata yang lembut agar mereka juga mengerti" Aku hanya mengangguk, lalu mas Hasan memelukku.


****


Aku sudah duduk didepan rumah sambil menggenggam tafsir, Tak lama kemudian muncul beberapa wanita paruh baya berpakaian jubah berwarna putih, ada pula remaja yang mengenakan jubah berwarna kuning kunyit. Hatiku semakin tak karuan, aku tak mengerti bagaimana cara menyapanya aku hanya tersenyum kemudian menundukkan kepala, mereka membalas senyumanku.


Acara sudah dimulai kita saling memperkenalkkan diri meskipun berbeda latar belakang, acara berjalan lancar .


disini kita akan menerapkan beberapa sikap toleransi Saat ada tetangga yang meninggal, tidak peduli apa agamanya semua orang terlibat membantu. Mulai dari memandikan jenazah, ambil rumput untuk pakan ternak yang lagi berduka selama satu minggu secara bergantian hingga ngendong (bila yang meninggal umat Buddha, dibacakan paritta selama satu minggu di rumah duka, selesai baca paritta orang-orang akan berjaga semalaman di tempat tersebut),” juga membacakan tahlil selama tujuh hari jika yang meninggal umat Islam.


Setelah beberapa menit peserta diberi beberapa snack dan juga makan siang . Kita berdo'a dengan cara masing-masing . Kemudian diperbolehkan untuk pulang.


Aku melihat sesosok wanita cantik mengenakan jubah, hidungnya mancung, dagunya lancip, matanya sipit mengenakan kaca mata. Ia mendekatiku, mengulurkan tangan hendak bersalaman kemudian menyebutkan namanya Xan Xan .. Chiu Xan Xan lebih tepatnya.


Beliau Menceritakan perjalanan mulai kuliah hingga akhirnya malah memilih untuk meninggalkan kemewahan dunia dan memilih menjadi biksu, rambutnya juga digundul tak tersisa. Ia juga menjelaskan beberapa


Tugas & Kewajiban Seorang Bhikkhu.


Ia menjelaskan bahwa Seseorang yang telah memasuki kehidupan ke-bhikkhu-an memiliki tugas dan kewajiban melaksanakan Dhamma dan Vinaya.


Ada peraturan yang harus dilatihnya. Ada dua macam peraturan yang dilatih oleh seorang bhikkhu:



Peraturan yang mengarah pada kesucian.


Peraturan yang mengarah pada kepantasan hidupnya sebagai bhikkhu.



Ahhh aku sebenarnya tidak mengerti satupun yang dijelaskan, aku hanya mengangguk mengiyakan . Namun betapa aku terkejut ketika dia mengaku bahwa sebenarnya juga kagum dengan umat Islam terlebih kepada yang Hafal kitabnya yaitu Al-Qur'an . dia memelukku kemudian berpamitan untuk pulang.


****


Mas Hasan belum pulang, tak sengaja aku menemukan kitab yang terjatuh dikasur, kubuka halaman demi halaman ada secuil kertas yang bertuliskan puisi .

__ADS_1


Sebuah kisah


tak pernah terfikir untuk melaluinya


jika sebuah lautan, tak mungkin kumenyebranginya


jika hari tetap menorongku


kan julanani Lillahi Ta'ala


Aku yang berusaha membalikkan Qalbu


menghancurkan benih cinta


menggantikan cintanya hanya kepada allah semata , Ataghfirullah begitu sulitnya


Hingga malam-malam sang pencipta langit dan bumi turun mengelilingi Dunia


Tak sanggup kubendung air mata


entah tetesan cinta bercampur dosa


Ataukah dosa terselubung dalam cinta


dalam anganku selalu terbayang dirimu


(25 April 2017 )


Aku hanya senyum-senyum sendiri benar kan dugaanku Mas Hasan sudah menyukaiku sejak dulu. Belum sempat aku membaca halaman selanjutnya tiba-tiba ada wanita paruh baya masuk kerumahku tanpa permisi tanpa salam


dia kelihatan marah sekali. tiba-tiba dia membentakku.


"Ohhhh jadi kamu rupaya yang mempengaruhi anakku jadi gak mau ikut ibadah ke Vihara? Dasar perempuan jalang "


Aku masih tak mengerti, dia terus mengumpat dengan kata-kata kasar, sempat menarik jilbabku sampai beberapa helai rambutku kelihatan, pipiku sudah lecet terkena kukunya yang tajam . Apa salahku? Siapa sebenarnya wanita ini? Aku menangis sesenggukkan berharap Mas Hasan segera pulang.


Aku masih memandangi langit-langit kamar, Terkejut dengan kejadian barusan, terus bertanya-tanya siapa yang melabrakku tadi? apa salahku? pipiku masih ngilu, goresan bekas kukunya masih terasa darah kering basah lagi oleh air mataku, aku menghela nafas, Bibirku masih gemetar pelan pelan aku mengucap kalimat Allah.


Aku masih mencari mas Hasan menunggunya pulang, berharap aku akan tenang oleh pelukanya, aku akan kembali nyaman seperti tidak ada apa-apa setelah didekapnya, namun semua hampa, yang kutunggu tak kunjung datang.


Suara teriakan sayup-sayup kudengar, Keheningan berubah menjadi ricuh, aku mencoba mengangkat kepalaku yang masih pening, berjalan memastikan apa yang terjadi, Aku terbelalak melihat Xan Xan biksu cantik yang kutemui tadi sudah terkapar dipukuli warga, kulihat Ibu-Ibu paruh baya yang tadi melabrakku tepat berada didepan Xan Xan sambil memaki, dia menyebut bahwa Xan xan telah mencuri. Aku mendekati Xan Xan mencoba membelanya aku tahu dia tak begitu, ini hanya fitnah semata.


