
author bakalan tetep up setiap hari yaa walaupun author lg sibuk PAS huuu karena author PAS 13hariii😭😭😭
Mentari pagi membawa kesenangan tersendiri, burung-burung masih berkicau, daun-daun yang layu sudah berguguran tergantikan yang segar, embun pagi mulai mengering, kusingkap gorden jendela kuhirup udara, aku tau kebahagiaan ini akan datang. Terimakasih Tuhan .
Tiba-tiba perutku mual, hamil usia muda memang penuh tantangan. Aku menyiapkan bekal untuk mas Hasan, hari ini dia akan pulang lebih awal. Kita akan jalan-jalan akhir pekan tentu saja juga merayakan kehamilanku ini yang sudah genap 2 bulan.
"Dik kamu itu gak usah sibuk-sibuk nanti kecapekan" Kata mas Hasan
"Mengurus rumah kan sudah kewajibanku mas,
فعليهن مثل ما عليهم بالمعروف، ولهن ما لهم بالمعروف، وبناءً على ذلك فإننا قد نقول في وقت من الأوقات إنه يلزمها أن تخدم زوجها في الطبخ وغسيل الأواني وغسيل ثيابه وثيابها وثياب أولادها وحضانة ولدها والقيام بمصالحه، وقد نقول في وقت آخر إنه لا يلزمها أن تطبخ ولا يلزمها أن تغسل ثيابها ولا ثياب زوجها ولا ثياب أولادها حسب ما يجري به العرف المتبع المعتاد
“Istri punya kewajiban untuk mengurus rumahnya sebagaimana yang berlaku di masyarakatnya. Berdasarkan hal itu. Mungkin satu waktu, mengurus rumah dengan memasak, membersihkan perkakas, mencuci pakaian suami, pakaiannya dan pakaian anak-anak itu wajib. Begitu pula dalam hal mengurus anak-anak dan mengurus hal-hal yang maslahat di rumah."
"Dan Mas Hasan juga kan yang bilang ketika istri memasak untuk suami maka setiap biji beras dicatat 1 kebagusan oleh Allah SWT"
"Iya dikkk , yaudah Mas berangkat dulu nanti Insyaallah sebelum duhur sudah dirumah. Assalamualaikum"
"Waalaikum salam" Aku mencium tangannya lalu mas hasan memelukku .
Aku masih senyum-senyum sendiri membayangkan betapa bahagianya nanti kalau sudah punya bayi, ketika Mas Hasan kerja aku tak kesepian lagi. Ya Allah terimakasih .
****
"Mas "
"Iya dik?"
"Kok lama pulangnya ini udah jam 1 loh, katanya mau ke Magelang"
"Iya ini masih dijalan, sebentar lagi"
"Yaudah hati-hati gih"
Aku yabg sedari tadi membolak mbalik pakaian
mencoba dress, kemudian rok span, jeans, sampai akhirnya ketemu gamis coklat muda kesukaan mas Hasan, Aku bercermin di depan lemari "Ya Allah aku akan jadi Ibu" sambil tertawa girang sendiri. Sampai tak sadar ternyata Mas Hasan sudah memandangiku di depan pintu.
"Masyaaallah dikkk kamu ini mau ke Magelang saja kayak mau ke Arab semua baju diturunin " sambil tertawa .
"Ya kan aku harus cantik, masak mau ziarah, ketemu kang-kang pondok, mau jalan-jalan compang-camping hehe"
__ADS_1
"Loh kamu mau pake baju apa aja juga tetep cantik, Tapi lebih cantik kalo gak pake apa-apa hahaha" Aku langsung mencubit pinggangnya.
"Oh iya ini dik katanya tadi minta dibeliin Martabak buat budhe, "
"Njih mas makasih, tapi nanti saja mampirnya kalau udah mau pulang biar bisa agak lama"
"Yaudah tak mandi dulu" kata mas Hasan .
****
Jalanan lumayan ramai, 30 menit kemudian sampailah di depan Makam K Chudlori Tegalrejo, Mobil-mobil sudah berderet rapi, penjual cilok, bakso , dawet berlomba-lomba menawarkan daganganya, Santri-santri berbaris rapi, ada yang selesai mandi, ada yang membenahi sarung, ada yang murojaah, ada juga yang sedari tadi memandangiku dan mas Hasan . Ahh aku sangat rindu suasana seperti ini. Kita hanya singgah sebentar membaca tahlil berdo'a lalu bergegas meneruskan perjalanan.
"Dulu kalau Mai lagi sedih larinya kesini mas"
"Iya aku tau lah wong kamu suka nangis di pojokan itu tah dik"
"Hahaha ketahuankan jenengan naksir Mai sudah dari dulu"
"Ini mau mampir alun-alun apa langsung ke rumah budhe?"
"Mampir alun-alun dulu aja mas Mai kangen beli bakso disana di pinggiran Masjid Agung itu"
***
Sampai Alun-alun Magelang aku melihat Sri, dia mengenakan dress biru tua namun kali ini tidak sendiri, dia digandeng laki-laki paruh baya.
