
Hayyyyyyy gaesss author kembali lagiii huhuuuu😭😭😭
Aku masih memandangi langit-langit kamar, bayanganku tentang Kang Taufiq masih saja terngiang. Kenapa Ia harus datang disaat aku sudah bersama Mas Hasan?
"Mas Hari ini Mai dan Alin mau ziarah ke Tegalrejo, boleh?"
"Yaudah nanti Mas yang antar kamu dan Alin"
"Nggak usah Mas terimakasih, nanti Mai sama Alin saja, Alin bawa mobil kok, nanti dia yang nyetir."
****
Aku masih menunggu Alin datang, tak lama kemudian dia sudah tergopoh-gopoh di depan pintu.
"Maiiiiiii" dia memanggilku dari luar.
"Ya Allah Liiin bertamu itu mbok yo salam dulu, malah jerit-jerit kebiasaan "
Aku dan Alin bergegas ke mobil, jalanan tak begitu ramai, 20 menit kemudian sudah sampai di depan makam. Masih seperti biasanya mobil-mobil berderet rapi, penjual makanan masih setia menanti pembeli, aku melihat mobil di ujung parkiran seperti mobil yang dibawa Kang taufiq kemarin, jantungku tiba-tiba berdegup lebih kencang, aku menelan ludah, menghela nafas, bukankah aku sudah tak memiliki perasaan apa-apa? bukankan aku sudah memiliki Mas Hasan yang begitu mencintaiku.
__ADS_1
Suasana begitu ramai, ramai dengan bacaan Yasin juga tahlil, ada juga yang melantunkan nadzom, ada pula yang merapal do'a. Suasana yang begitu menentramkan, suasana yang selalu aku rindukan.
"Kaaang , sudah lama disini?" suara Alin mengagetkanku, dia memang seperti itu sejak dulu selalu grusah grusuh.
Aku tak sadar jika sudah ada yang memperhatikanku sejak tadi, dialah sosok yang pernah aku cintai, dialah orang yang selalu kusebut dalam do'a, dialah yang aku nanti. Biar bagaimanapun aku harus bersikap biasa saja, aku harus tetap menjadi istri yang bisa menjaga kehormatan suaminya.
"Kang kamu sudah nikah to?" tanya Alin.
"Belum mbak Alin, belum ada yang cocok,giliran ada yang cocok malah sudah diambil orang lain hehehe"
Hatiku ngilu mendengarnya, apakah sebenarnya dia juga mengharapkanku? tapi kenapa dia tak datang ketika aku menunggunya? dia tak berani memandangku, Aku tahu tatapannya menyimpan rindu, dia seperti ingin menyampaikan sesuatu, namun tak bisa diucapkan.
"Loh ini dari mana kok bawa kitab banyak banget kang?" tanya Alin
"Lohh itu tafsir kan? tafsir Jalalain bukan kang"
"Bukan mbak, ini tafsir Munir karangan beliau Syekh Nawawi Al bantani."
"Ohh ini tadi Mai juga mau nyari tafsir katanya" sahut Alin.
__ADS_1
"Liin aku mau ke makam dulu, tadi Al Qur'anku ketinggalan disana"
"Ohh iya Mai, nanti aku tunggu diparkiran"
Ini sebenarnya hanya alasanku, karena sungguh aku tak kuasa melihatnya, mengulang kenangan, menunggu bertahun-tahun bukanlah hal yang mudah. Mataku sudah berkaca kaca, beberapa santri memandangiku, aku hanya tertunduk berusaha tegar.
"Mai ayo pulang, sudah sore nanti suamiku ngamuk kalau aku pulang malam haha."
"Iya lin, aku juga sudah laper, nanti mampir warung dipinggir alun-alun magelang ya"
"Yaudah ayo, ohh iya ini aku dititipin kang taufiq suruh ngasihin ke kamu" Alin menyodorkan plastik berwana hitam. Aku tak tahu persis apa isinya, belum sempat aku menerima hatiku sudah gundah tak menentu.
***
Sampai dirumah tak ada siapa-siapa, Ibu sedang dirumah budhe, Mas hasan belum pulang ngajar. Kuhempaskan tubuh mungilku dikasur, aku menghela nafas, memejamkan mata, kupandangi plastik yang tadi Alina berikan, benarkah itu dari kang Taufiq? Ternyata isinya sarung berwarna hitam bercorak merah dan juga kitab tafsir, ini bukan pertama kali aku diberi kitab, waktu Aliyah dulu dialah yang memberiku beberapa bacaan. juga kalau ada tugas yang tidak bisa ku kerjakan aku bungkus saja dengan koran kuletakkan di mejanya, pagi harinya sudah penuh dengan jawaban .
Betapa aku terkejut, ada selembar kertas yang jatuh. mungkinkah ini surat? surat yang akan menjawab semua pertanyaanku, ahh aku takut sekedar melihat atau membukanya, namun jika kubuang bagaimana aku tahu perasaanya, bagaimana aku tahu alasan dia tak datang ketika aku menantinya.
"Assalamualaikum dikk" Suara mas Hasan membuyarkan lamunanku.
__ADS_1
"Waalaikumsalam Mas" buru-buru kusembunyikan plastik yang tadi Alina berikan, aku tak mau Mas Hasan terluka oleh masa laluku.
maap yaa author up episode ini pendek🙏🏻😊