
Mas Hasan mengemas barang-barangku, bergegas pulang kerumah, Alhamdulillah qaddarullah hari ini sudah diijinkan pulang, meskipun pulang membawa goresan luka, teriakan malam itu, darah yang mengalir deras, perutku yang terinjak, semua masih melekat di fikiranku. Aku masih menggenggam duka nestapa, namun tak apa Alhamdulillah Ibuk mengajariku untuk bersyukur dalam keadaan apapun.
***
"Assalamualaikum" suaraku mengagetkan semua orang, Budhe, Alin, 2 keponakanku , sanak keluarga mereka tersenyum menyambutku, aku tahu mereka hanya pura-pura bahagia didepanku.
"Waalaikumsalam nduk" budhe langsung memelukku .
"Ndak Apa-apa keguguran itu hal yang biasa, buktinya dulu budhe keguguran tapi Alhamdulillah, lihat sekarang anak nya sudah sekandang hahahaha"
"Betul itu Mai, temenku juga gitu kamu ini masih muda masih cantik, ndak usah sedih" sambung alin .
Aku hanya tersenyum, mencoba bersabar aku yakin nanti Allah akan memberiku rejeki keturuan. Namun kenapa dengan Mas Hasan?? mukanya begitu terlihat muram, matanya seperti menyimpan beban, Air mata nya nyaris jatuh, apakah dia tak mencintaiku lagi? karena aku lalai menjaga bayiku? siapa yang mau jika ditawari duka ini? siapa yang sanggup kehilangan yang kita nanti? Ya Allah ..
***
"Dikk, mau makan apa?" sambil mengecup keningku.
"Mboten Mas, masih mual lihat makanan"
aku menjawab sambil tertunduk.
"Maafkan Mai Mas..." Aku menahan isak tangis.
"Mai tahu mas Hasan kecewa karena bayi kita keguguran, Mai tahu Mas Hasan nggak akan mencintai Mai lagi seperti dulu, bahkan Mai ijinkan jika Mas Hasan mau menikah lagi, Mai Ikhh...." belum selesai aku bicara Mas Hasan Sudah memelukku. dia tak mengucap sepatah katapun, hanya air mata yang keluar menetes di pundakku ini baru pertama kalinya aku melihat suamiku sesedih ini.
"Dikk aku nggak akan menduakanmu apapaun yang terjadi, kejadian ini tak mengurangi sedikitpun rasa cinta Mas kepadamu dikk,"
Disini Aku mulai sadar, hidup dalam kehidupan rumah tangga tidak melulu soal bahagia, tapi juga bersabar jika ditimpa duka nestapa, mungkin pahit memang awalnya, namun lihatlah jus pare jika diminum segelas itu memang pahit rasanya, namun jika di campur dengan air satu kolam, apakah masih terasa pahit???? tidak kan???
Begitulah kehidupan jika hati kita lapang mau sepahit apapun kehidupan nyaris tak akan terasa. Aku sadar 25 tahun usiaku Allah sudah memberikan nikmat yang luar biasa tak pantas aku mengeluh atas musibah ini. Semua orang mencoba menutupi akhirnya terungkap juga aku bukan wanita sempurna lagi, aku tak bisa memiliki keturunan namun inilah takdir Tuhan . Aku akan membahagiakan Mas hasan dengan caraku, meskipun harus mengorbankan kebahagiaanku, sekalipun aku dimadu.
Aku masih membolak balik mencari buku. bagaimana dengan bayi tabung? bisakah aku mengambil cara ini? halal kah? aku kembali mencerna kalimat demi kalimat.
Hukum memproses bayi tabung di tafsil sebagai berikut :
__ADS_1
Apabila mani yang di tabung dan yang dimasukkan ke dalam rahim wanita tersebut ternyata bukan mani suami istri , maka hukumnya haram.
Apabila mani yg di tabung tersebut mani suami istri , tetapi cara mengeluarkannya tidak muhtarom ,maka hukumnya juga haram.