Belum sempat aku membawa Xan Xan pergi warga sudah menyerbu aku tak sempat menghindar, tubuh lemahku terjatuh Perutku terinjak aku ingin menjerit kesakitan tapi mulutku bungkam. Darah terus mengalir di kaki ku, urat nadiku serasa terputus, mataku terbelalak. Allah ...Allah.. Allah ... aku merintih kesakitan .


***


"Ndukk.. Cah ayu.. bangun ndukk... "

__ADS_1


Aku mendengar suara lembut ibu, tapi tak bisa aku menjawab, aku merasakan genggaman tangan ibu, tapi aku tak kuasa.


"Dikkk.. Maafkan Mas tak ada saat kejadian itu. ." aku mendengar suara kekasihku, namun lagi-lagi tak bisa kujawab.


"Maafkan Xan Xan mbak Mai, ini semua salahku" aku mendengar rintihan Xan Xan biksu cantik itu. namun lagi-lagi mulutku bungkam


الَّذِي خَلَقَنِي فَهُوَ يَهْدِينِ . . وَالَّذِي هُوَ يُطْعِمُنِي وَيَسْقِينِ ..


وَإِذَا مَرِضْتُ فَهُوَ يَشْفِينِ.. وَالَّذِي يُمِيتُنِي ثُمَّ يُحْيِينِ ..


وَالَّذِي أَطْمَعُ أَنْ يَغْفِرَ لِي خَطِيئَتِي يَوْمَ الدِّينِ ..


(yaitu Tuhan) Yang telah menciptakan aku, maka Dialah yang menunjuki aku, dan Tuhanku, Yang Dia memberi makan dan minum kepadaku, dan apabila aku sakit, Dialah Yang menyembuhkan aku, dan Yang akan mematikan aku, kemudian akan menghidupkan aku (kembali), dan Yang amat kuinginkan akan mengampuni kesalahanku pada hari kiamat.”


Lamat-lamat kudengar lantunan Al-qur'an aku faham betul ayat itu, Aku kenal sekali itu suara Suamiku, aku tahu itu Mas hasan . Tapi aku tak bisa meneruskannya.


***


"Bukk, Jnengan kundur mawon biar Hasan yang disini, Xan Xan juga, besok kalau Mai sudah sadar ibuk langsung Hasan purugi ke sini "


"Enggak Nang Ibuk tetep mau nunggu Mai disini" sahut ibu.


Tak lama suster masuk memanggilku untuk keruang dokter.


"Maaf Untuk saudara Hasan suami pasien saya ingin berbicara dengan beliau"


"Mohon maaf pak Hasan kecelakaan yang dialami bu Mai sangat parah, Janin dalam kandungan sudah meninggal. Rahim beliau rusak sehingga kami melakukan operasi Histerektomi total dengan salpingo-oophorectomy bilateral, yaitu pengangkatan rahim, leher rahim, tuba falopi (salpingectomy), dan ovarium (oophorectomy). sehingga kemungkinan beliau tidak bisa dikaruniai anak lagi, saya harap jangan kasih tahu beliau karna masih tahap pemulihan .semoga Anda bisa bersabar Pak ."


Bagai disambar petir Mas Hasan masih tak percaya apa yang dokter katakan. ini bohong kan? dik Mai tidak kenapa-kenapa kan.? Air mata tak mampu kubendung, bibirku bergetar, Mas Hasan masuk ruangan dengan penuh duka, sambil memandang Ibuk menahan air mata, Mas Hasan mencoba seakan-akan tak terjadi apa-apa.


"Pie Nang?" tanya ibuk


"Mboten nopo-nopo buk, tapi janin di perut dik Mai sudah keguguran, mugi-mugi ngenjing sampun sehat malih. nyuwun tambah pandongane ibuk"


Mas Hasan berucap sambil gemetaran menahan pilu. ibuk tak menjawab satu katapun hanya air mata yang terus mengalir deras keluar. Maafkan Mas Hasan Dik... Maafkan Hasan Buk. bagaimana jika nanti Mai tahu jika dia tak memiliki rahim lagi. Meskipun Mas hasan tahu semua ini tak sedikitpun mengurangi rasa cintanya pada dik Mai, tapi sanggupkah dia menerima kenyataan ini Yaa Rabb.


****


Aku tak bisa merasakan apapun, kucoba membuka mata pelan-pelan, Bukan atap bambu dirumah yang kulihat, namun langit-langit dengan lampu yang gemerlap. Jarum infus yang sudah menancap tajam di jemariku, Bau obat yang menyengat. Kenapa aku berada ditempat ini???


"Masyaallah nduk cah ayu" suara ibuk sambil menciumku .


"Dikkk" Suara Mas Hasan.


Aku masih tak mengerti apa yang terjadi, perutku nyeri dan sudah penuh bungkusan perban. Aku menangis memeluk erat ibuku . Aku ingat kejadian malam itu ketika perutku terinjak. Aku kehilangan bayiku Ya allah...


"Ora opo-opo nduk, semua pasrahkan dengan Allah. keguguran itu hal biasa. nanti juga dapat rejeki lagi. buktinya budhe mu itu dia anaknya banyak to, sik sabar ya nduk sek kuat. jembar atine rahmate pengeran kui luas nduk."

__ADS_1


Aku semakin menangis menjadi-jadi, Kulihat mas Hasan juga sesenggukan, dia tak berani menatapku, Ya allah tabahkan hatiku.


__ADS_2