"Mas mas cobi tingali, itu bukanya Sri tah?"
"Mana ? kamu salah lihat kali dik"
"Ah engga wong aku paham dia masih semiran abu- abu kayak waktu itu, tapi kok sama Bapak-bapak bertato"
"Ya mungkin temennya dik"
"Kok gak ngeri ya, aku kok ngeri kalo lihat orang bertato mas, apa lagi semiran kayak Sri itu"
"Ya gak boleh gitu kalo kamu takut ngga usah lihat dik, ngga baik memandang rendah orang lain. "
"Iya mas maaf"
"Lah iya lah wong sama binatang aja kita ngga boleh seperti itu apalagi sama manusia.. jadi doakan saja. Kamu tahu gak dik crita tentang Syaikh Abu yazid. ?
__ADS_1
aku hanya menggelengkan kepala.
"Kamu itu taunya apa tak dik"
"Yaa lee min ho , Chanyeol, truss.. "
"Lah wong plastik ko disenengi tak dik" sambil melirikku . Yaudah mau tak critain apa engga?
"Ya mau lah"
"Ayok sambil duduk aja"
"Mboten ah sambil jalan-jalan mawon mumoung mampir sini"
"Yaudah ayo..
Jadi dulu itu , Syeikh Abu Yazid al-Busthami sedang menyusuri sebuah jalan sendirian. Tak seorang santri pun diajaknya. Ia memang sedang menuruti kemauan langkah kakinya berpijak; tak tahu ke mana arah tujuan dengan pasti. Ia pun berjalan melewati jalanan yang lengang nan sepi.
Tiba-tiba dari arah depan ada seekor anjing hitam berlari-lari. Syeikh Abu Yazid al-Busthami merasa tenang-tenang saja, tak terpikirkan bahwa anjing itu akan mendekatnya. Ternyata anjing itu sudah mendekat di sampingnya.
Secara spontan beliau pun segera mengangkat jubah kebesarannya. Tindakan tadi begitu cepatnya dan tidak jelas apakah karena merasa khawatir bila nanti bersentuhan dengan anjing yang liurnya najis.
Tapi, betapa kagetnya beliau begitu mendengar anjing hitam yang di dekatnya tadi memprotes: “Tubuhku kering dan aku tidak melakukan kesalahan apa-apa!”
Mendengar suara anjing hitam seperti itu, beliau masih terbengong: “Benarkah ia bicara padaku? Ataukah itu hanya perasaan dan ilusinya semata?” Beliau masih terdiam dengan renungan-renungannya.
Belum sempat bicara, anjing hitam itu meneruskan celotehnya: “Seandainya tubuhku basah, engkau cukup menyucinya dengan air yang bercampur tanah tujuh kali, maka selesailah persoalan di antara kita. Tetapi apabila engkau menyingsingkan jubah (kesombonganmu), maka dirimu tidak akan bisa bersih walau kau basuh dengan tujuh samudera sekalipun!”
Setelah yakin bahwa suara tadi benar-benar suara anjing hitam yang ada di dekatnya itu, Beliau pun menyadari kekhilafannya. Secara spontan pula, ia bisa merasakan kekecewaan dan keluh kesah si anjing hitam yang merasa terhina. Ia juga menyadari bahwa telah melakukan kesalahan besar. Ia telah menghina sesama makhluk Tuhan tanpa alasan yang jelas.
“Ya, engkau benar anjing hitam. Engkau kotor secara lahiriah, tetapi aku kotor secara batiniah. Karena itu, marilah kita berteman dan bersama-sama berusaha agar kita berdua menjadi bersih.” kata Syeikh Abu Yazid al-Busthami.
Ungkapan ini tentu saja merupakan ungkapan rayuan agar si anjing hitam itu mau memaafkan kesalahannya. Jikalau sang anjing mau berteman dengannya, tentu dengan suka rela ia mau memaafkan kesalahannya itu.
“Engkau tidak pantas untuk berjalan bersamaku dan menjadi sahabatku! Sebab, semua orang menolak kehadiranku dan menyambut kehadiranmu. Siapa pun yang bertemu denganku akan melempariku dengan batu. Tetapi siapa pun yang bertemu denganmu akan menyambutmu bagaikan raja. Aku tidak pernah menyimpan sepotong tulang pun, tetapi engkau memiliki sekarung gandum untuk makanan esok hari!” kata si anjing hitam.
Syeikh Abu Yazid al-Busthami masih termenung dengan kesalahannya. Setelah dilihatnya, ternyata si anjing hitam telah meninggalkannya sendirian di jalanan yang sepi itu. Si anjing hitam telah pergi dengan bekas ucapannya yang menyayat hati.
“Ya Allah, aku tidak pantas bersahabat dan berjalan bersama seekor anjing milikMu. Lantas, bagaimana aku dapat berjalan bersamaMu yang abadi dan kekal? Maha Besar Allah yang telah memberi pengajaran kepada yang termulia di antara makhlukMu yang terhina di antara semuanya.” seru Syeikh Abu Yazid al-Busthami.
author up kepanjangan ga si part ini tu gaess? 🤣🤣
__ADS_1