
" Ada apa kau kemari....?" tanya Clara yang baru saja masuk ke dalam mansion nya bersama Dimas.
Alex yang kembali melihat Clara bersama Dimas, sudah mengepalkan kedua tangan nya menahan rasa amarah di dada nya.
" Ada yang ingin aku bicarakan dengan mu" jawab Alex yang berdiri dan menatap ke arah Clara dengan intens.
" Aku rasa sudah tidak ada lagi yang harus di bicarakan di antara kita" ujar Clara yang masih berdiri di hadapan Alex bersama Dimas.
" Kau harus ingat satu hal, kau masih istri ku dan aku berhak untuk berbicara dengan mu" seru Alex yang sudah meninggikan suara nya.
Alex benar benar merasa terkejut dengan sikap Clara yang ada di hadapan nya kini. Clara yang sekarang sudah lebih dewasa dan lebih berani dalam berbicara dan menatap diri nya dengan tatapan tajam.
" Istri di atas kertas maksudmu?" seru Clara dengan sinis.
__ADS_1
"Dan istri yang tidak di cintai" Dimas menimpali perkataan Clara dengan senyum sinis nya.
" Jo, kau urus dia...!" perintah Alex pada Jo yang langsung menghampiri Dimas dengan sekali gerakan, tangan Dimas sudah terkunci dan tidak bisa berkutik.
" Jo, lepaskan Dimas...!" seru Clara yang berjalan hendak menyusul Jo yang sudah membawa Dimas keluar mansion.
" Ara" ujar Alex menahan tangan Clara agar tetap berada di dalam mansion.
" Lepas...!" teriak Clara menatap mata Alex dengan penuh kebencian.
" Apa yang kau bicarakan? aku tidak mengerti"
" Tatap mata ku!" Alex menarik tubuh Clara hingga mata mereka saling bertemu." kenapa kau tidak memberitahu ku, kalau kau sedang mengandung anak ku" mata Alex masih menatap manik manik hitam milik Clara.
__ADS_1
" Untuk apa aku memberitahu mu? jika kau tahu semua nya pun, tidak akan merubah apa pun yang terjadi diantara kita" ujar Clara yang berusaha menahan rasa di hati nya agar tidak menangis.
Namun pertahanan yang sudah di lakukan oleh Clara, langsung runtuh seketika saat Alex memeluk dirinya dengan sangat erat. tak terasa air mata nya pun mengalir di pipi nya. pria yang selama ini dirindukan nya kini memeluk nya dengan sangat erat.
" Maaf" bisik Alex yang masih memeluk Clara dengan sangat erat. cukup lama Alex memeluk tubuh Clara dengan penuh kehangatan. pelukan yang tidak pernah Clara rasakan saat mereka masih tinggal di satu mansion yang sama.
Setelah memeluk Clara, Alex mengusap perut Clara yang sudah mulai terlihat sedikit membuncit. dengan perlahan Alex mengusap nya. entah mengapa Clara merasakan perasaan yang sangat tenang ketika Alex mengusap perut nya. seperti ada ikatan diantara dirinya Alex dan anak yang sedang di kandung nya.
Tanpa berkata apa apa Alex yang sudah mengusap perut Clara langsung meninggalkan Clara yang masih berdiri menatap punggung Alex yang semakin menjauh.
" Tidak bisakah kau mencintai ku ?" lirih Clara yang semakin menangis kencang dengan terduduk di lantai. semua pertahanan yang sudah dia buat agar tidak lagi mencintai Alex, akhir nya runtuh seketika hanya karena sebuah pelukan hangat dari seorang Alex.
" Ara, kau kenapa...? apa yang sudah ******** itu lakukan?" tanya Dimas yang berlari masuk karena melihat Clara yang sedang terduduk di lantai dengan tangis di mata nya.
__ADS_1
" Dimas, kenapa aku tidak bisa berhenti mencintainya" lirih Clara yang sudah di peluk oleh Dimas.
" Ara, kau wanita yang baik. aku yakin suatu saat Alex akan mencintaimu" gumam Dimas dalam hati mengusap punggung sahabatnya itu dengan lembut.