Apabila mani yang di tabung itu mani suami istri dan cara mengeluarkannya termasuk muhtarom , serta di masukkan kedalam rahim istrinya sendiri , maka hukumnya boleh.
NB :
a. Mani muhtarom ialah mani yang keluar / di keluarkan dengan cara tidak terlarang oleh syara', sedang mani bukan muhtarom ialah selain yang tersebut di atas.
Referensi :
Hadist :
عن ابن عباس رضي الله عنه قال قال رسو ل الله صلى الله عليه وسلم ما من ذنب بعد الشرك اعظم من نطفة وضعها رجل في رحم لا يحل له.
Hikmah al tasyri' wa falsafatuhu juz 2 hl 25.
من كان يؤمن بالله واليوم الاخر فلا يسقين ماءه زرع اخيه.
__ADS_1
Kanza al roghibin syarh minhaj al tholibin juz 4 hl 32.
ولو اتت بولد علم انه لبس منه مع امكان كونه منه لزمه نفيه لان ترك النفي يتضمن استلحاقه واستلحاق من ليس منه حرام.
Tambahan ibaroh.
الحاصل ان المراد بالمني المحترم حال خروجه فقط على ما اعتقده م ر وان كان غير محترم حال الدخول وتجب العدة به اذا طلقت الزوجة قبل الوطء علي المعتمد خلافا لابن حجر لانه يعتبر ان يكون محترما في الحالين كما قرره شيخنا.
تحفة الحبيب شرح الخطيب 4 ص 37.
فائدة : لو استمنى الرجل منيه بيد امراته او امته جاز لانها محل استمتاعها.
كفاية الاخيار ج 1 ص 478.
Ini terlalu rumit, jalan satu satunya adalah aku mencarikan madu untuk suamiku. Namun siapa?? Apakah Mas hasan juga bersedia?? Apakah Sri? rasanya tidak mungkin. Ataukah Xan Xan? maukah dia jika nanti mualaf? bukankah dia selalu cerita jika Ia nyaman ketika berada didekat Masjid Ia juga tentram ketika mendengar lantunan Ayat-ayat suci Al Qur'an.
***
Aku masih terbaring lemas di pangkuan Mas Hasan, sambil berfikir bagaimana cara aku menyampaikan agar dia menikah lagi, agar kita memiliki keturunan.
"Mas.."
"Dalem dik"
"Kalau nanti Mai diambil oleh Allah terlebih dahulu Mas Hasan mau gak nikah lagi.."?
"Dikk ngomong apa sih.. udah sini bobok" sambil mencubit hidungku.
"Mas ... boleh nggak Mai minta sesuatu?"
"Gausah diminta dik, semuanya ya milikmu"
"Emm makasih mas, lalu bolehkah kalau apa yang menjadi milikku aku kasihkan ke orang lain..?"
"Dikkkkk"
__ADS_1
Mas Hasan memelukku lebih erat, aku nyaris tak kuasa menahan air mata. Aku sangat mencintai Mas hasan tapi bagaimana? Aku tahu persis Mas hasan ingin keturunan, aku tak sempurna tak mampu membahagiakannya. Aku butuh penerus Mas hasan yang akan melanjutkan segala perjuangannya.
Namun jika aku memilih Xan Xan jadi maduku, sanggupkah aku? Xan Xan orang yang aku bela mati-matian, sampai aku mengalami duka nestapa yang sedalam ini akankah dia menempati posisiku? Bersandar di bahu yang sama, berada dalam peluk yang sama. Bagaimana jika nanti benar terjadi dan aku lah yang akan tercampakkan? Akulah yang akan terbuang karena aku tak lagi layaknya wanita yang sempurna. Namun sepenuhnya dhohir dan batin aku ingin membahagiakan mas Hasan. Ya Allah aku harus bagaimana. Hatiku pilu, goresan sembilu nyaris melekat di hatiku.